Beranda Jakarta Hendardi: Aksi Penolakan Omnibus Law Mengundang Conflict Enterpreneur

Hendardi: Aksi Penolakan Omnibus Law Mengundang Conflict Enterpreneur

Jakarta, Kabarxxi.com – Ketua Setara Institute Hendardi, di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020 mengatakan jumlah massa yang besar saat aksi Penolakan UU Cipta Kerja hampir pasti mengundang Conflict Enterpreneur untuk memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.

Menurutnya, aksi unjuk rasa adalah artikulasi kebebasan berpendapat yang dijamin UUD Negara RI 1945 dan juga instrumen hak asasi manusia.

“Secara prinsip aksi-aksi unjuk rasa yang menolak UU Cipa Kerja adalah sah dan harus dihormati,” katanya

Akan tetapi, lanjut Hendardi, kebebasan itu harus dijalankan dengan tidak melanggar pembatasan-pembatasan yang sudah ditetapkan.

Seperti larangan melakukan pengrusakan, tidak menimbulkan anarki sosial, tidak mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya.

Jika aksi unjuk rasa berpotensi menimbulkan anarki sosial, penegak hukum dan aparat keamanan memiliki kewajiban untuk memastikan pencegahan serta penindakan.

“Tindakan-tindakan tersebut mesti dilakukan dengan cara-cara yang dibenarkan,” lanjut hendardi.

Baca Juga  Rumah Nikita Mirzani Disatroni Istri Habib Bahar

Hendardi juga menyinggung aksi lanjutan Omnibu Law 13/10, menurutnya ada agenda yang melampaui isu UU Cipta Kerja, di tengah masyarakat telah menimbulkan keresahan dan ketakutan.

“Aksi unjuk rasa dengan agenda-agenda ekstra konstitusional harus dicegah dengan tindakan hukum yang akuntabel,” tegasnya.

Percampuran kepentingan dan agenda aksi oleh berbagai komponen masyarakat telah menggambarkan bahwa aksi unjuk rasa yang digelar memiliki kerentanan lebih luas mengganggu ketertiban sosial.

Hendardi menyarankan tuk kembali memusatkan energi penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Elemen masyarakat dapat menggunakan mekanisme yang tersedia dalam sistem ketatanegaraan kita, yakni menguji pasal-pasal yang kontroversial itu ke meja Mahkamah Konstitusi.

“Termasuk sejumlah catatan formil yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur pembentukan UU juga bisa diujikan ke Mahkamah Konstiusi,” pungkasnya.

Editor: Oma Roma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Viral Video Durasi 19 Detik Mirip Gisel Hebohkan Netizen

Jakarta, Kabarxxi.com - Netizen di Twitter heboh sejak Sabtu (7/11) dinihari lantaran beredar video yang disebut-sebut mirip Gisella Anastasia atau yang biasa...

Berburu Link Gisel, Netizen Kesal Ketemu Video Siksa Kubur

Jakarta, Kabarxxi.com - Netizen dibuat heboh dengan video viral mirip Gisella Anastasia yang tengah melakukan hubungan suami Istri dengan seorang pria.

Asyik Bermain HP Saat Hujan, Dua Orang Tewas Tersambar Petir Di Cikedal

PANDEGLANG, KabarXXI.Com – Cuaca yang buruk dan intensitas curah hujan tinggi dan dibarengi dengan kilatan petir yang terjadi akhir-akhir ini di Kampung...

Berita Pilihan

tni polri ulama gowe bareng

TNI-POLRI dan Ulama di Jakbar Gowes Bersama Pantau Prokes

Jakarta, Kabarxxi.com - Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503/Jakarta Barta melaksanakan kegiatan gowes bersama Ulama di Wilayah Jakarta Barat, Minggu,...
Penemuan mayat dikamar hotel

Seorang Pelajar Ditemukan Tewas Di Kamar Hotel

Semarang, Kabarxxi.com - Mayat wanita ditemukan di dalam kamar di salah satu kamar hotel yang berada di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa...
Peringati Hari Pahlawan

Hari Pahlawan, Polres Serang Kota Laksanakan Upacara Secara Virtual

Serang, Kabarxxi.com - Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2020 tidak dilakukan seperti tahun sebelumnya, kali ini dilakukan secara virtual serentak...
iklan bang erick

iklan bang erick

iklan bang erick
penemuan bayi di TPU kaliasin

Penemuan Bayi di TPU Kaliasin, Masih Ada Tali Pusarnya

Tangerang, Kabarxxi.com - Sesosok bayi perempuan baru lahir ditemukan warga Kampung Kaliasin Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2020) sekitar pukul...