Beranda Daerah Jelang Ramadhan : Gabungan LSM Lebak Desak Kapolres Tindak Tegas Dugaan Pungli...

Jelang Ramadhan : Gabungan LSM Lebak Desak Kapolres Tindak Tegas Dugaan Pungli LPG Ke Sejumlah Pangkalan di Lebak

LEBAK, KabarXXI.Com – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (GB-LSM) Kabupaten Lebak, yang terdiri dari 2 LSM yakni LSM Lembaga Kajian Banten Bersatu (LKBB) dan LSM Laskar Banten Reformasi (LBR) mendesak Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana menindak tegas pelaku dugaan tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oleh Toton Hartono selaku Agen Gas LPG kepada pangkalan – pangkalan disejumlah wilayah di Kabupaten Lebak. Rabu 07 April 2021.

Kepada KabarXXI.Com, Yayat Ruyatna Ketua LSM LKBB mengatakan bahwa, pelaku usaha LPG yang menjual LPG lebih dari ketentuan HET dapat dipidana yakni undang-undang tentang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf a dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 2 miliar. Selain itu, dikenakan pula pasal 53 huruf c dan d juncto pasal 23 ayat 2 huruf d dan undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 30 miliar.

“Oleh karena itu kami Gabungan Lembaga Swadaya masyarakat (GB- LSM) Kabupaten lebak Dengan tetap mengedepankan azas praduga tidak bersalah,  mendesak pihak Kepolisian Resort Lebak dalam hal ini Kapolres Lebak, agar segera mengusut tuntas perbuatan dimaksud dengan segera memanggil dan memeriksa Sdr. Toton Hartono untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya terkait permasalahan ini, apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan biasanya Gas mulai langka,” ungkap Yayat.

Baca Juga :  Penambang Pasir Sungai Brantas Tewas Tenggelam
Baca Juga :  Subsidi Upah untuk Tenaga Kependidikan Non PNS

Sementara itu, salah satu pangkalan milik Irfan Oktaviansyah yang beralamat di Kelurahan Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak menuturkan, awalnya Toton membuat perjanjian dengan para pemilik pangkalan dimana dalam perjanjiannya, Toton sanggup memberikan tabung gas LPG 3 Kg kepada pangkalan dengan catatan ada penambahan harga dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 14.500 menjadi Rp. 17.000,- dimana uang yang Rp. 14.500 disetor ke PT. Lakoni sedangkan yang Rp. 2500 disetor ke rekening pribadi atas nama Toton Hartono, kemudian Toton sanggup mengirim gas LPG sebanyak 50 buah tabung setiap harinya ke tiap pangkalan – pangkalan yang menjadi binaannya.

“Setiap pengiriman barang selesai, atau setelah diterima tabung gas tersebut oleh pangkalan saya, maka saya harus mentransfer uang sebesar Rp. 125.000, namun setelah beberapa minggu kemudian dilakukan pemutusan sepihak oleh  Toton, padahal saya telah membayar kelebihan dari Harga Eceran Tertinggi Kabupaten Lebak sebesar Rp. 14.500 menjadi Rp.17.500 atau Rp. 2500 sudah dibayarkan kepada Toton tetapi tidak menerima barang sesuai perjanjian awal, semua bukti transaksi ada kok,” ujar Irfan.

Baca Juga :  Akibat Maintenance System Aplikasi SiMonev Kabupaten Lebak TA.2021 Belum Terupdate

Reporter : AK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

PANTAU TERUS !