Tingkatkan Produksi Nasional, Kementan Dorong Daerah Kembangkan Varietas Lokal

JAKARTA, KabarXXI.Com – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan varietas lokal dalam meningkatkan produksi nasional.

Terkait hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para Kepala Daerah mengawal jalanya produksi beras tahun ini.

Dia ingin Indonesia mampu mencapai swasembada sehingga ke depan Indonesia tak lagi bergantung pada kebijakan impor.

“Kondisi dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Bahkan sudah ada negara yang kelaparan dan beberapa negera menyetop ekspor karena perubahan cuaca. Jadi mau tidak mau kita harus menuju swasembada dan harus berdiri di kaki sendiri. Kenapa? Karena Indonesia bisa mengoptimalkan potensi yang ada,” ujar Mentan beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementan, Leli Nuryati mendorong lebih banyak pengembangan varietas lokal.

Terbaru, PVTPP menyerahkan sertifikat tanda daftar varietas unggul bernama Dharma Nina Ayu (DNA) dalam sebuah acara panen raya yang berlangsung di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Indramayu, Jawa Barat.

Menurut Leli, varietas padi lokal unggul DNA terbukti memiliki beragam keunggulan. Di antaranya tekstur nasi yang pulen, dengan bobot 1.000 butir padi mencapai 31,230 gram. Selain itu bentuk bulir beras lonjong dengan kadar amilosa sekitar 13,46 persen.

“Umur dari varietas DNA juga relatif genjah yaitu dibawah 150 hari dengan potensi panen mencapai 8 ton per hektar,” katanya.

Leli mengatakan, varietas DNA bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Indramayu.

Dia juga mengajak para penangkar benih di daerah ini untuk mengembangkan benih tersebut.

“Terutama karena varietas ini dapat beradaptasi dengan baik di dataran rendah Indramayu selama musim hujan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kementan mengapresiasi Bupati Indramayu, Nina Agustina yang telah memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Salah satu upayanya adalah mendaftarkan varietas Dharma Nina Ayu agar memiliki sertifikat milik Kabupaten Indramayu.

“Hal ini membuktikan komitmen Kabupaten Indramayu dalam menjaga keanekaragaman genetik dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina menyampaikan terima kasih atas perhatian kementan pada varietas lokal. Dia pun mengajak para penyuluh untuk bekerja bersama dengan petani dalam upaya mengembangkan varietas tersebut.

“Saya berharap agar pengusaha penggilingan beras lokal memberi label nama Indramayu pada setiap kantong beras yang dijual di pasaran sebagai bentuk identitas bahwa beras tersebut dihasilkan dari wilayah Indramayu. Dengan demikian kita akan semakin menguatkan posisi Indramayu sebagai daerah produsen beras terbesar di tingkat nasional,” jelasnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *