Beranda Ekonomi Pengusaha Lapor Pak Presiden, Pungutan Liar Masih Marak

Pengusaha Lapor Pak Presiden, Pungutan Liar Masih Marak

Jakarta, kabarxxi.com – Praktik pungutan liar hingga saat ini masih merajalela di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Seperti pengakuan beberapa supir kepada Presiden Joko Widodo, Kamis (11/6/2021), saat kunjungan ke pelabuhan utama Indonesia ini kemarin.

Para pekerja kerah biru ini mengeluhkan, bukan terkait masalah beratnya pekerjaan yang digelutinya, melainkan aksi premanisme juga pungutan liar yang kerap terjadi. Dia berharap, pihak aparat bisa lebih memperketat pengamanan area pelabuhan. Selain itu, pihaknya juga berharap ada transparansi biaya pelabuhan untuk semua aktivitas.

Dari dialog yang dilakukan supir truk dengan Presiden Joko Widodo kemarin, praktik premanisme terjadi saat keadaan jalan sedang macet di mana preman naik ke atas truk, lalu menodongkan celurit kepada supir untuk dimintai uang.

Adapun pungli terjadi di sejumlah depo. Pengemudi truk dimintai uang Rp 5.000 – Rp 15.000 supaya bongkar muat bisa lebih dipercepat pengerjaannya. Jika tidak dibayar, maka pengerjaan bongkar muat akan diperlambat. Hal ini terjadi di Depo PT Greating Fortune Container dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Baca Juga :  Presiden Minta Seluruh Bansos Disalurkan Pekan Ini

Pantauan sumber ini di lapangan, saat di kawasan JICT tampak jarang hampir tak terlihat himbauan banner stop pungli diarea tempat keluarnya truk. Suasana dipinggir jalan kawasan Tj Priok arah Cilincing juga tak terlihat para kenek parkir di pinggir jalan semenjak ramenya kasus pungli.

Kalangan pengusaha mengakui persoalan biaya logistik masih penuh dengan tantangan, salah satunya adalah pungutan liar atau pungli yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Masalah klasik di Indonesia ini terus terjadi dari tahun ke tahun, tentunya sangat memberatkan pelaku usaha karena tambahan biaya yang tidak sedikit, bahkan hampir menembus dua digit persentase beban biaya.

Baca Juga :  Syarat Naik Pesawat Harus Lolos Test PCR, YLKI: Ada Oknum Nakal Main Harga

“Kami memberi feedback pada pemerintah tentang pungli yang masih ada, ini harus tuntas. Pungli di Jabodetabek mendekati 10%. Di luar Jakarta masih banyak, kalau itu aja dibantu, kami sangat bersyukur hilang poin cost,” kata Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga :  Polri Akan Berikan Penghargaan ke Warga yang Aktif Laporkan Pidana di Medsos

Selain pungli, kewajiban tes PCR juga menjadi beban saat ini. Meskipun banyak sopir dan pelaku logistik sudah divaksin, namun persyaratan dalam mobilisasi tersebut dirasa tidak perlu dan menjadi biaya yang tidak sedikit.

“Persaingan, kami nggak ngeluh dengan konsep bisnis rintisan yang dia bisa potong channel distribusi. Nggak apa-apa kita bersaing efisiensi, service level, tapi tolong bantu unnecessary cost yang kita tanggung, dua poin tadi PCR dan pungli,” kata Mahendra. Berbagai biaya tambahan itu sulit untuk dibebankan kepada klien atau pengguna dari industri. Kalaupun iya, maka masyarakat akhir atau end user yang bakal menanggung bebannya. “Jadi yang kejepit penyedia logistik,” ujar Mahendra.  (sumber)

Bagaimana tanggapan anda?
+1
+1
1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

PANTAU TERUS !