Beranda Daerah Breaking News Direktur Executive LBH Pendidikan Indonesia: Hendaknya Negara dapat Mewujudkan Cita-cita yang Termaktub...

Direktur Executive LBH Pendidikan Indonesia: Hendaknya Negara dapat Mewujudkan Cita-cita yang Termaktub di Preambule UUD 1945

JAKARTA, KabarXXI.Com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari Minggu, 02 Mei yang lalu baru saja berlalu, namun bagaimana solusi dari pendidikan di tanah air ke depannya tidak mencuat dan menyisakan tanda tanya.

Salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendidikan Indonesia yang eksist dengan pendampingan hukum terhadap siswa, orang tua dan guru serta semua element yang terlibat dalam unsur Pendidikan ini menarik untuk dimintai pendapatnya.

Disambangi di kantornya, Direktur Excecutive LBH Pendididkan Indonesia, Sofrizal Kinta Nasution, S.H, M.H, mengemukan pendapatnya mengenai makna Hardiknas kali ini.

“Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 02 Mei merupakan penghormatan kepada Tokoh Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara memiliki kepedulian terhadap hak atas pendidikan kaum pribumi kala itu, sehingga Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa. Beliau memperjuangankan agar terwujudnya hak atas pendidikan kaum pribumi tanpa adanya diskriminasi, dengan tujuan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, merdeka, berdaulat dan dapat menentukan nasibnya sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, makna Hardiknas sebagai momentum refleksi evaluasi pendidikan. Negara membutuhkan masukan dari segala kalangan, baik dari kalangan akademisi, praktisi, pemerhati dan pejuang pendidikan, guna mendapatkan input dan formulasi yang konstruktif dalam mengarahkan pendidikan, demi kemajuan bangsa dalam menghadapi persaingan global.

Baca Juga :  Razia Balap Liar di Serang Timur, Polisi Amankan 52 Motor

Di singgung mengenai apakah masyarakat sudah mendapatkan porsi yang tepat di bidang pendidikan, pemilik kantor hukum Young Brothers ini menuturkan, hak pendidikan yang layak bagi masyarakat atau anak, belum sepenuhnya diwujudkan oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Ini bisa dilihat dari sarana dan prasarana yang belum memadai, khususnya di daerah perbatasan. Bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, kurangnya tenaga pendidik yang mau mengabdikan diri di daerah terpencil ataupun di daerah perbatasan,” ucapnya lugas.

Baca Juga :  Pendidikan Adalah Cara Merawat Keberadaan

Terkait proses belajar mengajar secara daring (online-red) yang dianggap kurang effisien, pria yang gemar barang antik ini menjabarkan, pandemi melanda seluruh dunia, semua terkena dampaknya, termasuk dunia pendidikan di Indonesia. Proses belajar mengajar sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini 2021 dilaksanakan secara online menggunakan media elektronik seperti gadget dan laptop. Proses belajar mengajar berbasis online selama pandemi seperti ini menambah sebagian problematik pendidikan di Indonesia, baik secara teknis, maupun secara jaringan internet, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan internet.

Baca Juga :  Pendidikan Adalah Cara Merawat Keberadaan

“Pembelajaran secara daring masih menjadi kendala dan dinilai tidak efektif. Ketidak mampuan daya beli masyarakat untuk memiliki gadget maupun membeli kuota internet salah satu kendalanya. Proses belajar mengajar secara daring saat pandemi seperti ini menjadi tanggung jawab pemerintah yang seharusnya sigap dan tanggap dalam merumuskan teknis dan kendala tersebut,” pungkasnya.

Menutup wawancara, awak media kabarxxi.com pun menanyakan harapan dari LBH Pendidikan Nasional di momentum Hardiknas, Sofrizal yang saat ini sedang mempersiapkan seminar jurnalis bertepatan dengan Hari Pers Internasional menyampaikan harapannya.

“Saya berharap, Negara dapat mewujudkan cita-cita yang termaktub di dalam Preambule UUD 1945, bahwa kemerdekaan yang diraih oleh Bangsa Indonesia ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa. Oleh karena itu, dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dan merata, bebas dari kepentingan politik sekelompok orang dan golongan, membangun karakter yang anti korupsi, kolusi dan nepotisme, pendidikan yang memiliki budaya literasi yang kuat, dan pendidikan yang siap bersaing dengan bangsa dan negara lain,” pungkasnya.

Reporter: Muhamad Anwar Rizal (Bang Jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

PANTAU TERUS !