Daerah  

Dinkes Pandeglang: Penguatan Program PPIA HIV, Sifilis dan Hepatitis B Tahun 2025

PANDEGLANG, KabarXXI.Com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang melakukan penguatan Program Pencegahan Penularan Ibu & Anak (PPIA), HIV, Sifilis dan Hepatitis B, serta penyampaian capaian kinerja terhadap penyakit menular dan infeksi HIV, di Hall of Room ‘S’ Rizki, Jumat, 28 November 2025.

lnfeksi HIV, Sifilis dan Hepatitis B merupakan penyakit menular yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Penularan HIV dari ibu ke anak sebesar 20-45%, penularan Sifilis dari ibu ke anak sebesar 69-80% dan penularan Hepatitis B pada ibu hamil ke anak sebesar 90-95%.

Kepala Dinkes Pandeglang, Hj. Eniyati memaparkan, program PPIA merupakan intervensi sangat efektif untuk mencegah penularan vertikal yang dilakukan secara terpadu pada Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual, dengan pendekatan siklus kehidupan.

“Kemudian pada upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan ini dimulai dengan skrining pada ibu hamil terhadap HIV,Sifilis dan Hepatitis B pada saat pemeriksan antenatal (ANC) pertama pada trimester pertama. Tes skrining menggunakan tes cepat (rapid tes) HIV, tes cepat sifilis (TP rapid) dan tes cepat HBsAg,” ujar Hj. Eniyati.

Dijelaskan Hj. Eniyati, untuk Kabupaten Pandeglang di tahun 2024 telah melakukan skrining HIV, Sifilis dan Hepatitis B dengan capaian sebagai berikut:

“Skrining HIV dilakukan kepada 23.714 ibu hamil (101%) dari target sasaran 23.471. Lalu Skrining Sifilis dilakukan kepada 23.714 ibu hamil (101%) dari target sasaran 23.471. Kemudian pada Skrining Hepatitis B dilakukan kepada 24.243 ibu hamil (100%) dari target sasaran 24.212,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk tahun 2025 capaian skrining HIV, Sifilis dan Hepatitis B dengan capaian yaitu, Skrining HIV sampai dengan bulan oktober dilakukan kepada 19.826 ibu hamil (82%) dari target sasaran 24.051.

Lalu pada Skrining Sifilis sampai dengan bulan oktober dilakukan kepada 19.826 ibu hamil (82%) dari target sasaran 24.051, kemudian pada Skrining Hepatitis B sampai dengan bulan oktober dilakukan kepada 20.193 ibu hami (83,9%) dari target sasaran 24.051.

“Tentunya capaian skrining yang sudah baik perlu diimbangi dengan tata laksana kasus positif (Reaktif) baik kepada ibu hamil dan juga bayi yang dilahirkannya,” ujarnya.

Tentu hal tersebut mencegah penularan dari ibu ke anak yang dilahirkan. Hanya saja dalam pelaksanaannya menemui kendala, antara lain penolakan dari keluarga pasien dan lemahnya pemantauan oleh tenaga kesehatan pemberi layanan.

“Sehingga diperlukan adanya penguatan kepada tenaga kesehatan pemberi layanan baik dari aspek pengetahuan tentang tata laksanan pada bayi/ anak dari ibu ODHIV, ibu positif Sifilis dan juga ibu dengan Hepatitis B reaktif , serta tentunya komitmen tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan PPIA Triple Eliminasi HIV,Sifilis dan Hepatitis B,” jelasnya.

“Harapannya melalui kegiatan Penguatan Program PPIA HIV, Sifilis dan Hepatitis B bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Pandeglang, diharapkan dapat mewujudkan Eliminasi PPIA untuk HIV/AIDS, Sifilis dan Hepatitis B Kabupaten Pandeglang di tahun 2025,” tutup Kadinkes Pandeglang, Hj. Eniyati. (Seps)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *