Beranda Ekonomi PPATK: Perkembangan Teknologi Informasi Picu Maraknya Pencucian Uang

PPATK: Perkembangan Teknologi Informasi Picu Maraknya Pencucian Uang

Jakarta, KabarXXI.com– Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menilai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat komplek maka salah satu tantangan persoalan ekonomi yakni adanya transaksi keuangan yang tidak wajar seperti pencucian uang dan pendanaan teroris.

Hal itu dikatakan Ketua PPATK Dian Ediana Rae dalam webinar yang bertajuk CEO TALKS with Dian Ediana Rae yang diselenggarakan BUMN reasuransi, Indonesia Re, di Jakarta, Jumat (23/4/2021} lalu.

“Pencucian uang juga dapat terjadi pada suatu perusahaan apabila dikombinasikan dengan sikap seperti stakeholders value, ketatnya persaingan dan juga keserakahan,” ujar Dian.

Dian mengatakan, guna menghindari pencucian uang pada suatu perusahaan, manajemen perusahaan perlu membangun dan menerapkan pembinaan mental melalui budaya, etika dan yang paling terpenting adalah integritas.

Baca Juga :  Minta Perlindungan Hukum, Ayah Korban Penculikan di Cianjur Datangi KPAI

Dibantu dengan sistem pengawasan internal yang memadai kemudian hal ini juga perlu dilakukan tidak hanya oleh manajemen namun seluruh lapisan perusahaan.

“Dengan begitu perusahaan bisa terhindar atau setidaknya meminimalisir adanya sikap permisif atau celah dari transaksi keuangan yang tidak wajar yang dapat merusak citra dan intregritas perusahaan secara luas,” tambahnya seperti dilansir dalam antaranews.com.

Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu menuturkan, integritas adalah kata yang mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan, karena secara konseptual, integritas merupakan sikap, perilaku berlandaskan nilai moral, akhlak, dan etika serta nilai integritas digerakkan dalam kerangka hubungan manusia dengan Tuhan, sekaligus hubungan antar sesama manusia.

Baca Juga :  MATAKIN: Nilai Pancasila Sudah Seirama dengan Ajaran Konghucu
Baca Juga :  Jakarta Banjir Lagi, Nicky Tirta dan 3 Artis Lain Rumahnya Juga Terendam

“Sehingga itu yang harus terus ditanamkan seluruh lapisan Indonesia Re guna mencegah terjadinya praktik pencucian uang, ” ujar Benny.

Dialog ini digelar sebagai komitmen Indonesia Re dalam mencegah adanya praktik pencucian uang pada perusahaan, mengingat Indonesia Re merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa keuangan.

Pihaknya harus betul-betul mencermati menjalankan industri ini sesuai aturan yang berlaku serta menjalankan penerapan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT).

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

PANTAU TERUS !