Tambang Emas Ilegal di Bukit Barisan Pasaman Menelan Korban Jiwa, APH Diminta Usut Tuntas

Pasaman, KabarXXI.com – Tambang emas ilegal di kawasan Rumput Pahit, Bukit Barisan, Pasaman, kembali menelan korban jiwa. Aparat penegak hukum diminta mengusut kasus ini hingga tuntas.

Selama ini, tambang emas ilegal di Rumput Pahit telah menyebabkan banyak korban jiwa. Meskipun masyarakat memahami bahwa tambang ini menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak orang, namun risiko yang ditimbulkan sangat tinggi.

Pada tanggal 10 Maret, seorang lelaki berinisial AM, warga Kampung Sianok, Nagari Ganggo Hilia, meninggal dunia di dalam lubang tambang emas IPAH di Rumput Pahit. Diduga kuat, AM tewas akibat keracunan gas metan di dalam lubang tambang tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya, berinisial H dan B, berhasil diselamatkan.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang upaya mencari nafkah yang harus dibayar dengan nyawa. Tambang ilegal di kawasan Bukit Barisan ini telah lama menjadi dilema. Di satu sisi, ini adalah sumber penghidupan bagi banyak orang, tetapi di sisi lain, tambang ini telah menelan banyak korban.

Selama ini, pihak berwenang tampak kesulitan mengambil tindakan tegas. Penambangan yang dihentikan berarti memutus sumber mata pencaharian banyak orang, namun membiarkan tambang tetap beroperasi mengakibatkan korban terus berjatuhan. Setiap kali terjadi kematian di tambang tersebut, tampaknya dianggap sebagai musibah biasa, meskipun nyawa telah melayang.

Berapa banyak anak-anak yang menjadi korban akibat kehilangan ayah mereka yang meninggal di tambang ilegal ini? Mereka harus menanggung kesengsaraan, namun kegiatan tambang tetap berlangsung seolah tidak ada yang terjadi.

Pertanyaan pun muncul, apakah hukum tidak berlaku untuk penambang ilegal? Oleh karena itu, penegak hukum diminta untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Selain itu, Dinas Kehutanan dan KSDA juga diharapkan turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini, mengingat tambang tersebut berada di kawasan hutan lindung. (Red/Ismed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *