Berita Terbaru

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Bersenpi Diringkus Tim Resmob Polres Serang

By On Mei 20, 2026

Tim Resmob Polres Serang meringkus dua pelaku curanmor. 

SERANG, KabarXXI.Com Tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Serang kembali meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Serang.

Dua pelaku berinisial JA (24), dan EB (24), warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, pada Senin, 18 Mei 2026.

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah Tim Resmob melakukan penyelidikan intensif berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang sempat viral di media sosial. 

“Pelaku berhasil kami identifikasi dari rekaman CCTV saat melakukan aksi pencurian sepeda motor di parkiran kantor BPJS Ketenagakerjaan di Kecamatan Cikande,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Rabu, 20 Mei 2026. 

Kapolres menjelaskan, pelaku EB lebih dulu ditangkap di depan area parkir Hotel Swiss Belinn Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, sekitar pukul 11.00 WIB. 

“Dari hasil pengembangan, petugas kembali bergerak dan berhasil mengamankan pelaku JA di sekitar Apartemen Paragon Village Karawaci, Desa Binong, Kecamatan Karawaci, Kabupaten Tangerang sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya. 

Peristiwa pencurian sepeda motor tersebut terjadi di area parkir kantor BPJS Ketenagakerjaan di Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 10.25 WIB. 

Korban diketahui bernama Taufik (40), pemilik sepeda motor Honda Beat Street yang menjadi sasaran kedua pelaku. Saat kejadian, korban sempat mengetahui aksi pencurian tersebut. 

Namun ketika mencoba mendekat, korban tidak berani melakukan perlawanan lantaran salah satu pelaku menodongkan senjata api (Senpi) ke arah korban sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor miliknya. 

“Aksi pelaku cukup nekat karena menggunakan senpi untuk mengancam korban. Beruntung korban tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut,” ujar Andri. 

Kapolres menambahkan, aksi curanmor bersenjata api itu sempat viral setelah rekaman CCTV tersebar luas di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. 

Berbekal rekaman tersebut, Tim Resmob Polres Serang yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq bersama Aipda Sutrisno langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya kedua pelaku berhasil diringkus setelah rekaman cctv kejadian viral. 

“Petugas juga mengamankan barang bukti berupa empat unit sepeda motor serta sejumlah kunci letter T yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor,” ungkap alumnus Akpol 2006 ini. 

Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Serang guna pengembangan lebih lanjut, termasuk mengungkap keberadaan senpi yang digunakan saat beraksi serta kemungkinan adanya jaringan curanmor lain yang terlibat. (*/red)

Satu Keluarga Hampir Jatuh ke Sungai Gegara Jembatan Lapuk di Lebak

By On Mei 20, 2026

Jembatan lapuk di Lebak makan korban. 

LEBAK, KabarXXI.Com Satu keluarga mengalami kecelakaan akibat infrastruktur rusak di jembatan penghubung antara Desa Mekarsari (Kecamatan Cihara) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan), Kabupaten Lebak, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026, sekira pukul 11.47 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cimanggu, Desa Karangkamulyan. Saat kejadian, ia tengah membonceng ketiga anaknya menggunakan sepeda motor

“Anak korban yang paling kecil mengalami luka sobek pada bagian dahi. Kondisi jembatan penghubung antar-kecamatan ini memang sudah lama rusak parah, lapuk, dan hampir ambruk,” ungkap seorang warga setempat saat dihubungi, Selasa, 19 Mei 2026.

Warga mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan permanen dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Padahal, jalur ekstrem tersebut terpaksa tetap dilalui masyarakat karena menjadi akses utama untuk mobilitas ekonomi dan sosial antar-kecamatan.

Insiden ini memicu gelombang desakan dari masyarakat sekitar agar pemerintah segera peka terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Kondisi jembatan yang dibiarkan terbengkalai dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Warga khawatir kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menelan korban jiwa jika perbaikan tidak segera dilakukan. (Cup)

Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Gresik, Enam Orang Diamankan

By On Mei 20, 2026

Polisi gerebek arena judi sabung ayam di Gresik. 

GRESIK, KabarXXI.Com Satreskrim Polres Gresik menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim). 

Sebanyak enam orang diamankan, sementara puluhan lainnya berhasil melarikan diri.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, terbongkarnya arena sabung ayam itu berawal dari laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri.

Menindaklanjuti laporan itu, kata Ramadhan, Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi arena perjudian sabung ayam.

“Mendapat adanya laporan dari call center 110 soal adanya perjudian ayam, kita langsung menuju lokasi,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026.

Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata dia, petugas mendapati aktivitas taruhan sabung ayam tengah berlangsung.

Kehadiran polisi membuat puluhan orang yang berada di lokasi berhamburan melarikan diri. Meski demikian, enam orang berhasil diamankan petugas.

“Keenam orang yang diamankan masing-masing berinisial HAYP, M, KI, YDC, IJP, dan JI. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Ramadhan.

Selain mengamankan para terduga pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tujuh ekor ayam jago, sembilan unit sepeda motor, tiga telepon genggam, tiga kurungan ayam, tiga kiso ayam, satu jam dinding, serta perlengkapan lain yang digunakan dalam praktik perjudian tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, arena sabung ayam itu diketahui telah beberapa kali beroperasi. Dalam praktik perjudian tersebut, nominal taruhan berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu setiap pertandingan,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Ramadhan, pihaknya masih melakukan pengembangan. Termasuk pemilik motor yang berhasik diamankan polisi dari lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengejar pemilik motor maupun pihak yang membuka arena perjudian sabung ayam tersebut,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 427 KUHP tentang perjudian dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda hingga Rp 50 juta. (*/red)

Pimpinan Ponpes di Ponorogo Jadi Tersangka Kasus Pencabulan 11 Santri

By On Mei 20, 2026

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali. 

PONOROGO, KabarXXI.Com Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo menetapkan JYD, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) TQRD di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santri. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa para korban dan terlapor secara maraton.

“Sudah kami tetapkan tersangka atas dugaan cabul atau asusila santri,” kata Imam kepada wartawan, di Polres Ponorogo, Selasa, 19 Mei 2026.

Imam menjelaskan, penyidik telah meminta keterangan terhadap 11 korban dan JYD pada Senin malam, 18 Mei 2026, sebelum menggelar perkara.

“Kami tadi malam telah gelar perkara. Kesimpulan Pimpinan Ponpes melakukan dugaan pencabulan terhadap beberapa santri yang tinggal di Ponpes,” ujar Imam.

Menurutnya, penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan JYD sebagai tersangka.

Pihaknya juga mengklaim telah memperoleh pengakuan dari korban maupun pelaku. 

“Ada dua alat bukti. Juga ada pengakuan korban dan pelaku. Pelaku sudah ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Korban Muh Ihsan mengatakan, dugaan perbuatan asusila tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, kasus itu terungkap setelah salah satu korban memilih keluar dari pondok pesantren karena tidak tahan dengan perlakuan yang dialaminya.

“Sudah bertahun-tahun. Ada dari 2017 malah. Tapi kita fokus yang saat ini ya. Total ada 11 santri laki-laki menjadi korban,” ujar Ihsan. (*/red)

Gubernur Andra Soni dan Diaspora Bahas Kolaborasi Wujudkan SDM Banten Unggul

By On Mei 20, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni menerima kunjungan perwakilan Diaspora Banten di Kantor Gubernur Banten eks Gedung BLK Kota Tangerang, Tangsel, Selasa, 19 Mei 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.ComGubernur Banten, Andra Soni menerima kunjungan perwakilan Diaspora Banten di Kantor Gubernur Banten eks Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 19 Mei 2026.

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dengan jejaring intelektual, profesional, hingga wirausahawan asal Banten yang berkiprah di dalam maupun luar daerah.

Andra Soni menyampaikan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mendorong kemajuan Provinsi Banten. Kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul, pendidikan, industri, ketenagakerjaan, serta kesejahteraan masyarakat.

“Intinya, bagaimana kita semua berikhtiar agar Banten dapat maju dengan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, Provinsi Banten memiliki potensi besar dalam pengembangan manusia. Jumlah mahasiswa yang sangat beragam dengan lintas keahlian menjadi modal berharga bagi pengembangan daerah.

“Sebab, jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia itu ada di Provinsi Banten, sekitar 1,8 juta mahasiswa,” ujarnya.

Andra Soni berharap, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan pihak Diaspora dapat menumbuhkan optimisme serta kepercayaan diri generasi muda untuk terus berkembang dan berkontribusi.

Diaspora Banten juga diharapkan dapat menyelaraskan program dan gagasan mereka dengan program yang tengah berjalan di Pemprov Banten.

