Ribuan Pecinta Burung se Indonesia Ikut Festival di Tuban

Tuban, Kabarxxi.com – Sebanyak 1.200 burung warga Tuban, Jawa Timur diikutkan Festival. Burung-burung itu merupakan kelas berkicau tingkat nasional yang digelar sebagai rangkaian Hari Jadi ke-730 kabupaten Tuban, Minggu (29/10/2023).

Acara itu berlangsung di alun-alun, Tuban dengan peserta sekitar 2.000 pecinta burung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Kantor Bea Cukai Bojonegoro, Kunawi, Kepala Diskominfo-SP Tuban, Arif Handoyo, sejumlah pimpinan OPD dan Camat, serta perwakilan Perbankan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban Gunadi berharap pelaksanaan kegiatan mampu membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya itu, mampu mendukung percepatan gerak roda perekonomian masyarakat. Juga meningkat antusias masyarakat terhadap pelestarian burung.

“Apalagi sudah mendapat juara maka harga burung melejit naik sehingga berdampak pada perekonomian pembudidaya,” tuturnya.

Gunadi mewakili Pemkab Tuban memberikan apresiasi atas semangat pecinta burung atas partisipasinya dalam perayaan Hari Jadi Tuban tahun 2023. Penyelenggaraan kegiatan ini wujud sinergitas antara Pemkab Tuban, Kantor Bea Cukai Bojonegoro, dan komunitas pecinta burung.

“Kebersamaan ini harus dapat terus dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Burung Berkicau, Agus Rianto menyebutkan pada Festival dan Lomba Burung Berkicau ini,1.200 burung yang dilombakan milik 800 orang. Mereka akan bertanding di 20 kategori dengan 60 gantangan per kategori.

“Total pecinta burung yang hadir sebanyak 2.000 peserta baik joki, pemilik, bahkan kolektor. Terjauh dari Bekasi,” ujarnya.

Agus Rianto mengatakan selain ikut merayakan Hari Jadi Tuban, kegiatan ini untuk mempererat persaudaraan antar pecinta burung.

Disamping itu, juga menggelorakan semangat melestarikan burung. Harapannya menjadi kegiatan rutin yang masuk dalam rangkaian hari jadi Tuban.

Salah satu pecinta burung asal Malang, Budiono mengaku senang mengikuti Festival dan Lomba Burung Berkicau di Tuban. Menurutnya, tidak semua pemerintah daerah memberi perhatian terhadap kegiatan dan pelestarian burung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *