Karang Taruna Kujung Kuasai Tanah BBWS Bengawan Solo, Disewakan Puluhan Juta

Karang Taruna Kujung Kuasai Tanah BBWS Bengawan Solo, Disewakan Puluhan Juta

Jatim, Kabarxxi.com – Kabar tentang Karang Taruna Desa Kujung Kecamatan Widang semakin mencuat dan menjadi topik hangat di kalangan warga. Kabarnya, mereka diduga terlibat dalam perdagangan lahan yang seharusnya menjadi aset Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Tindakan penyerobotan tanah ini jelas merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang dan melanggar hukum Undang-undang No. 51 Prp Tahun 1960 yang mengatur larangan pemakaian tanah tanpa izin yang sah menyatakan bahwa tanah yang dikuasai oleh negara tidak boleh diambil alih oleh pihak lain tanpa alasan yang sah.

LSM dan beberapa media lokal telah melakukan penelusuran serta investigasi terkait dugaan penyerobotan tanah yang sebenarnya adalah aset negara milik BBWS Bengawan Solo. Mereka juga menggali lebih dalam terkait praktik jual-beli atau sewa garap lahan di Desa Kujung yang menarik perhatian warga setempat.

Didapati bahwa kwitansi sewa garap lahan yang diterbitkan oleh Karang Taruna Desa Kujung Kecamatan Widang secara jelas menyebutkan bahwa tanah tersebut merupakan kepemilikan Negara (BBWS) Bengawan Solo.

Sementara Ketua LSM Gempar (Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat) kepada media ini dengan tegas menyatakan bahwa mereka akan terus memantau dan memperjuangkan pengusutan kasus dugaan jual-beli lahan garap tanah negara BBWS Bengawan Solo.

“Ini jelas-jelas melanggar prosedur yang ditetapkan oleh Undang-Undang Agraria,” ujar Indra (24/10/2023).

“Kami akan bentuk tim mengawal persoalan tersebut sehingga para pelaku penyerebot tanah negara tersebut dapat terungkap,” sambungnya.

Kuasai Lahan Lalu Disewakan

Modus operandi dimulai dengan Karang Taruna menguasai lahan yang seharusnya menjadi tanggung jawab BBWS Bengawan Solo, lalu menyewakannya kepada pihak lain.

Namun, oknum tertentu nekat melangkah lebih jauh dengan memperjualbelikan lahan BBWS yang sebenarnya bukan miliknya demi keuntungan pribadi.

Oknum dari Karang Taruna Desa Kujung bahkan meminta uang pengganti dengan jumlah yang besar, bahkan bervariasi mulai dari Rp 30.000.000.

Informasi ini disampaikan oleh narasumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya, namun ia adalah warga setempat.

Hingga berita ini ditulis, pihak terkait masih belum dapat dihubungi atau dimintai klarifikasi. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *