Komandan Pos Pengaduan GAKKUM Sumatra Barat akan Investigasi Tambang Ilegal di Bukit Belimbing dan Bukit Lintang

Pasaman, Kabarxxi.com – Tim dari Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (GAKKUM) Sumatra Barat akan melakukan investigasi gabungan ke tambang ilegal di Bukit Belimbing dan Bukit Lintang, Bonjol, Pasaman. Informasi ini disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada wartawan kabarXXI pada Jumat dini hari, 24 Mei 2024, dengan rencana kunjungan pada pukul 2 siang.

Kerusakan lingkungan di tambang ilegal Bukit Lintang dan Bukit Belimbing sangat parah. Aktivitas pengolahan emas di Jorong Tanjung Bunggo, Bonjol, telah mencemari aliran anak sungai dan sungai, sehingga airnya tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada 26 Mei 2024, salah seorang ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya menyampaikan keluhannya.

“Air limbah pengolahan emas mengalir ke kolam kami dan mengakibatkan matinya ikan gurami kami satu kolam. Hal ini sangat merugikan kami,” ujarnya dengan lantang dan bercampur sedih.

Selain itu, pada 25 Mei 2024, seorang tokoh masyarakat Bonjol yang juga meminta namanya dirahasiakan, dengan inisial KF, menyatakan kekhawatirannya atas kondisi lingkungan di daerah tersebut.

“Kami mulai takut tinggal di Bonjol. Saat hujan turun selama satu jam saja, daerah kami sudah banjir. Ini akibat dari penebangan hutan dan tambang emas ilegal di Bukit Belimbing dan Bukit Lintang,” katanya.

KF juga mengungkapkan bahwa para penambang emas ilegal menggunakan gas elpiji 3 kg, yang seharusnya disubsidi untuk rakyat miskin, untuk memecah batu tambang.

Masyarakat Bonjol mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman dan penegak hukum untuk menindak tegas aktivitas pengolahan emas di Tanjung Bunggo, Bonjol, serta meminta Polhut dan KSDA untuk menindaklanjuti kegiatan tambang ilegal tersebut. (Ismed Badun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *