Berita Terbaru

Menakar Adab Doa di Era Digital: Antara Ketulusan Hati dan Etalase Media Sosial

By On Juni 02, 2026

LEBAK, KabarXXI.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara seseorang mengekspresikan harapan, keluh kesah, hingga doa kepada Tuhan. Fenomena maraknya unggahan doa di media sosial kini menjadi perhatian tersendiri dalam kehidupan spiritual masyarakat modern.

Dalam sebuah kajian bertajuk "Menakar Adab Doa di Era Digital: Antara Ketulusan Hati dan Etalase Media Sosial", disampaikan bahwa kemudahan teknologi seharusnya tidak menggeser esensi doa sebagai komunikasi paling intim antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.

"Di era media sosial saat ini, kita sering menjumpai doa-doa yang dipublikasikan melalui status WhatsApp, Instagram Story, maupun platform lainnya. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting mengenai adab dalam berdoa. Apakah doa masih menjadi munajat pribadi kepada Allah, atau justru telah bergeser menjadi konsumsi publik?" ungkap pemateri.

Menurutnya, secara teologis doa merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Allah SWT. Dalam Islam, salah satu adab utama berdoa adalah dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan suara yang lembut.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 55 yang artinya:

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Kajian tersebut menegaskan bahwa doa yang paling khusyuk sering kali lahir dalam kesunyian, terutama saat seorang hamba bermunajat pada sepertiga malam terakhir tanpa diketahui siapa pun selain Allah SWT.

Namun demikian, ketika doa dipublikasikan di media sosial, terdapat tantangan besar yang harus diwaspadai, yakni munculnya sifat riya dan sum'ah atau keinginan untuk mendapatkan pujian serta perhatian manusia.

"Setiap orang perlu bertanya kepada dirinya sendiri sebelum mengunggah sebuah doa. Siapa yang sebenarnya diharapkan membaca doa itu? Allah Yang Maha Mendengar atau justru sesama manusia yang diharapkan memberikan respons dan simpati?" jelasnya.

Meski demikian, kajian tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi setiap unggahan doa secara negatif. Dalam beberapa kondisi, publikasi doa di media sosial dapat dilandasi niat yang baik.

Salah satunya adalah sebagai ikhtiar meminta dukungan doa dari sesama muslim dengan harapan ada orang-orang saleh yang turut mengaminkan permohonannya. Selain itu, ungkapan syukur yang dibagikan melalui media sosial juga dapat menjadi bentuk syiar positif untuk mengingatkan orang lain agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Sebagai solusi, masyarakat diajak untuk lebih bijak dan proporsional dalam menggunakan media sosial. Sebelum mengunggah doa, seseorang dianjurkan melakukan introspeksi terhadap niat yang melatarbelakanginya.

Pemateri juga menyarankan agar keinginan untuk mendapatkan doa dari orang lain disampaikan dalam bentuk permohonan doa, bukan menjadikan media sosial sebagai tempat bermunajat secara langsung.

"Daripada menuliskan doa secara langsung di media sosial, akan lebih tepat jika menyampaikan permohonan kepada sahabat dan kerabat untuk turut mendoakan. Dengan demikian, adab kepada Allah tetap terjaga, sementara dukungan moral dari sesama tetap bisa diperoleh," ujarnya.

Di akhir kajian, masyarakat diingatkan agar tidak kehilangan kekhusyukan spiritual di tengah derasnya arus digitalisasi. Media sosial hendaknya menjadi sarana kebaikan, bukan tempat mencari validasi manusia atas ibadah yang seharusnya hanya dipersembahkan kepada Allah SWT.

"Jangan sampai kita merasa lebih dekat dengan para pengikut di dunia maya dibandingkan dengan Sang Pencipta. Mari mengembalikan kemuliaan doa pada tempatnya, menjaga hati dari riya, serta terus bermunajat kepada Allah dengan penuh ketulusan," pungkasnya. (Red) 

Pedagang Cilok di Cikupa Ditemukan Tewas Dalam Kontrakan, Diduga Korban Pembunuhan

By On Juni 02, 2026

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi TKP penemuan mayat pria, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.ComKapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat pria di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa petang, 02 Juni 2026. 

Di kontrakan tersebut, seorang pria berinisial R yang sehari-hari berjualan cilok ditemukan meninggal. Saat mengecek TKP, nampak bekas darah di lantai. 

"Kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini," kata Indra Waspada. 

Dia menjelaskan, korban terindikasi meninggal karena pembunuhan. Oleh karena itu, petugas langsung bergerak memeriksa saksi, barang bukti, termasuk menyisir sekitar lokasi guna mendapatkan bukti petunjuk. 

"Terkait korban, kami masih menunggu hasil autopsi," ujarnya. 

Indra Waspada juga mengatakan, korban baru sekitar 10 hari tinggal di kontrakan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban diketahui tinggal berdua bersaama rekannya. 

"Penyelidikan masih terus kami lakukan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," pungkasnya. (Reno)

Bupati Tangerang Gerak Cepat Sambagi Kediaman Warga Pasir Muncang Jayanti Terkait RTLH dan Pastikan Segera Dibangun

By On Juni 02, 2026

Kondisi rumah milik Herman, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau kondisi Rumah Tidak Layak hlHuni (RTLH) milik Herman, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa, 02 Juni 2026. 

Kedatangan Bupati Measyal Rasyid tersebut didampingi Camat Jayanti, Pemerintah Desa, petugas kesehatan, serta sejumlah pihak yang turut membantu penanganan kondisi Herman yang hidup seorang diri tanpa istri dan anak. 

Saat melihat langsung kondisi tempat tinggal Herman yang berdiri di atas lahan milik perusahaan, Bupati menilai perlu adanya langkah cepat agar Herman memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat. 

"Saya tadi pagi mendapat informasi bahwa ada warga yang memerlukan perhatian pemerintah daerah. Setelah kami lihat langsung, memang harus segera kita bangunkan rumah yang layak huni. Alhamdulillah, kakaknya, Ibu Ela, telah mengikhlaskan sebagian lahannya untuk dibangun rumah bagi Pak Herman," ujar Bupati Maesyal Rasyid. 

Menurutnya, lahan seluas 4 x 6 meter yang disediakan keluarga menjadi solusi agar Herman bisa memiliki tempat tinggal permanen yang legal dan lebih layak. 

Rencananya, pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara gotong royong berbagai pihak dengan dukungan material dan tenaga kerja yang telah disiapkan. 

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau kondisi RTLH milik Herman, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa, 02 Juni 2026. 

Bupati menegaskan, proses pembangunan rumah tersebut tidak akan ditunda. Bahkan, di hari yang sama telah dilakukan persiapan pencarian tenaga tukang serta pemesanan material bangunan. 

"Hari ini sudah dicari tukangnya dan material juga langsung dipesan. InsyaAllah besok pembangunan sudah dimulai. Kita ingin Pak Herman segera memiliki rumah yang layak huni dan sehat," tegasnya. 

Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Herman yang diketahui mengalami keluhan pada bagian kaki dan pinggang. 

Petugas dari Puskesmas setempat yang turut hadir diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Apabila diperlukan penanganan lanjutan, pihaknya akan memberikan rujukan ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih optimal. 

"Kesehatannya juga harus diperhatikan. Tadi sudah ada petugas kesehatan yang hadir. Jika memang perlu pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan, akan langsung kita fasilitasi ke rumah sakit agar beliau bisa sehat dan tinggal dengan nyaman," ujarnya. 

Ia juga menegaskan, kehadiran pemerintah harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama warga kurang mampu yang menghadapi persoalan tempat tinggal dan kesehatan. 

"Kita ingin memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian. Pemerintah harus hadir, melihat langsung kondisi masyarakat, dan memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan," pungkasnya. (Reno)

Gubernur Andra Soni Pantau Pelaksanaan MBG dan pra-SPMB

By On Juni 02, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat meninjau pendistribusian MBG dan tahapan pra-SPMB di SMAN 1 Ciputat, Kota Tangsel, Selasa, 02 Juni 2026. 

TANGSEL, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 berjalan dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. 

​"Semua ini bermuara pada bagaimana pelayanan kita kepada masyarakat bisa berjalan dengan optimal," ujar Andra Soni usai meninjau pendistribusian MBG dan tahapan pra-SPMB di SMAN 1 Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 02 Juni 2026. 

​Menurut Andra, pelaksanaan distribusi MBG di SMAN 1 Ciputat sudah berjalan lancar. Di tengah masa ujian sekolah yang sedang berlangsung, jadwal pembagian MBG disesuaikan dengan waktu istirahat siswa atau dilakukan lebih awal dari biasanya. 

​"Setiap hari menu yang disajikan bervariasi dan tetap memenuhi standar gizi," tuturnya. 

​Terkait proses pra-SPMB, Andra menilai tahapannya sudah berjalan baik. Ia bahkan menyaksikan langsung proses verifikasi data yang dilakukan panitia terhadap salah satu orang tua calon siswa. 

​"Saya meminta seluruh panitia SPMB memberikan pelayanan yang baik kepada semua orang tua calon siswa. Semuanya sama rata, tidak ada yang diistimewakan," tegas Andra. 

​Ia juga mengimbau masyarakat Banten untuk mematuhi aturan yang berlaku. Andra meminta agar sistem yang telah dibangun dibiarkan berjalan semestinya tanpa adanya praktik titip-menitip siswa atau intervensi kepada kepala sekolah dan panitia. 

​"Semuanya harus berjalan secara transparan," katanya. 

​Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ciputat, Lina Nurlina menegaskan bahwa pendistribusian MBG di sekolahnya selama ini berjalan tanpa kendala. Berbagai menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selalu bervariasi setiap hari. 

​"Ada 961 siswa penerima MBG dari kelas X sampai XII," kata Lina. 

​Lina mengaku tenang karena adanya komitmen kuat dari Gubernur Banten untuk menjaga proses SPMB agar tetap sesuai aturan. 

Komitmen tersebut menjadi jaminan bagi dirinya dan seluruh panitia untuk menjalankan proses seleksi dengan sebaik-baiknya. 

​"Alhamdulillah, berkaca dari tahun lalu, meskipun ada saja pihak yang mencoba melakukan intervensi, kami bisa dengan tegas menolak karena dilindungi oleh komitmen dari Gubernur," ungkapnya. 

​Saat ini, tercatat ada sekitar 2.400 pendaftar yang masuk ke dashboard SMAN 1 Ciputat, padahal daya tampung sekolah hanya 288 kursi. Ketatnya proses seleksi membuat pihak sekolah ekstra hati-hati dalam menjalankan SPMB. 

​"Untungnya, Bapak Gubernur juga mengeluarkan kebijakan sekolah gratis bagi swasta. Jadi, siswa yang tidak diterima di sekolah negeri bisa memilih sekolah swasta terdekat yang sama-sama gratis," pungkas Lina. (*/red)

AIMS Indonesia Resmi Dibuka di Jakarta, Berhasil Memperoleh Izin BAPPEBTI

By On Juni 02, 2026

AIMS resmi meluncurkan AIMS Indonesia pada tanggal 25 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - AIMS resmi meluncurkan AIMS Indonesia pada tanggal 25 Mei 2026, menandai tonggak penting dalam perluasan regional perusahaan serta memperkuat komitmen jangka panjangnya terhadap perekonomian terbesar di Asia Tenggara. 

Acara Pembukaan Resmi tersebut merayakan pencapaian penting bagi perusahaan, yaitu memperoleh izin BAPPEBTI, otorisasi regulator yang mengizinkan AIMS beroperasi secara resmi di Indonesia. 

Dengan pengesahan tersebut, AIMS Indonesia berwenang sepenuhnya untuk melayani pasar Indonesia dengan standar tinggi dalam kepatuhan, keamanan dana, dan infrastruktur perdagangan berstandar institusional. 

Diselenggarakan di kantor baru AIMS Indonesia di pusat Jakarta, acara ini dihadiri lebih dari 300 tamu, termasuk pemimpin industri, mitra strategis, klien, perwakilan media, dan delegasi AIMS dari berbagai negara. 

Malam pembukaan menampilkan Lamborghini Huracán yang dipamerkan di bawah terowongan LED yang dirancang khusus, serta pertunjukan merek yang imersif, mencerminkan posisi premium dan ambisi global AIMS. 

Salah satu sorotan utama dari ajang ini adalah presentasi perusahaan yang menelusuri pertumbuhan AIMS sejak didirikan pada tahun 2015, termasuk kemitraan penting dengan Borussia Dortmund pada tahun 2022, ASEAN Football Federation pada tahun 2023, Tottenham Hotspur pada tahun 2024, dan Lamborghini pada tahun 2026. 

"Ini bukanlah sekadar pembukaan kantor, melainkan juga merupakan pernyataan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia dan terhadap tiap pelaku perdagangan yang telah menaruh kepercayaan kepada kami," kata Windy Alexandra, Pejabat Eksekutif Tertinggi, AIMS Indonesia. 

"Keamanan dana tetap menjadi inti dari segala yang kami lakukan. Penerimaan izin BAPPEBTI oleh kami merupakan pengakuan atas pendekatan kami dan menegaskan bahwa AIMS Indonesia hadir untuk melayani pasar dengan integritas, transparansi, dan standar kepatuhan tertinggi." 

Dengan jumlah penduduk yang melebihi 270 juta jiwa, tingkat adopsi digital yang terus meningkat, dan minat yang makin besar terhadap pasar keuangan, Indonesia merupakan salah satu peluang pertumbuhan yang paling penting bagi AIMS di kawasan ini. 

Peluncuran AIMS Indonesia menandai awal dari babak baru yang penting bagi Group. 

Didukung oleh tim kepemimpinan lokal yang kuat, persetujuan regulator BAPPEBTI, dan ekosistem global AIMS, AIMS Indonesia berada pada posisi yang kuat untuk menjadi salah satu pelaku utama di salah satu pasar keuangan paling dinamis di Asia Tenggara. 

Tentang AIMS

AIMS adalah merek dengan pengalaman selama 11 tahun di industri serta pialang keuangan tepercaya bagi pelaku perdagangan institusional maupun perorangan di seluruh dunia. 

Dengan kehadiran global yang mencakup lebih dari 21 negara dan wilayah, AIMS dikenal atas platform perdagangannya yang berkinerja tinggi, selisih harga yang sangat kompetitif, serta filosofi layanan yang berpusat pada nasabah. 

Tentang AIMS INDONESIA

AIMS adalah merek dengan pengalaman selama 11 tahun di industri serta pialang keuangan tepercaya bagi pelaku perdagangan institusional maupun perorangan di seluruh dunia. 

Dengan kehadiran global yang mencakup lebih dari 21 negara dan wilayah, AIMS dikenal atas platform perdagangannya yang berkinerja tinggi, selisih harga yang sangat kompetitif, serta filosofi layanan yang berpusat pada nasabah. (*/red)

IKA Unpad Bentuk Forum Ekonomi Hijau, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

By On Juni 02, 2026

Hutan Indonesia. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketidakpastian ekonomi global, gagasan ekonomi hijau semakin menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi wacana akademik. 

Indonesia kini berada di titik penting untuk menentukan arah pembangunan masa depan, pilihannya tetap bertumpu pada pola ekonomi lama yang eksploitatif, atau mulai bertransisi menuju model pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan resilien. 

Kesadaran inilah yang mendorong Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi lahirnya Forum Ekonomi Hijau (FEH), sebuah forum kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat dialog, gagasan, dan sinergi menuju pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Forum ini akan diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, pengambil kebijakan, pelaku industri, serta komunitas masyarakat sipil. 

Komut PLN, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A. 

Secara global, konsep ekonomi hijau telah menjadi perhatian utama banyak negara. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai “ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sambil secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis.” 

Definisi tersebut menjadi fondasi berbagai kebijakan ekonomi hijau sejak awal dipublikasikan melalui laporan Towards a Green Economy pada 2011. 

World Bank juga memperkenalkan pendekatan ekonomi yang dikenal dengan inclusive green growth, yakni ekonomi yang efisien dalam penggunaan sumber daya alam, minim polusi, serta tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan risiko bencana. 

Meski memiliki pendekatan berbeda, hampir seluruh konsep ekonomi hijau memiliki benang merah yang sama,  pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan, namun tanpa mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi mendatang. 

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau sekaligus Corporate Transformation Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Dr. Ferdian Agustiana.  

Dalam konteks Indonesia, urgensi ekonomi hijau menjadi semakin nyata. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, hutan tropis, potensi energi baru terbarukan, serta bonus demografi yang dapat menjadi modal besar menuju ekonomi masa depan. 

Namun di sisi lain, Indonesia juga menghadapi ancaman serius berupa banjir, krisis air, polusi udara, kerusakan hutan, cuaca ekstrem, hingga ketergantungan ekonomi pada eksploitasi sumber daya alam mentah. 

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad Dr. (HC), Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menilai bahwa Indonesia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi berkelanjutan. 

“Biaya mempertahankan model pembangunan lama hari ini sebenarnya sudah jauh lebih mahal dibandingkan biaya untuk bertransisi menuju ekonomi hijau. Kita harus melihat ekonomi hijau bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang besar menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa,” ujarnya. 

Sekjen IKA Unpad, Yhodhisman Sorata. 

Menurut Burhanuddin, transisi menuju ekonomi hijau juga akan menentukan daya saing Indonesia di tingkat global. Dunia internasional saat ini semakin menuntut praktik pembangunan dan industri yang lebih rendah karbon, lebih efisien dalam penggunaan energi, dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

“Ke depan, negara yang mampu beradaptasi dengan ekonomi hijau justru akan menjadi pemenang ekonomi dunia. Indonesia punya modal besar untuk itu, tetapi dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar transformasi ini tidak berjalan parsial,” jelas Burhanuddin Abdullah. 

Gagasan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya Forum Ekonomi Hijau. 

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., menjelaskan bahwa forum ini diinisiasi sebagai ruang strategis untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam merumuskan masa depan pembangunan Indonesia. 

“Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” kata Yhodhisman. 

Ia menambahkan, pada tahap awal Forum Ekonomi Hijau akan diluncurkan sebagai bagian dari ekosistem IKA Unpad. Namun dalam jangka panjang, forum ini diharapkan dapat berkembang menjadi platform independen yang membuka ruang diskusi publik lebih luas mengenai kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, serta transformasi ekonomi Indonesia. 

'IKA Unpad ingin mengambil peran strategis sebagai katalisator kolaborasi. Kampus memiliki kekuatan pengetahuan, alumni memiliki jejaring lintas sektor, dan masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang sehat mengenai masa depan pembangunan kita,” lanjutnya. 

Peluncuran Forum Ekonomi Hijau nantinya juga akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar untuk berdiskusi mengenai formula terbaik penerapan ekonomi hijau di Indonesia. Di antaranya Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Umum IKA Unpad; Purbaya Yudhi Sadewa, S.T., M.Sc., Ph.D., Menteri Keuangan RI; Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., Menteri Lingkungan Hidup RI; Dr. Tasdiyanto Rohadi, Dewan Pakar Bidang Lingkungan Hidup IKA Unpad; Prof. Dr. Ir. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., Alumni MIPA Unpad/Mantan Rektor UICI; dan Masyita Crystalin, Ph.D, Head of Economics, Portfolio Alignment & Sustainability. Danantara Indonesia, serta sejumlah pakar lainnya. 

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau sekaligus Corporate Transformation Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Dr. Ferdian Agustiana, menilai bahwa pembicaraan mengenai ekonomi hijau harus mulai diterjemahkan menjadi langkah nyata dan terukur. 

“Selama ini kita sering berbicara tentang keberlanjutan dalam level konsep. Padahal tantangan yang kita hadapi sudah sangat konkret. Karena itu Forum Ekonomi Hijau ingin mendorong lahirnya diskusi yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan menghasilkan rekomendasi nyata,” ujarnya. 

Ferdian juga menekankan bahwa ekonomi hijau tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat dan masa depan ekonomi nasional. 

"Ekonomi hijau bukan berarti menghentikan pertumbuhan ekonomi. Justru sebaliknya, ini tentang bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih cerdas, lebih efisien, lebih inklusif, dan tidak menciptakan biaya lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya. 

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau global apabila mampu memanfaatkan momentum transisi energi, pengembangan industri hijau, hilirisasi berkelanjutan, hingga inovasi berbasis teknologi ramah lingkungan. 

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak diskusi, kolaborasi, dan gerakan bersama untuk mendorong pembangunan Indonesia yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial dan tata kelola Environmental, Social, and Governance / ESG untuk keberlanjutan jangka panjang. 

“Peluncuran forum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global, keberhasilan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kemampuan menjaga bumi tetap layak dihuni bagi generasi mendatang,” pungkas Yhodisman. (*/red)

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Jatim Ajak Perkuat Persatuan

By On Juni 02, 2026

Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Polda Jatim.

SURABAYA, KabarXXI.Com - Polda Jawa Timur (Jatim) memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan global. 

Nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi menjaga keutuhan Indonesia sekaligus mewujudkan perdamaian dunia. 

Wakapolda Jatim, Brigjen Pasma Royce mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda tahunan. Tapi, momentum menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Indonesia tetap kokoh menyatukan keberagaman di tengah ketidakpastian global," ujar Pasma saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI pada upacara Hari Lahir Pancasila 2026, di Mapolda Jatim, Senin, 01 Juni 2026. 

Dalam amanat itu, Pasma juga menegaskan, Indonesia memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dunia sesuai amanat UUD 1945. 

Menurutnya, musyawarah dan mufakat dinilai menjadi instrumen penting dalam diplomasi, penyelesaian konflik, dan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia. 

Dia juga mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup, seiring kemajuan ekonomi dan teknologi yang tetap harus disertai arah moral yang kuat. 

Menurutnya, hal itu sesuai dengan tema yang diusung, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". 

Dia menilai, Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan Indonesia. Tetapi juga menjadi jawaban atas tantangan global dan upaya menciptakan perdamaian dunia. 

"Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," ujarnya. 

Dalam amanat tersebut, Pasma mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen kebangsaan, melawan intoleransi dan radikalisme. 

Serta, menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung religiusitas, persatuan, dan nilai kemanusiaan. 

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku! Merdeka!" tutupnya (*/red)

PDI-P Ungkap Tujuan "Bung Karno Bapak Marhaenis" sebagai Lagu Wajib Partai

By On Juni 01, 2026

Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memperkenalkan lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' di acara Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota DPRD PDI-P seluruh Indonesia masa bakti 2024-2029. 

Lagu itu disebut sebagai bagian dari upaya pelurusan sejarah bangsa. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto mengatkan, selama masa Orde Baru, Indonesia mengalami 'keterputusan sejarah'. Salah satu contohnya adalah larangan memperingati hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. 

Kondisi ini, kata Hasto, membuat bangsa Indonesia sempat kehilangan orientasi terhadap cita-cita awal pembentukan Negara Republik Indonesia. 

Menurut Hasto, lagu tersebut diaransemen ulang Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif yang juga cucu Sukarno (Bung Karno) sekaligus putra Presiden ke-5 RI dan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo. 

"Karena itulah dilakukan pelurusan sejarah dan konsolidasi ideologi. Nah, Mas Prananda Prabowo mengambil peran di situ," ujar Hasto kepada wartawan, Senin, 01 Juni 2026. 

Lagu ini, kata dia, bertujuan menghapus stigma negatif yang selama ini sengaja dilekatkan pada istilah 'Marhaen'. 

Selain lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenis', Prananda menciptakan Himne PDI-P dan memperkenalkan kembali tradisi pembacaan dedication of life. 

"Mas Prananda memperkenalkan kembali dengan aransemen yang baru. Itu membangkitkan kesadaran kita tentang watak sejati Pancasila untuk mengubah struktur yang menindas berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kebangsaan, dan kerakyatan itu sendiri," jelasnya. 

Selama ini, kata Hasto, istilah 'Marhaen' sering kali disalahartikan dan dicap sebagai komunisme. Padahal, lanjut dia, Marhaenisme adalah realitas sosial yang menjadi latar belakang sejarah bagi Bung Karno untuk memerdekakan rakyat Indonesia yang terpinggirkan. 

"Selama ini kita berbicara Marhaen itu kemudian dicap komunis dan sebagainya. Padahal itu adalah suatu realitas sosial yang terjadi sebagai setting historis bagi Bung Karno untuk memerdekakan rakyat Indonesia yang terpinggirkan. Mereka mandiri, tapi mereka harus dibangun kesadarannya," ujar Hasto. 

Terkait kemungkinan PDI-P mengusulkan lagu tersebut untuk diputar di acara kenegaraan, Hasto menekankan bahwa hal yang paling utama bagi partai adalah penyerapan spirit dari lagu itu sendiri dalam kebijakan nyata demi kesejahteraan rakyat. 

"Bagi PDI-P, lagu mars Bung Karno Bapak Marhaenisme yang penting adalah spiritnya itu, spirit tentang kemerdekaan kita, tentang politik kita itu untuk rakyat Marhaen. Itu penuh dengan upaya-upaya nyata bagaimana kebijakan-kebijakan ideologis sampai teknokratis itu memberi kemanfaatan bagi rakyat," tegasnya. 

Hasto menambahkan, refleksi terhadap pemikiran para pendiri bangsa sangat krusial mengingat kondisi Indonesia saat ini yang dinilai tertinggal dalam beberapa sektor. Melalui esensi lagu tersebut, pihaknya ingin mengembalikan fokus politik pada esensi mencerdaskan dan membebaskan bangsa. 

"Kita sudah tertinggal dengan Singapura, bahkan dengan Malaysia, pendidikan kita menurun kualitasnya. Maka dengan spirit lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, kita memperkuat watak sejati politik yang membebaskan dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan," pungkasnya. 

Lagu ini sempat diputar di awal sesi Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota DPRD PDI-P seluruh Indonesia masa bakti 2024-2029 yang digelar di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Sabtu, 29 Mei 2026. 

Adapun lirik lagu tersebut, yaitu: 

Rakyat Marhaen Majulah Bersatu

Membangun Dunia yang Baru

Satukanlah Gerak Langkahmu

Turut Komando yang Satu

Hiduplah Bung Karno Kita

Bapak Marhaenisme Jaya

Hiduplah Pemimpin Kita

Marhaenisme Pastilah Jaya 

(*/red)

Prabowo Sebut Pancasila Merupakan Penunjuk Arah bagi Indonesia

By On Juni 01, 2026

Presiden Prabowo Subianto. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pancasila merupakan penunjuk arah bagi Indonesia dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin, 01 Juni 2026. 

"Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita," kata Prabowo dalam pidatonya. 

Meski sebagai kompas atau pedoman, Prabowo menilai, Pancasila belum sepenuhnya diikuti dalam pembangunan ekonomi Indonesia. 

Ia melihat pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan kekayaannya dinikmati oleh pihak-pihak yang berada di luar negeri. 

"Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," tuturnya. 

Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, ia menggaungkan Ekonomi Pancasila yang berdiri di atas lima prinsip, yakni religius, kemanusiaan, berpihak kepada kepentingan nasional, kerakyatan, dan keadilan sosial. 

Ia menegaskan, kekayaan alam Indonesia bukan sekadar komoditas yang bebas diperjualbelikan, melainkan amanah yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk rakyat. 

"Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 RI adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koperasi, UMKM, dan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. 

Salah satu wujud nyatanya, kata dia, yaitu pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dirancang untuk memangkas peran tengkulak dan memajukan ekonomi daerah. 

"Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas," pungkasnya. (*/red)

Pengelola Angkat Bicara: Tidak Ada Intimidasi, Ada Permintaan Tambahan Karena Datang Bertiga

By On Juni 01, 2026

Foto ilustrasi. 

SERANG, KabarXXI.ComTuduhan intimidasi terhadap sejumlah wartawan yang meliput aktivitas pembakaran limbah timah di Kampung Parigi Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, dibantah keras oleh pihak pengelola. 

Pihak pengelola menyebut bahwa tuduhan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Mereka justru mengaku memiliki rekaman percakapan yang menunjukkan adanya permintaan penambahan nominal uang transportasi oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan. 

Menurut pengelola, setelah proses konfirmasi dan komunikasi berlangsung, pihaknya berinisiatif memberikan uang transportasi. Namun, nominal yang disiapkan disebut tidak langsung diterima. 

"Dalam komunikasi yang terjadi, mereka menyampaikan bahwa datang bertiga dan meminta agar nominal yang diberikan ditambah," ujar sumber dari pihak pengelola. 

Pengelola menegaskan bahwa tidak pernah melakukan ancaman, tekanan, maupun upaya menghalangi peliputan. Mereka menilai narasi intimidasi yang kemudian muncul justru mengaburkan persoalan yang sebenarnya terjadi. 

Lebih lanjut, pihak pengelola mengaku siap membuka rekaman percakapan tersebut apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum maupun pihak berwenang untuk mengungkap kronologi secara utuh. 

Menurut mereka, publik perlu mengetahui seluruh fakta sebelum menarik kesimpulan. Pasalnya, tuduhan intimidasi yang telah beredar luas dinilai berpotensi merugikan pihak yang dituduh tanpa melihat keseluruhan rangkaian peristiwa yang terjadi. (*/red)

Pancasila di Tengah Perubahan Geopolitik Global

By On Juni 01, 2026

Foto ilustrasi. 

Oleh: Aris Heru Utomo 

Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional. Penetapan tersebut merujuk pada pidato Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945. 

Dalam pidatonya di hari terakhir sidang BPUPK, 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan lima prinsip dasar negara Indonesia merdeka yang diberi nama Pancasila. 

Usulan Soekarno tersebut kemudian disepakati oleh peserta sidang BPUPK, yang secara garis besar terbagi menjadi kelompok nasionalisme kebangsaan dan religius, untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang dapat diterima seluruh elemen bangsa. 

Lebih lanjut, usulan Soekarno kemudian dibahas oleh panitia kecil yang diketuai oleh Soekarno dan terdiri atas tokoh-tokoh yang mewakili kelompok nasionalisme kebangsaan dan religius yaitu Mohammad Hatta (Wakil Ketua) dengan anggota K.H. Wachid Hasyim, K.H. Kaharoezie Moezakkir, Agoes Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso, Achmad Soebardjo, Alexander Andries Maramis, dan Mohammad Yamin. Hasilnya adalah rumusan Pancasila seperti yang tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945. 

Rumusan Piagam Jakarta ini pun dibahas kembali dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945 dan akhirnya menghasilkan rumusan Pancasila seperti yang dikenal saat ini dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 

Di sinilah letak keistimewaan Pancasila. Ia sejatinya merupakan hasil kompromi politik, sosial, dan budaya yang sangat matang, bukan produk pemikiran satu kelompok semata. 

Ia lahir dari kesadaran bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan pandangan politik tidak mungkin dipersatukan melalui ideologi yang hanya mewakili sebagian kelompok masyarakat. 

Dalam sejarahnya, tampak bahwa kesepakatan tentang Pancasila sebagai dasar negara memang tidak selalu berjalan mulus. Setelah kemerdekaan, terjadi berbagai upaya untuk menggantikan Pancasila. 

Ada gerakan yang ingin menjadikan komunisme sebagai dasar negara, ada pula yang berusaha membawa Indonesia menjadi negara agama. 

Situasi tersebut semakin kompleks ketika dunia memasuki era Perang Dingin, tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II. 

Dunia terbelah menjadi dua kutub besar, yakni blok liberal yang dipimpin Amerika Serikat dan blok komunis yang dipimpin Uni Soviet. 

Banyak negara berkembang dipaksa memilih salah satu kubu dalam pertarungan ideologi global tersebut. Indonesia mengambil jalan berbeda. 

Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-15 pada 30 September 1960 dengan judul "To Build the World Anew" (Membangun Dunia Kembali), Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai “ideologi ketiga”. 

Ideologi yang menawarkan keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan bersama, antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara, serta antara nasionalisme dan kemanusiaan universal. 

Langkah ini menunjukkan keberanian Indonesia menawarkan perspektif sendiri dalam tata dunia yang sedang terpolarisasi. 

Indonesia tidak sekadar menjadi objek pertarungan ideologi global, tetapi berusaha menjadi subjek yang menawarkan jalan alternatif. 

Indonesia tidak ingin didefinisikan sebagai negara liberal maupun komunis, melainkan sebagai bangsa yang memiliki nilai dan jalan sendiri. 

Identitas tersebut kemudian tercermin dalam politik luar negeri bebas aktif yang hingga kini menjadi salah satu ciri diplomasi Indonesia. 

Dalam kajian Hubungan Internasional, apa yang dilakukan Soekarno sejalan dengan pendekatan Konstruktivisme yang menegaskan bahwa identitas, norma, dan ideologi turut memengaruhi cara negara memandang dirinya dan bertindak dalam lingkungan internasional. 

Dalam perspektif ini, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai identitas nasional yang membentuk orientasi politik luar negeri Indonesia. 

Kini, lebih dari delapan dekade setelah Pancasila lahir, tantangan yang dihadapi tidak lagi sama. Perang Dingin telah berakhir. Uni Soviet runtuh. Komunisme kehilangan sebagian besar pengaruh globalnya. Namun bukan berarti pertarungan ideologi berhenti. 

Dunia saat ini memasuki era globalisasi dan revolusi digital yang membawa tantangan baru. Arus informasi bergerak tanpa batas. 

Media sosial memungkinkan berbagai ideologi, paham, dan nilai asing masuk ke ruang kehidupan masyarakat dalam hitungan detik. 

Polarisasi politik, radikalisme, ekstremisme, populisme, hingga individualisme yang berlebihan menjadi fenomena yang semakin mudah ditemukan. 

Persaingan geopolitik pun semakin menguat seperti tampak dari rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, serta ketidakpastian ekonomi global. 

Kompetisi antarnegara tidak pernah benar-benar berakhir. Dan di tengah perkembangan geopolitik kontemporer ini, ideologi tetap memiliki peran penting dalam hubungan internasional. 

Setiap negara memerlukan fondasi ideologis yang mampu menjaga kohesi nasional di tengah derasnya pengaruh eksternal. 

Oleh karena itu, Pancasila bukan sekadar dokumen historis yang diperingati setiap 1 Juni. Pancasila merupakan panduan moral dan politik dalam menghadapi perubahan dunia yang semakin kompleks. 

Nilai Ketuhanan menjaga bangsa agar tidak kehilangan dimensi spiritual. Nilai Kemanusiaan mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai Persatuan menjadi perekat di tengah polarisasi. Nilai Kerakyatan mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah. 

Sementara nilai Keadilan Sosial menjadi kompas dalam pembangunan nasional. Lebih jauh, Pancasila dapat dipahami sebagai sumber ketahanan nasional Indonesia, yang tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer ekonomi atau pangan, tetapi juga kemampuan bangsa mempertahankan identitas, nilai, dan persatuannya di tengah perubahan geopolitik global. 

