Aktivitas Jual Beli Pasir Timah Ilegal Di Desa Ranggung Kecamatan Payung Tak Tersentuh: APH Diminta Bertindak

Babel, Kabarxxi.com – Surat edaran yang sebelumnya dikeluarkan oleh Dirjen Minerba mengenai peringatan terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin, Nomor: T-3145/MB.04/DJB.S/2022, tertanggal 22 Agustus 2022, kini tidak berlaku lagi bagi penambang, pembeli, dan penampung pasir timah ilegal.

Berdasarkan informasi dari narasumber pemilik rumah dan juga sebagai tempat pembeli dan penampung pasir timah dari para penambang-penambang ilegal bernama samat yang beralamat di desa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan, provinsi Bangka Belitung. mengindikasikan adanya aktivitas pembeli dan penampung pasir timah yang tidak memiliki izin resmi dan dianggap ilegal, Minggu 8 Oktober 2023

Para kolektor timah terlihat melakukan kegiatan sehari-hari yang tampaknya mengelabui aparat penegak hukum dan tidak menghiraukan keberadaan hukum, atau mungkin diduga aparat tersebut terlibat dalam melegalkan transaksi jual beli pasir di desa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan.

Kedamaian dan keamanan terlihat dalam transaksi jual beli pasir timah antara pembeli dan penjual, dari berbagai penjuru datangnya menggunakan kendaraan roda dua dan juga sebagian berjalan kaki dengan membawa baskom atau kantong plastik dengan harga yang bervariasi

Seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengungkapkan, “Ini tempat di mana kami menjual timah, namanya Samat. Bosnya lagi makan pak, pulang dulu sebentar lagi ngulek. Dari pangkal pinang pak ok, ika wartawan ok. “Tuturnya seorang narasumber dihadapan awal media

Dalam upaya konfirmasi, melalui pesan WhatsApp, awak media mencoba menghubungi Samat sebagai pembeli dan penampung pasir timah dari para penambang-penambang yang diduga ilegal, namun disayangkan pesan yang dikirim Samat melalui via WhatsApp sangat menjatuhkan profesi wartawan dan suatu ancaman

“Berani berani ikak moto rumah orang ok
Kurang ajar bener ikak, apa maksud ikak ni ku tengah istirahat macem mana ni apa maksud a,,, nek macam mana jadi a. Dari siapa Nara sumbernya,,, sebut dengan jelas identitasnya. Jadi intinya ikak tu apa nek a, tugas jurnalis minta pungutan ok sama semua pembeli timah. Klau yang ngasih duit bekawan klau dak ngasih pas tengah dak beli ikak usut kayak ni.

Gara-gara dak di kasih duit. La ku bilang ku tengah dak begawi,,,, enak ikak datang datang kerumah orang Minta duit dak tau orang nyarik duit susah. Ade uud jurnalis minta uang ke rakyat kecil yang nyarik makan kayak kami nhi ok pungli name tu jangan dak tau kami ni cuman rakyat kecil yang begawe nyari makan,,, ikak minta duit dak di kasih ikak taik berita gawe a, Dak beres. Jadi apa tujuan ikak sekarang To the poin by, “ucapnya

Iya pun menambahkan, “Emang ikak datang kerumah minta apa nya a kalau bukan minta duit, bekawan bukan kayak tu cara a,, mentang-mentang orang dak ngasih ikak usil. Jngan ngelak sok-sok suci,, emang kamu baru kali ini datang kesini. Ku minta maksud ikak ngeliris tu Bai apa tujuan ikak, ku tanyak benar-benar

Selamat ikak lh berhasil usaha ikak ku dipanggil Kapolsek, kalau berani ikak besok datang ke Kapolsek ok besok-besok datang kerumah ku kelak, bangsat ikak ni. Hari ini jangan dak datang ke Kapolsek payung jam 9. Ku tandai kau,,,,, kalau ku terjadi apa awas kau,, “tutupnya

Menyikapi adanya pemberitaan yang dipublikasikan soal adanya pembeli dan penampung pasir timah di desa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan. Dan perkataan Sorang kolektor bernama samat seakan-akan menjatuhkan profesi dan suatu ancaman terhadap wartawan

awak media mengkonfirmasi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bangka Selatan AKBP Toni sarjaka melalui via WhatsApp, “mksh beritanya kita lidik ucap singkatnya melalui via WhatsApp

Ditempat yang sama melalui pesan WhatsApp diawali dengan assalamualaikum Awak media pun mengkonfirmasi WADIR KRIMSUS POLDA BABEL AKBP SLAMET Soal adanya pemberitaan dan aktivitas jual beli dan penampung pasir timah yang ber-alamat di desa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan. Dan upaya dan tindakan apa yang akan di lakukan soal adanya aktivitas jual beli dan penampung pasir timah dari para penambang-penambang yang diduga ilegal. Sudah sekian lamanya namun tidak ada upaya dari aparat penegak hukum setempat untuk menindak kolektor tersebut. AKBP SLAMET mengatakan

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokaatu.. sudah kami sampaikan ke polres pak.., makasih.,,,”ucapnya

Dengan adanya dugaan penjual, pembeli, dan penampung pasir timah ilegal yang bebas dari konsekuensi hukum di desa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan, awak media meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap hal tersebut dan tidak terkesan adanya pembiaran.

Hingga saat berita ini diterbitkan, awak media tetap berupaya untuk mengkonfirmasi aparat penegak hukum setempat untuk pemberitaan selanjutnya, soal adanya jual beli pasir timah didesa ranggung, kecamatan payung, kabupaten Bangka Selatan, provinsi Bangka Belitung

Reporter: Syahrial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *