Beranda Daerah Miris! Seorang Ibu Kandung di Demak Dijebloskan Anaknya ke Tahanan

Miris! Seorang Ibu Kandung di Demak Dijebloskan Anaknya ke Tahanan

DEMAK, KabarXXI.Com – Miris, seorang Ibu warga Desa Banjarsari RT 4 RW 4 Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah (Jateng) dipidanakan anaknya sendiri.

Saat ini, berkas perkara Sumiyatun (36) yang dipidanakan anaknya sendiri, Agesti Ayu Wulandari (19) sudah dinyatakan lengkap (P21) dan sebagai tersangka. Mirisnya lagi, Ia sudah ditahan di Mapolres Demak.

Sumiyatun mengaku sebagai ibu saat peristiwa pertengkaran tersebut secara tidak sengaja menarik kerudung yang dipakai putrinya, Agesti Ayu. Hal itu menyebabkan luka di bagian pelipis sang anak.

“Tapi, sebelumnya saya didorong anak saya hingga terjatuh,” kata Sumiyatun seperti dilansir dari radartegal.com, Minggu, 10 Januari 2021.

Akibat kejadian itu, Sumiyatun dilaporkan putrinya ke Polres Demak. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan ibu terhadap anak.

“Anak saya tidak akan mencabut laporannya, sehingga saya pun ditahan,” ujarnya.

Sumiyatun mengatakan, apa yang dialami olehnya tersebut menjadi pelajaran berharga.

Baca Juga :  Atap SPBU di Daan Mogot Jelambar Terbakar, 40 Personil Damkar Dikerahkan

“Kalau punya anak seperti saya tolong diawasi. Kejadian ini diawali saat saya melarang anak saya yang hendak pergi camping bersama teman-temannya. Anak yang tidak bisa mendengar ibunya seperti ini ternyata memang ada, dan saya alami sendiri,” ujarnya pilu.

Menurutnya, anaknya tersebut kini di Jakarta tinggal bersama ayahnya.

“Saya sudah bercerai dengan suami saya,” ucapnya.

Terkait kasus yang dialami itu, Sumiyatun tidak habis pikir hal itu terjadi.

“Wong tuwo meh mbales anak, bagiku yo gak pantes. Tapi, anak tega dengan aku sebagai ibunya ya sudah. Gak apa-apa,” kata Sumiyatun pasrah sebelum dibawa ke sel tahanan Mapolres Demak.

Sebelumnya, dalam surat pernyataan yang ditandatangani Agesti Ayu Wulandari tertanggal 20 Oktober 2020 disebutkan, aduannya ke Unit PPA Polres Demak dengan pihak teradu ibunya sendiri atas nama Sumiyatun tidak akan dicabut.

Baca Juga :  Forkopimda Gresik Adakan zoom meeting rapat evaluasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)
Baca Juga :  Atap SPBU di Daan Mogot Jelambar Terbakar, 40 Personil Damkar Dikerahkan

“Kami memohon kepada penyidik PPA Polres Demak untuk menindaklanjuti dan atau melanjukan perkara aduan tersebut,” tulis Agesti dalam surat pernyataan.

Dalam surat pernyataan dengan tulisan tangan itu disampaikan, Agnes meminta agar perkara dengan teradu ibunya sendiri itu disidangkan sampai di pengadilan. Ada beberapa pertimbangan yang ditulis dalam surat pernyataan itu.

“Sejauh ini, ibu saya belum pernah atau tidak pernah mengakui kesalahannya terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukannya. Ini memberikan peringatan terhadap ibu saya bahwa keluarga itu berharga, dan menyerahkan sepenuhnya perkara ini terhadap pengadilan untuk memberikan keadilan seadil-adilnya menurut undang-undang yang berlaku,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, Sumiyatun dijerat Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor: Mansar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

Fakta Baru Kasus Penembakan 6 Anggota FPI Ditemukan Komnas HAM di TKP

Jakarta, Kabarxxi.com - Fakta baru ditemukan Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat menyelidiki lokasi polisi menembak...

PANTAU TERUS !