Negara yang kehilangan identitas ideologis sering kali rentan terhadap fragmentasi sosial, polarisasi politik, dan intervensi pengaruh asing. Oleh karena itu, pertanyaan yang lebih penting hari ini bukanlah apakah Pancasila masih relevan, melainkan sejauh mana bangsa Indonesia mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Tantangan terbesar Pancasila bukan berasal dari luar negeri, melainkan ketika nilai-nilainya berhenti menjadi pedoman dan hanya menjadi slogan. Pada akhirnya, memperingati Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak berhenti pada upacara dan seremonial. Momentum ini perlu dimaknai sebagai pengingat bahwa Indonesia lahir dari semangat kompromi, persatuan, dan gotong royong. 

Nilai-nilai itulah yang memungkinkan bangsa ini bertahan melewati kolonialisme, pemberontakan, krisis ekonomi, hingga berbagai perubahan geopolitik global. Delapan puluh satu tahun setelah lahirnya Pancasila, dunia memang telah berubah. Persaingan antarnegara tidak lagi hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui pengaruh ekonomi, teknologi, informasi, budaya, dan ideologi. 

Dalam situasi seperti itu, Pancasila menjadi sumber ketahanan nasional yang membantu Indonesia menjaga identitas, persatuan, dan arah pembangunan bangsa. 

Selama nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial tetap hidup dalam praktik kehidupan berbangsa, Pancasila akan terus relevan bukan hanya sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai kompas Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global abad ke-21.

Penulis adalah Dosen Hubungan International Universitas Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. 

Sumber: kompas.com

Sistem Tidak Diuji saat Normal

By On Juni 01, 2026

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Ketika antrean dan tekanan operasional bisa memengaruhi arus kendaraan satu kawasan 

JAKARTA, KabarXXI.ComJam pulang kantor. Hujan turun deras. Kendaraan mulai menumpuk di pintu keluar sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Dalam beberapa menit, antrean memanjang dan tekanan di lapangan meningkat. Di situasi seperti itu, sistem parkir tidak punya kemewahan untuk ikut melambat. 

Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), kualitas operasional justru diuji dalam kondisi padat seperti ini— bukan saat semuanya berjalan normal, melainkan ketika ribuan kendaraan harus tetap bergerak tanpa mengganggu pengalaman pengguna maupun arus lalu-lintas kawasan di sekitarnya. 

“Sistem parkir tidak diuji saat kondisi normal. Sistem diuji ketika volume kendaraan meningkat, situasi berubah, tapi layanan tetap harus berjalan dengan cepat, akurat, dan tertib,” ujar Andiyanto, General Manager Operation Secure Parking Indonesia. 

Bagi sebagian besar orang, parkir mungkin terlihat sederhana: masuk, menemukan ruang parkir kosong, melakukan pembayaran, lalu pergi. Namun di balik proses yang tampak rutin tersebut, terdapat operasi yang harus menjaga ritme kendaraan, akurasi transaksi, hingga koordinasi lapangan secara bersamaan. 

Dalam mobilitas urban yang tinggi, gangguan kecil di area parkir dapat memengaruhi arus kendaraan satu kawasan. Karena itu, pengelolaan parkir kini menjadi bagian dari bagaimana mobilitas urban tetap terkendali. 

Bagi SPI, menjaga arus kendaraan tetap terkendali tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional.

Dalam situasi padat, antrean harus tetap terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi. 

Seiring meningkatnya volume kendaraan dan ekspektasi layanan publik yang semakin tinggi, operasional parkir juga menghadapi tekanan yang semakin kompleks. 

Dalam operasional parkir, keterlambatan beberapa detik saja di gerbang dapat berkembang menjadi antrean panjang yang memengaruhi arus kendaraan satu kawasan. 

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Operasional parkir modern harus menjaga layanan tetap prima di bawah tekanan operasional sehari-hari. Tanpa bergantung pada jumlah petugas di lapangan, sistem harus mampu bekerja secara real time, responsif, sekaligus tetap transparan. 

“Menjaga layanan parkir agar semakin seamless dengan arus kendaraan tetap terkendali tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional. Kepadatan antrean harus terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi,” tambah Andiyanto. 

Teknologi sebagai Pendukung

Untuk mendukung operasional tersebut, SPI mengembangkan Epsilon Parking System (EPS), yang mengintegrasikan berbagai teknologi mulai dari License Plate Recognition (LPR), sistem parkir non-tiket eNOS, pembayaran non-tunai, monitoring real time, hingga digital audit trail. 

Salah satu komponen utamanya adalah teknologi LPR yang tidak hanya membaca nomor polisi kendaraan, tetapi juga melakukan proses verifikasi dan validasi otomatis (2V) sebelum transaksi diproses. 

Kemampuan ini membantu memastikan akurasi identifikasi kendaraan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan tanpa mengorbankan aspek keamanan. 

“Pengguna mungkin hanya melihat kendaraan masuk dan keluar dengan lancar. Padahal di belakangnya, sistem harus terus melakukan verifikasi dan validasi secara real time untuk memastikan kendaraan yang tepat, transaksi yang tepat, dan arus kendaraan yang tetap lancar tanpa mengorbankan keamanan,” ujar Hendri, Deputy GM Business Development Regional Secure Parking Indonesia. 

Namun bagi SPI, teknologi bukan tujuan akhir. Transparansi dan kontrol menjadi semakin penting terutama di lokasi dengan volume kendaraan tinggi dan ekspektasi layanan yang semakin besar. 

Melalui digital audit trail, setiap aktivitas operasional tercatat otomatis, mulai dari pembukaan barrier gate, perubahan tarif, hingga aktivitas login petugas. 

Sistem ini memungkinkan seluruh proses lebih mudah ditelusuri apabila terjadi kendala maupun investigasi operasional. 