“Kita berharap kolaborasi ini dapat menumbuhkan kepercayaan bagi generasi muda, khususnya di Banten. Kami ingin melihat apa yang sedang dikerjakan oleh teman-teman diaspora dan apa yang bisa dikerjasamakan dengan Pemprov Banten untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Diaspora Banten sekaligus CEO Levner Consulting, Gugi Yogaswara mengatakan, pertemuan dengan Gubernur Banten Andra Soni menjadi ruang bertukar ide dan gagasan terkait berbagai potensi pengembangan Banten ke depan.

Menurutnya, diskusi berlangsung terbuka dan menitikberatkan pada langkah konkret yang dapat diwujudkan bersama.

“Kami membahas kemungkinan kerja sama dari jejaring intelektual Banten yang berkiprah di dalam maupun di luar daerah. Kami melihat banyak hal di Banten yang bisa ditingkatkan (improve). Tadi kami juga ditantang untuk memberikan ide, bukti, cetak biru (roadmap), serta rencana aksi (action plan) yang jelas,” tutur Gugi. (*/red)

Terima Audiensi VAR Media, Gubernur Andra Soni Sambut Positif Turnamen Tangsel Youth Football

By On Mei 20, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menerima audiensi VAR Media, di Kantor Gubernur Banten eks Gedung BLK Kota Tangsel, Selasa, 19 Mei 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com Gubernur Banten, Andra Soni menyambut positif rencana penyelenggaraan turnamen usia dini bertajuk Tangsel Youth Football saat menerima audiensi VAR Media, di Kantor Gubernur Banten eks Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menyatakan dukungannya terhadap berbagai kreativitas dan kegiatan positif anak muda di Provinsi Banten. Baik di bidang pendidikan, ekonomi atau bahkan di bidang olahraga yang dinilai memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda.

“Kami sangat mendukung ide-ide kreasi dari anak-anak Banten, baik di bidang pendidikan, ekonomi maupun olahraga,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen olahraga usia dini merupakan langkah positif dalam membangun pembinaan atlet.

Ia menilai, semakin banyak kompetisi digelar, maka kemampuan dan mental bertanding para atlet muda juga akan semakin terasah.

“Semoga turnamennya berjalan lancar. Ini juga salah satu bagian dari pembinaan olahraga yang dilakukan oleh kawan-kawan,” ujarnya.

Andra Soni menambahkan, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kemampuan atlet muda, khususnya anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.

“Dengan banyaknya turnamen atau pertandingan juga dapat melatih para atlet, apalagi ini untuk usia anak-anak. Semoga mereka semakin terlatih,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan VAR Media, Vetra Seyna mengatakan, audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan turnamen futsal usia dini Tangsel Youth Football by VAR Media yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Turnamen tersebut, kata dia, diharapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sekaligus wadah bagi anak-anak muda di Kota Tangsel untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

“Kita targetkan Tangsel dahulu, mungkin nanti akan ke beberapa kota lainnya. Dan pastinya ini untuk pendidikan anak usia dini U-11, mungkin nanti ada kategori usia lainnya,” ujar Vetra. (*/red)

Buru Pak Cik Pemasok Sabu Jaringan 'The Doctor', Bareskrim Ajukan Red Notice

By On Mei 20, 2026

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso. 

JAKARTA, KabarXXI.Com Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri masih terus mengembangkan jaringan narkoba Andre Fernando alias The Doctor. 

Saat ini, Bareskrim tengah memburu Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Cik alias Pak Haji yang merupakan pengendali sekaligus pemasok sabu kepada jaringan The Doctor. 

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, Pak Cik merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang saat ini keberadaannya terdeteksi di Malaysia. 

Bareskrim Polri melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri saat ini tengah mengajukan penerbitan red notice terhadap Pak Cik. 

"Kami sudah memohon untuk penerbitan red notice ke Interpol melalui Divhubinter Polri karena yang bersangkutan terdeteksi berada di Malaysia," ujar Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026. 

Dengan terbitnya red notice dari Interpol, diharapkan pengejaran terhadap Pak Cik berjalan maksimal. 

Selain itu, Polri juga meminta bantuan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk pengejaran melalui mekanisme kerja sama police-to-police. 

"Kami juga mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police kepada PDRM Malaysia terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji alias Pak Cik," tuturnya. 

