PSL Banten Tampilkan Degung Cilik di Rabegan Paguyuban Pasundan Wilayah Banten

SERANG, KabarXXI.Com – Dalam rangka menanamkan seni tradisi kepada generasi milenial, Paguyuban Sumedang Larang (PSL) Banten menampilkan seni tradisi Sunda Degung yang dibawakan anak-anak usia sekolah dasar pada acara Rabegan, Program Paguyuban Pasundan Wilayah Provinsi Banten, di Halaman Gedung Juang 1945 samping Alun-alun Kota Serang, Jumat, 27 Oktober 2023.

Degung Cilik PSL Banten merupakan binaan Sanggar Seni Sunda Purbasari PSL Banten yang terletak di Kecamatan Curug, Kota Serang.

Dalam kesempatan tersebut Degung Cilik membawakan lagu Sumedang Kota Kamelang, Serang Kota Sajarah Ciptaan Saudi Sasmita, Alam Banten Anu Kuring Ciptaan Rian Permana serta lagu degung populer lainnya.

Ketua PSL Banten, Dudung Permana mengatakan, pihaknya terus berupaya menanamkan seni dan budaya Sunda kepada generasi milenial. Tujuannya untuk melestarikan Seni Budaya Sunda. Untuk itu, dirinya terus mendorong generasi-generasi milenial untuk mencintai Seni Budaya Sunda.

“Generasi milenial Sunda adalah pewaris utama Seni Budaya Sunda,” kata Dudung.

Dudung juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai budaya lokal dan berusaha menanamkannya kepada generasi milenial.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar Seni Budaya, Saudi Sasmita merasa reueus (bangga) atas tampilan anak-anak dalam membawakan Seni Budaya Sunda.

Saudi yang juga merupakan Seniman Sunda di Kota Serang berharap, para orang tua untuk terus berusaha menanamkan cinta terhadap seni budaya masing-masing, khususnya Sunda.

Dosen Prodi Seni Pertunjukkan Untirta, Rian Permana mengatakan, untuk anak-anak milenial harus diperkenalkan seni budaya karuhun (leluhur) sejak dini.

“Peran orang tua sangat lekat untuk bisa menanamkan cinta seni dan budaya karuhun tersebut,” katanya.

Ketua Wilayah Paguyuban Pasundan Banten, Nana Supiana mengatakan, Rabegan itu kependekan dari Ruang Budaya Gedung Juang Bersama Paguyuban Pasundan Banten, dilaksanakan secara rutin dimana saat ini baru bisa kita laksanakan satu bulan satu kali.

“Ke depan dengan meningkatnya dukungan dari berbagai pihak, Rabegan dapat dilaksanakan dua minggu. Bahkan jika perlu kita gelar satu minggu satu kali,” ujarnya.

“Harapan kami, program Rabegan ini akan menjadi ajang eksistensi bersama dari oleh dan untuk kita para seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat pada umumnya sehingga akan terbangun ekosistem seni budaya dan ekonomi ditengah kota sekaligus ajang meningkatkan keshalehan sosial guna membantu pemerintah dalam meningkatkan indek kebahagiaan masyarakat Banten,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Wilayah Paguyuban Pasundan Banten, Endang Suherman mengatakan, program Rabegan episode ke-10 di bulan Oktober ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten yang ke-23, dan Hari Sumpah Pemuda yang ke-95.

“Oleh karena itu, penyelenggaraan Rabegan ke-10 sekaligus dalam rangka memeriahkan serta memperingatinya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta memberikan dukungan secara aktif sehingga program Rabegan dapat dilaksanakan dengan lancar dan sukses setiap episodenya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PSL Banten adalah perkumpulan orang-orang yang berasal dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang sudah menetap di Banten.

Anggota PSL Banten menyebar dan sudah menetap serta berbaur dengan seluruh masyarakat Banten.

Moto PSL Banten adalah Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan salah satu misinya adalah melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya Sunda. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *