Beranda Opini Tim Advokasi Ulama dan Aktivis Berencana Gugat Presiden dan DPR RI

Tim Advokasi Ulama dan Aktivis Berencana Gugat Presiden dan DPR RI

Opini oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.*)

[Dalam Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Secara Materiil Dalam Fungsinya Positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Juncto Perbuatan Tercela Presiden Negara Republik Indonesia]

Sebenarnya, jika lembaga Negara menginsyafi tugas pokok, peran dan fungsinya, menjalankannya secara murni dan konsisten, termasuk berani mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri saat tak mampu mengemban amanah kekuasaan, sudah pasti rakyat tidak perlu terlibat langsung mengontrol jalannya roda pemerintahan. Pada faktanya, ada yang tidak memahami bahkan masa bodoh dengan tugas pokok, peran dan fungsinya, sehingga menjalankan roda pemerintahan dengan tidak bertanggungjawab.

Presiden Joko Widodo, tak segera mengambil inisiatif mengundurkan diri (berhenti dari jabatannya) meskipun terbukti gagal memimpin. Hutang menggunung, ekonomi nyungsep, hukum dijalankan secara diskriminatif, terjadi pembelahan ditengah rakyat, janji politik tidak dipenuhi, kedaulatan negara terkoyak, BUMN merugi, dan sederet problem lainnya yang membuat bangsa ini makin terpuruk. DPR RI juga diam seribu bahasa, melihat sejumlah pelanggaran UU dan perbuatan tercela yang dilakukan oleh Presiden.

Padahal, tindakan Presiden telah melanggar ketentuan pasal 7A Konstitusi yang karenanya Presiden dapat mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri (berhenti dari jabatannya) dan DPR dapat melakukan kontrol dengan merekomendasikan pemberhentian Presiden melalui Mahkamah Konstitusi. Tindakan Presiden dan DPR ini, terkategori perbuatan melawan hukum Secara Materiil Dalam Fungsinya

Positif, baik oleh sebab diabaikannya fungsi Presiden selaku kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dan DPR yang memiliki fungsi kontro eksekutif dengan mengaktifkan hak angket,  hak interpelasi, dan hak menyatakan pendapat.

Baca Juga :  Pasal 2D Maklumat Kapolri Terkait FPI Jadi Multi Tafsir, Dikhawatirkan Membatasi Kebebasan Pers

Atas dasar itulah, sejumlah Warga Negara Republik Indonesia memberikan kuasa kepada Tim Advokasi Ulama dan Aktivis (TPUA), untuk menggugat DPR dan Presiden. Tujuannya, agar Presiden menginsyafi dirinya lalai mengemban amanah dan mengambil inisiatif untuk mengundurkan diri. Sementara itu, DPR didorong untuk menjalankan amanat rakyat dengan mengaktifkan fungsi kontrol baik melalui pelaksana hak angket,  hak interpelasi, dan hak menyatakan pendapat. Setelah itu, DPR dapat membawa hasilnya ke Mahkamah Konstitusi untuk disidangkan.

Baca Juga :  Perlu Penindakan Tegas Terhadap Kejahatan Penggunaan Alat Rapid Test Bekas, Kejahatan Biasa yang Dampaknya Sangat Serius

Alhamdulillah, dalam konsolidasi awal materi gugatan telah selesai dibuat. Seluruh Tim Lawyer yang terlibat, yakni :

1. Prof Dr. H..Eggi Sudjana, SH., MSi

2. H. Damai Hari Lubis, SH.,MH

3. Azam Khan,SH

4. Arvid Martdsaktyo SH., MKN.

5. Novel Chaidir Hasan Bamu’min, SH. M Sos. I

6 . Mahmud, SH., MH., CLA.

7. Ratih Puspa Nusanti,SH

8. Ir. Bayu Wibisono TEP,, SH.

9. Firly Noviansyah SH

10. Akhmad Khozinudin, SH

11. Borkat Harahap, SH

12. Agus Susanto, SH,. MH.

13. Muhtarom Lardy Syam,SH

14. Yulius Andesta, SH

15. Dulhaji Sangadji,  SH

16. Muhamad Ali, SH, MH

17. Elidanetti, SH, MH

18. Muhammad Syafiq Ridho, SH

19. M. Jonson Hasibuan, SH

Baca Juga :  Migrasi TV Digital, Pemerintah Bantu Penyediaan Alat Penerima Siaran Digital

20. H. Ismar Syafruddin, SH., MA.

Telah secara bersama-sama merampungkan persiapan untuk mengajukan gugatan. Gugatan ini penting dilakukan untuk mengingatkan Presiden sekaligus membangunkan DPR agar menjalankan fungsinya.

Langkah ini tak mudah, namun bukan berarti mustahil. Menggunakan pendekatan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Secara Materiil Dalam Fungsinya

Positif, sejumlah warga negara berinisiatif turun langsung berikhtiar untuk memperbaiki kondisi negeri ini.

Saat DPR diam, saat Presiden cuek, rasanya rakyat tidak tepat jika mengambil pilihan untuk diam. Karena sikap diam, bisa dianggap membenarkan. Padahal, persoalan yang dihadapi negeri ini semakin hari semakin parah.

Ada ungkapan Arab yang terkenal : “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, ”where there is a will there is a way !” atau Maher Zain dalam lagunya mengatakan : Insyaallah Ada jalan.

Penulis kira, keyakinan itu wajib dijadikan dasar aktivitas melakukan ikhtiar perbaikan bagi bangsa ini. Tak mungkin hasil mengkhianati usaha. Tak ada hasil, yang dapat diperoleh hanya dengan duduk-duduk berpangku tangan.

Selanjutnya, kami segenap  Tim  Kuasa Hukum Penggugat, memohon doa kepada segenap rakyat Indonesia, agar ikhtiar diridhoi Allah SWT, dimudahkan dalam diberikan kemenangan. Semoga, semua ikhtiar ini dicatat sebagai amal Sholeh, yang kelak akan memberatkan timbangan amal kebajikan di akhirat. Amien.

Penulis adalah Koordinator Lawyer Tim Pembela Ulama & Aktivis/ TPUA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Viral Video Mesum Parakan 01 Hebohkan Warga

Serang, Kabarxxi.com - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang melakukan tindakan mesum di belakang ruko kawasan Asiatex, Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang...

Pak Kapolri, Ini Hasil Pemalakan oleh Oknum Penyidik Bareskrim AKBP Binsan Simorangkir

Oleh: Wilson Lalengke Beberapa waktu belakangan, viral diberitakan tentang dugaan pemalakan yang dilakukan oknum penyidik di Subdit IV Direktorat...

DPP Badak Banten Pecat Eli Sahroni Dengan Tidak Hormat

Kota Tangerang, Kabarxxi.com - DPP Badak Banten tindak tegas Eli Sahroni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten berupa...

Kades Mekarjaya Dinilai Arogan ‘Aing Mah Fokus Neangan Duit’

Lebak, kabarxxi.com - Saleh selaku Kades Mekarjaya kecamatan Cimarga, kabupaten Lebak akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat khususnya kaum milenial di Desa tersebut....

PANTAU TERUS !