“Parkir yang bagus bukan soal punya teknologi canggih atau lahan luas, tapi soal disiplin manusia yang konsisten menggunakan teknologi itu setiap hari,” kata Andiyanto menambahkan. 

Secure Parking Indonesia (SPI). 

Koordinasi dan Konsistensi

Pada periode libur panjang atau akhir pekan tertentu – seperti pada periode Mei 2026 dengan sejumlah hari libur nasional – volume kendaraan di sejumlah lokasi bahkan dapat meningkat hingga 40–60 persen dibandingkan hari biasa. 

Dalam kondisi seperti itu, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga koordinasi lapangan dan kemampuan menjaga standar operasional tetap konsisten di bawah tekanan. 

“Dalam kawasan dengan trafik tinggi, parkir bukan lagi sekadar fasilitas pendukung. Cara arus kendaraan dikelola ikut menentukan pengalaman pengunjung hingga kelancaran kawasan secara keseluruhan,” ujar Sofian Chandra, General Manager Business Development Secure Parking Indonesia. 

Di tengah ekspektasi publik terhadap layanan yang semakin cepat dan seamless, parkir yang berjalan lancar mungkin memang terlihat sederhana. 

Ketika semuanya terasa lancar, sebagian besar orang mungkin tidak memikirkan bagaimana sistem itu bekerja. Padahal, di baliknya ada operasi yang harus terus presisi, keputusan yang diambil dalam hitungan detik, dan koordinasi yang tidak boleh terputus meski tekanan di lapangan terus berubah. 

Tentang Secure Parking

Didirikan pada 1992, Secure Parking adalah pelopor layanan parkir profesional di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tiga dekade. 

Perusahaan mengelola ribuan lokasi di berbagai sektor, termasuk pusat perbelanjaan, bandara, rumah sakit, universitas, dan area perkantoran. 

Melalui inovasi seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, Secure Parking terus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman, efisien, dan dijalankan oleh manusia berintegritas. 

Smart Mobility. Trusted People. Teknologi yang cerdas, dijalankan oleh manusia berintegritas. (*/red)

Momentum Hari Lahir Pancasila, Ketua Karang Taruna Pasirbuyut Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Desa

By On Juni 01, 2026

SERANG, KabarXXI.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi pemantik semangat bagi Karang Taruna Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, untuk terus menelurkan karya nyata. Di bawah komando Nana Suryana, organisasi kepemudaan ini berkomitmen mentransformasikan nilai-nilai ideologi negara ke dalam aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.

​Nana Suryana menegaskan, momentum bersejarah ini tidak boleh terjebak dalam seremonial belaka. Bagi dia, Pancasila harus dihidupkan lewat gerakan konkret di tingkat akar rumput, salah satunya melalui optimalisasi potensi pemuda desa.

​"Pancasila adalah perekat kita semua. Melalui wadah Karang Taruna, kami ingin menghidupkan kembali roh gotong royong dan kepedulian sosial yang mulai tergerus zaman," ujar Nana, Minggu (1/6/2026).

​Menghadapi era globalisasi dan lompatan teknologi, Nana mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan kompas moral dan jati dirinya. Karang Taruna Pasirbuyut sendiri aktif memfasilitasi berbagai kegiatan positif, mulai dari olahraga hingga peningkatan keterampilan, guna mencetak kader pemimpin yang berintegritas.

​Dalam kesempatan tersebut, Nana juga menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh elemen bangsa.

​"Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita jadikan lima sila sebagai koridor dalam bertindak demi merajut tatanan sosial yang harmonis dan sejahtera. Masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda yang kreatif dan berkarakter," pungkasnya.

Edarkan Sabu, Dua Pemuda di Cikeusal Diamankan Satresnarkoba Polres Serang

By On Mei 31, 2026

Foto ilustrasi. 

SERANG, KabarXXI.Com - Dua pemuda asal Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, nekat terjun ke bisnis haram peredaran narkotika jenis sabu karena alasan ekonomi. 

Meski baru sekitar satu bulan menjalankan aktivitas tersebut, keduanya akhirnya berhasil diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang. 

Kedua pelaku berinisial HF (25), dan RA (26), warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal. 

Mereka ditangkap saat berada di rumah salah satu pelaku pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. 

Saat penggerebekan berlangsung, keduanya diketahui tengah bersantai sambil memainkan telepon genggam. 

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Cikeusal. 

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Setelah menerima informasi, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku,” kata Kapolres, Minggu, 31 Mei 2026. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Gilang Ramadhan bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan di rumah HF. 

Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu. 

Saat dilakukan penggeledahan di kamar HF, petugas menemukan tas yang disimpan di lantai dekat tempat duduk pelaku. 

Di dalam tas tersebut terdapat dua paket sabu serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas transaksi narkoba. 

“Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan dua paket sabu di dalam tas warna hitam yang berada di dekat pelaku. Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan menggeledah seluruh ruangan,” ujar Kapolres didampingi Kasatresnarkoba, AKP Bondan Rahadiansyah. 

Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke dalam lemari pakaian di kamar pelaku. 

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 24 paket kecil sabu siap edar, empat paket sabu ukuran sedang, satu unit timbangan digital, serta satu pak plastik klip yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika. 

Secara keseluruhan, Polisi berhasil mengamankan 30 paket sabu yang diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya. Seluruh barang bukti beserta kedua pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Serang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, HF mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seseorang berinisial IA yang berada di daerah Jakarta Barat. Namun pelaku mengaku tidak mengetahui alamat pasti pemasok tersebut karena transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung. 

“Pengakuan tersangka, barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial IA di daerah Jakarta Barat. Saat ini identitas dan keberadaan pemasok masih kami dalami dan lakukan pengembangan,” jelas Kapolres. 

Kapolres menambahkan, motif kedua pelaku terjun ke bisnis narkoba didorong faktor ekonomi. Keduanya mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah sehingga memilih jalan pintas dengan menjadi pengedar sabu. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman berat sesuai Pasal 114 Ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *