Beranda Nasional KPK Geledah 6 Lokasi Usut Kasus Dana Hibah Provinsi Jawa Timur

KPK Geledah 6 Lokasi Usut Kasus Dana Hibah Provinsi Jawa Timur

Jatim, Kabarxxi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah enam lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap dengan tersangka Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) periode 2019-2024 Sahat Tua P. Simandjuntak (STPS) dkk.

Penggeledahan itu dilakukan secara paralel sejak 17-19 Januari 2022.

Tempat yang disasar yaitu rumah kediaman Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jatim dan rumah kediaman Koordinator Perencanaan dan Pendanaan Bappeda Provinsi Jatim.

Kemudian tiga rumah kediaman Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim yang beralamat di Kecamatan Gubeng, Surabaya; Kecamatan Sukodono, Sidoarjo; dan Kecamatan Mulyorejo, Surabaya; serta rumah kediaman Kepala Bappeda Provinsi Jatim Mohammad Yasin.

Baca Juga :  Anggota DPR Benny Harman Diduga Aniaya Karyawan Resto di Labuan Bajo

“Bukti yang ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen dan alat elektronik yang masih terkait dengan penganggaran dana hibah,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (20/1).

Ali mengatakan tim penyidik akan menganalisis bukti-bukti tersebut untuk selanjutnya dikonfirmasi kepada para saksi dalam proses pemeriksaan.

“Analisis dan penyitaan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan tersangka STPS dkk,” kata juru bicara berlatar belakang jaksa tersebut.

Baca Juga :  Elon Musk Bakal Dirikan Pabrik Tesla di Indonesia, Denny Siregar Puji Jokowi

KPK sejauh ini telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengelolaan dana hibah Jawa Timur.

Tiga orang lainnya ialah Rusdi yang merupakan staf ahli Sahat; Kepala Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang sekaligus Koordinator Kelompok Masyarakat/Pokmas, Abdul Hamid; dan Koordinator Lapangan Pokmas, Ilham Wahyudi alias Eeng.

Seluruh tersangka sudah ditahan KPK. Sahat ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Pomdam Jaya Guntur; Rusdi dan Abdul Hamid ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1; dan Eeng ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih.

Baca Juga :  Merasa Diperalat Natalia Rusli, Jong Wie Minta Maaf ke LQ Indonesia Lawfirm

Atas perbuatannya, Sahat dan Rusdi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Hamid dan Eeng selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Bagaimana tanggapan anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Rekomendasi Untuk ANDA

Ringankan Beban Masyarakat, Bacaleg PKB Gelar Pasar Murah di Kabupaten Serang

Serang, Kabarxxi.Com - Menyongsong tahun politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Serang menggelar operasi pasar murah di beberapa Kecamatan salah satunya di...

Soal Temuan Inspektorat, Bendahara PNPM Kecamatan Bonjol: Akan Saya Selesaikan!

PASAMAN, KabarXXI.Com – Bendahara PNPM Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), kepada awak media ini, Kamis, 26 Januari 2023 mengaku khilaf...

Selain Buat Jalan Licin, 13 Lokasi Pencucian Pasir Kuarsa di Tuban Diduga Tak Kantongi Izin

Tuban, Kabarxxi.com - LSM Pergerakan Seluruh Unsur Sejahtera (PASUS), menyebut jika aktivitas pencucian pasir silica atau lazim disebut pasir kuarsa yang berlokasi...

Oknum PNS di Kelurahan Bangkingan Tarik Pungli Rp30 Juta ke Warga

Surabaya, Kabarxxi.com - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, diduga menarik pungutan liar (pungli) senilai Rp30...

PANTAU TERUS !