Beranda Daerah Breaking News Dituding Meregister Jual Beli Palsu, Kades Maja Buka Suara

Dituding Meregister Jual Beli Palsu, Kades Maja Buka Suara

LEBAK, KabarXXI.Com – Menyoal pemberitaan di salahsatu Media Online, yang menuding dirinya diduga meregister Surat Jual Beli Palsu. Kepala Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, H.Mamun Tobari, akhirnya buka suara.

“Saya hanya meluruskan, dan menyayangkan Pemberitaan di Media Online itu. Selaku Kepala Desa dan abdi Masyarakat, tentu saya berkewajiban untuk melayani kepentingan Masyarakat. Terkait permasalahan Jual Beli tanah, antara Saudara Almarhum Sanusi dan Saudara Marsito, pada tahun 2004, yang kemudian timbul Surat keterangan tidak sengketa pada 2017, yang saya tandatangani, tentunya merujuk pada bukti-bukti dan saksi-saksi yang ada dari pihak pemohon. Jadi, untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan kepada para pihak dan saksi hidup,” terang H.Mamun Tobari, ditemui dikediamannya, Kamis, 29 Juli 2021.

Menurut H.Mamun, pihaknya sudah beberapa kali memediasi permasalahan tersebut, tetapi belum ada kesepahaman dari kedua belah pihak.

“Saya sudah mencoba memediasi dengan para pihak, tetapi belum ada kesepahaman, dan yang saya tidak mengerti, jual beli tanah tersebut sudah terjadi sejak 2004 lalu, antara saudara almarhum Sanusi dan saudara Marsito, kebetulan pada waktu itu, saya belum menjabat Kepala Desa, tetapi kemudian timbul gugatan dari saudari Uun Binti Sanusi, yang tak lain adalah anak dari saudara almarhum Sanusi, atau si penjual, kenapa baru ada gugatan sekarang ini, kenapa tidak dari dulu pada saat pihak penjual masih hidup, dan Saudari Uun menjadi saksi, turut serta menandatangani Surat Jual Beli tersebut, padahal jual beli tersebut juga sebetulnya masih satu keluarga,” terangnya.

Baca Juga :  Anda Berurusan Dengan Debt Collector ? Laporkan Saja Ke Instansi Ini
Baca Juga :  Dikabarkan Terpapar Covid-19, Keluarga Anang Hermansyah Lakukan Tes Swab Setiap Minggu

Sementara itu, Abdul Kabir selaku Ketua PPWI Kabupaten Lebak menilai, kasus yang saat ini sedang dihadapi oleh Kades Maja sama persis dengan studi kasus Fajar Adhitya Nugroho, Sihabudin, Hariyanto Susilo, berjudul ‘Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Terhadap Jual Beli Hak Atas Tanah Yang Dilakukan Secara Di Bawah Tangan’, mereka menuangkan kedalam tulisannya bahwa, untuk meningkatkan mutu alat bukti perbuatan hukum yang dilakukan menurut hukum adatnya masyarakat yang terbatas lingkup personal dan teritorialnya, cukup dibuatkan aktanya oleh penjual sendiri dan diketahui oleh Kepala Desa/Adat.

Sedang jual beli hak atas tanah menurut PP Nomor 24 tahun 1997 harus dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat oleh seorang PPAT. Perubahan tatacara ini bukan meniadakan ketentuan Hukum Adat yang mengatur segi materiil lembaga jual beli hak atas tanah. Jual beli hak atas tanah sebagai suatu lembaga hukum, tidak secara tegas dan terperinci diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Bahkan sampai sekarang belum ada peraturan yang mengatur khusus mengenai pelaksanaan jual beli hak atas tanah.

Baca Juga :  Ustadz Abdul Somad Resmi Persunting Fatimah Azzahra

Istilah jual beli hak atas tanah hanya disebutkan dalam Pasal 26 UUPA yaitu yang menyangkut jual beli hak milik atas tanah. Ketentuan yang terdapat dalam pasal-pasal lainnya tidak ada kata yang menyebutkan jual beli, tetapi disebutkan sebagai dialihkan.

“Pengertian dialihkan menunjukkan suatu perbuatan hukum yang disengaja untuk memindahkan hak atas tanah kepada pihak lain melalui jual beli, hibah, tukar menukar dan hibah wasiat,” ujarnya.

“Jadi, meskipun dalam pasal hanya disebutkan dialihkan, termasuk salah satunya adalah perbuatan hukum pemindahan hak atas tanah karena jual beli,” pungkasnya.

Reporter : Bing/Mamik.

Bagaimana tanggapan anda?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

PANTAU TERUS !