Beranda Daerah SKB 3 Menteri: Sekolah Dilarang Mewajibkan Peserta Didik Gunakan Seragam Khusus Keagamaan

SKB 3 Menteri: Sekolah Dilarang Mewajibkan Peserta Didik Gunakan Seragam Khusus Keagamaan

Jakarta, Kabarxxi.com – Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri soal penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah resmi diterbitkan.

SKB 3 Menteri itu yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Ada sejumlah poin yang mengatur tentang pemakaian seragam. SKB 3 Menteri ini terbit dengan Nomor 02/KB/2021, Nomor 025-199 Tahun 2021, dan Nomor 219 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerinta Daerah Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam salinan SKB 3 menteri ini disebutkan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan di lingkungan sekolah berhak untuk memilih menggunakan pakaian seragam dan atribut tanpa kekhasan agama tertentu atau dengan kekhasan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah daerah dan sekolah memberikan kebebasan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memilih menggunakan pakaian seragam dan atribut,” demikian isi salinan SKB 3 Menteri, seperti dilihat, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga :  Video Viral Aksi Jambret, Tak Sampai 6 Jam Polsek Cipondoh Berhasil Bekuk Pelaku

SKB 3 Menteri ini juga memuat sanksi bagi pimpinan pemerintah daerah atau kepala sekolah bagi yang tidak melaksanakan keputusan ini.

Dipaparkan, Pemda bisa memberikan sanksi disiplin bagi kepala sekolah pendidik, atau tenaga kependidikan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemendari juga bisa memberi sanksi kepada gubernur berupa teguran tertulis dan atau sanksi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mendikbud Nadiem Makarim sendiri kemarin menyampaikan, adanya SKB ini, pemerintah daerah dan kepala sekolah wajib mencabut aturan yang mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan atau tanpa kekhususan agama. Pemda dan kepala sekolah diberi waktu 30 hari.

“Karena ada peraturan bahwa itu haknya individu. Berarti konsekuensinya adalah Pemda dan kepala sekolah wajib mencabut aturan-aturan yang mewajibkan ataupun melarang atribut tersebut paling lama 30 hari sejak keputusan bersama ini ditetapkan,” kata Nadiem, dalam jumpa pers virtual, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga :  Fadli Zon Dipolisikan Gegara Konten Porno

Sementara itu, Kementerian Agama juga akan melakukan pendampingan praktek agama yang moderat, dan dapat memberikan pertimbangan untuk pemberian dan penghentian sanksi.

Baca Juga :  14 Bulan Jabat Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto Ucapkan Terimakasih

“Jadi ada sanksi yang jelas kepada pihak yang melanggar surat keputusan bersama tiga menteri ini,” kata Mendikbud.

Para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh ini dikecualikan dari ketentuan keputusan bersama ini, sesuai dengan keputusan Aceh berdasarkan ketentuan perundang-undangan terkait pemerintahan Aceh.

Salah satu yang terpenting adalah untuk menekankan, bahwa untuk memonitor pelaksanaan SKB 3 menteri ini, masyarakat harus terlibat, baik orang tua, murid, dan guru harus terlibat.

“Kami memberikan kesempatan untuk mengajukan aduan atau pelaporan terkait pelanggaran SKB Tiga Menteri ini di Kemendikbud ya. dengan ULT atau Unit Pelayanan Terpadu kita dengan pusat panggilan 177, dan berbagai macam portal dari website kita, email kita, dan portal lapor yang bisa dihubungi, dan tentunya secara terpusat akan kami monitor untuk memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini tidak terjadi,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

Ibu di Ngawi Mesum Dengan Pacar Putrinya, Pelaku Pria Ditangkap

Ngawi, Kabarxxi.com - Heboh video seorang ibu di Ngawi berinisial SW (48) berbuat mesum dengan pria berinisial AGR (29), yang merupakan pacar...

PANTAU TERUS !