Beranda Daerah Lebak Pendidikan Adalah Cara Merawat Keberadaan

Pendidikan Adalah Cara Merawat Keberadaan

Lebak, Kabarxxi.com – 2 Mei kita kenal sebagai Hari pendidikan Nasional dimana harapan berterbangan di angkasa ditaburi gerimis air hujan membasuh bumi Pertiwi.

Hari pendidikan Nasional mengundang setiap kalangan untuk kembali merenung akan kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Ada yang menyampaikan harapan itu dengan tulisan, diskusi, seminar, bahkan demontrasi kita temukan di kalangan mahasiswa.

Oleh karenanya, izinkan penulis sebagai anak muda yang berharap akan mutu pendidikan Indonesia merangkai kata demi kata, Kalimat demi kalimat, dan paragraf demi paragraf yang menjadi sebuah nada dering bagi pembaca akan realitas pendidikan saat ini.

Dunia pendidikan menjadi isu yang menarik untuk didiskusikan bagi manusia yang memiliki nalar kritis yang sehat ditengah krisis nilai etika dan budi seorang manusia di dunia fana ini.

Sejatinya, pendidikan adalah suatu proses untuk merubah seseorang baik individu maupun kelompok menjadi lebih baik. Melalui pendidikan sudah seharusnya karakter generasi bangsa di bentuk sesuai dengan philosofische grondslag bangsa Indonesia, yakni generasi bangsa yang pancasilais yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Kemajuan Sains dan Teknologi menghadirkan suatu pertanyaan besar akan hakikat eksistensi manusia dalam menjalankan hubungan sesama manusia, sesama makhluk hidup, dan hubungan dengan alam.

Dijaman modernitas ini seolah-olah ada yang tenggelam dalam lautan yang dalam dan ada yang terkikis oleh arus barat timur yang tak terbendung. Yang kemudian dipertanyakan peran pendidikan pada revolusi 4.0 ini.

Bagiamana pendidikan itu menghadirkan manusia yang memiliki pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk (etika) pengetahuan tentang indah dan yang jelek (estetika), pengetahuan tentang yang benar dan yang salah (logika).

Baca Juga :  Program TMMD Kodim 0603 Lebak Bangun Rumah Warga

Karena ilmu yang kini telah mengelaborasi ruang lingkup yang menyentuh sendi-sendi kehidupan umat manusia yang paling dasariah, baik individual maupun sosial memiliki dampak yang amat besar terhadap kemajuan suatu peradaban.

Di zaman yang bisa dikatakan mulai menunjukkan wajah dari neoliberalisme, pendidikan etika dan budi berbasis karakter bangsa Indonesia menjadi penting untuk dibicarakan dalam ruang-ruang dialektik.

Dalam pendidikan etika dan budi di Indonesia, nilai yang harus dibentuk adalah sikap dan perilaku manusia yang tidak hanya mengedepankan akal dalam hubungannya dengan alam maupun hubungannya sesama manusia, tapi akal dan hati nurani.

Baca Juga :  Bupati Lebak Pimpin Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan 771 Pejabat Struktural Eselon II,III dan IV

mmanuel Kant, seorang filsuf mengatakan bahwa “Setinggi-tinggi bintang di langit, masih lebih tinggi moralitas di dada manusia”. Ia percaya bahwa pengalaman dan hati nurani adalah kunci dari pola berpikir seorang individu.

Dalam pandangan lain, moral dibutuhkan untuk menilai apa yang telah dilakukan oleh akal. Dan dalam filsafat moral itu sendiri, jika terlalu mengedepankan akal dibandingkan dengan hati nurani (Budi), membuat sisi kemanusiaan dari seorang individu berangsur-angsur menghilang.

Konteks hubungan manusia dengan alam, manusia sebagai pemeran utama dalam lingkungan mengemban tanggung jawab yang besar dan berat akan semua sisi positif maupu negatif yang selama ini trjadi di bumi.

Fenomena lingkungan alam semakin hari semakin memprihatinkan. Namun, hal itu bukan dilihat sebagai bahaya yang mengancam tetapi sebuah perihal untuk menghancurkan lingkungan alam berkelanjutan.

Seperti halnya plastik, produk hasil dari yang diciptakan untuk memberikan solusi agar mengurangi penebangan hutan, ternyata plastik hari ini menjadi bom waktu bagi bumi. Manusia dan alam ialah suatu hubungan timbal balik. Jadi, saling mempengaruhi satu sama lain dan saling membutuhkan.

Sama halnya dengan permasalahan yang terjadi, kemajuan teknologi yang masif dan semakin mudah untuk diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak, yang tadinya teknologi ini diciptakan untuk membantu manusia malah hari ini teknologi seperti gadget sudah merampas eksistensi kemanusiaan secara perlahan.

Baca Juga :  BK-LSM Lebak : Ada Potensi Korupsi Pada Agen BPNT di Lebak

Sekarang ini, disadari atau tidak, teknologi menjadi kuasa untuk mereduksi esensi manusia. Hal ini mengakibatkan individu kehilangan nilai dan kemanusiaannya ketika ia hanya menjadi mesin atau benda untuk memproduksi bahan pokok dan memasok pasar dengan berbagai produk yang berhenti di mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Kemajuan sains dan teknologi menjadi pertanyaan besar akan makna hidup terhadap realitas modernitas. Kondisi ini tentu ada hegemoni terhadap nilai cara pandang kehidupan.

Masifnya penyebaran virus-virus Ideologi ekonomi, merubahan cara berpikir dalam tatanan masyarakat dunia. Asimilasi yang kemudian terjadi akibat kebebasan yang tak dibarengi dengan penguatan pondasi batasan.

Realitas yang menjadikan manusia itu makhluk yang rakus dan serakah, apakah itu suatu kemajuan peradaban? Pendidikan adalah cara merawat dan melahirkan akal dan perasaan manusia untuk menjadi pondasi dalam merawat segala aspek kehidupan di alam semesta.

Sehingga, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan manusia dapat diwariskan dari generasi ke generasi dengan mencerminkan nilai estetik dari sang penciptanya.

Akan tetapi, itu suatu hal yang ilusi jika kesadaran tak dimulai dari hal terkecil.

Penulis: Suhendi

Penulis adalah mahasiswa semester 6 jurusan Manajemen di La Tansa Mashiro, juga aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Lebak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

PANTAU TERUS !