Beranda Daerah JY Pengecer Obat Keras Di Kampung Kabayan Kecamatan Kopo Sulit Ditangkap

JY Pengecer Obat Keras Di Kampung Kabayan Kecamatan Kopo Sulit Ditangkap

SERANG, KabarXXI.Com – Toko-toko yang menjual obat keras yang berkedok kosmetik di wilayah kabupaten Serang memang sudah tidak ada lagi terlihat. Namun para pengecer di wilayah Kabupaten Serang ternyata masih saja exsis seperti JY sang pengecer Obat obatan keras jenis exsimer dan Tramadol  yang konon sulit ditangkap oleh jajaran kepolisian.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim kabarxxi.com di Kampung Kabayan Desa Mekarbaru Kabupaten Serang Provinsi Banten JY dikenal licin seperti belut.

Cerita seorang ibu muda sebut saja Ria (Bukan Nama Sebenarnya-Red) yang tinggal sekampung dengan JY, didekat rumahnya JY setiap hari banyak yang beli obat – obatan keras warna kuning dan putih.

“Ramai pak, disamping kadang dibelakang rumahnya JY anak anak muda bolak – balik menurut anak – anak muda di sini mereka beli obat exsimer dan Tramadol untuk puyeng alias mabok, sering digerebek polisi entah dari mana tapi JY nya ga pernah ketangkap paling yang kena anak buahnya sama beberapa orang pembeli besok mah sudah jualan lagi, saya mah ga tau obat untuk apa itu saya mah sebodo amat ga ngurusin urusan orang lain masing-masing aja, lagian saya juga ga tau kegunaan Obat itu untuk apa,” ungkap Ria Panjang Lebar.

Baca Juga :  Diduga Akibat Mengantuk, Truk Tanah PT Cakra Seruduk Ruko Cangkudu Balaraja

Pengakuan salah satu pemuda yang pernah membantu pengecerkan Obat Keras milik JY omsetnya sampai jutaan perharinya.

“saya pernah membantu menjualkan atau mengencerkan obat exsimer dan Tramadol milik JY memang lumayan seh omsetnya kalau hari biasa mencapai 2.5 juta sampai 4 jutaan tapi kalau malam Minggu mencapai 5 juta sampai 7 jutaan kalau waktu saya jualan exsimer Rp.10.000 isi 10 butir sedangkan obat tramadol 1 lempeng Rp 40.000 dan kalau untuk koordinasi ke pihak hukum saya ga tau pak, tapi waktu itu saya jualan percaya diri saja karena merasa aman, saya ikut JY 6 bulan karena orang tua mengetahuinya dan melarang saya untuk jualan obat obatan akhirnya saya putuskan untuk berhenti, kalau untuk gaji nya ga menentu bagaimana hasil penjualan obat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda "Ancam" Supplier Dan Agen BPNT Nakal
Baca Juga :  Syekh Ali Jaber Kritis, Berikut Penjelasan Asistennya

Menurut pembeli yang diajak bincang – bincang sebut saja Ade, “barusan saya beli exsimer Rp.20.000 dapat 2 bungkus perbungkus nya isi 10 butir,” tuturnya.

Saat kami awak media mendatangani kediaman JY untuk konfirmasi beberapa anak-anak muda lari berhamburan karena mungkin dikira aparat kepolisian.

Reporter : DA

Editor : AK

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

Fakta Baru Kasus Penembakan 6 Anggota FPI Ditemukan Komnas HAM di TKP

Jakarta, Kabarxxi.com - Fakta baru ditemukan Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat menyelidiki lokasi polisi menembak...

PANTAU TERUS !