Dalam rangka kelengkapan administrasi untuk permohonan red notice ini, penyidik Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen melakukan pembuatan sketsa wajah Pak Cik. 

Pembuatan sketsa wajah ini menggandeng Pusident Bareskrim Polri. 

Lukamul Hakim alias Hendra alias Pak Cik alias Pak Haji merupakan WNI asal Aceh yang diduga kuat merupakan bandar narkotika jaringan internasional. 

Ia terafiliasi dengan jaringan Andre alias The Doctor. 

Berdasarkan keterangan The Doctor, sebelumnya dia pernah mengirimkan narkoba jenis sabu seberat lima kilogram kepada Erwin Iskandar alias Koh Erwin, bandar narkoba asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Masih berdasarkan keterangan The Doctor, sabu tersebut dia peroleh dari Pak Cik. 

"Berdasarkan keterangan Andre Fernando alias The Doctor, Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji ini merupakan DPO BNN RI terkait perkara TPPU tindak pidana narkotika," terangnya. 

Penyidik Bareskrim juga menganalisis sejumlah rekening jaringan sindikat narkoba yang terhubung dengan Hendra. 

Dari hasil analisis diketahui total transaksi dari empat rekening penampungan Hendra Lukmanul Hakim selama periode 28 Desember 2018 sampai 31 Maret 2026 mencapai 14.961 transaksi dengan nilai Rp 464.144.761.398,46 (empat ratus enam puluh empat miliar seratus empat puluh empat juta tujuh ratus enam puluh satu ribu tiga ratus sembilan puluh delapan rupiah koma empat puluh enam sen). (*/red)

KPK Limpahkan Dua Perkara Kasus Korupsi Terkait Sudewo ke JPU

By On Mei 20, 2026

Bupati Pati nonaktif Sudewo. 

JAKARTA, KabarXXI.ComKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dugaan kasus korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Pelimpahan perkara tersebut dilakukan pada Selasa, 19 Mei 2026. 

Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya melimpahkan dua berkas perkara yang menjerat Sudewo. 

Perkara itu, kata Budi, di antaranya dugaan pemerasan calon perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)!Pati serta dugaan penerimaan fee terkait proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

"Hari ini dilakukan pelimpahan dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan. Jadi ada dua berkas perkara penyidikan, penyidikan untuk DJKA dan penyidikan untuk perkara Pati," ujar Budi kepada wartawan, di Gedung KPK, Selasa, 19 Mei 2026. 

Menurut Budi, penuntut umum selanjutnya akan menyusun surat dakwaan untuk Sudewo. 

Surat dakwaan juga akan menggabungkan dua perkara yang menjerat Sudewo. 

"Sehingga nanti di tahap penuntutan JPU akan menyiapkan berkas dakwaannya maksimal untuk 14 hari ke depan dan ini dimungkinkan untuk dilakukan penggabungan dakwaan," tutur Budi. 

Budi menjelaskan, penggabungan dua perkara pidana memang dimungkinkan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Hal ini dilakukan agar penegakan hukum berjalan efektif. 

"Memang berdasarkan KUHAP, JPU bisa melakukan penggabungan berkas dakwaan untuk beberapa berkas perkara penyidikan sehingga proses penanganan perkara, baik di DJKA maupun di Pati, keduanya bisa berjalan secara efektif," ujarnya. 

Sementara itu, Sudewo juga menyampaikan telah mendapatkan informasi bahwa perkara yang menjerat namanya telah dilimpahkan ke penuntut umum. 

Sudewo mengatakan, dirinya bakal diadili di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. 

"Ya, sekarang sudah P21, sebentar lagi limpah untuk dipersidangkan, pindah di Semarang," ujar Sudewo. (*/red)

Pemerintah Indonesia Desak Israel Lepaskan Seluruh Awak Global Sumud Flotilla yang Ditahan

By On Mei 20, 2026

KSP Dudung Abdurachman. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman mendesak Israel melepaskan semua kapal dan awaknya yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. 

Diketahui, Israel juga menahan sejumlah awak kapal, termasuk lima Warga Negara Indonesia (WNI).

"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," ujar Dudung kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026. 

Dudung juga meminta Israel harus menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina. 

"Serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional," ujarnya. 

Terkait lima WNI yang ditahan, Dudung mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tentang masalah ini. 

Menurutnya, Kemlu juga mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan asal Indonesia yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. 

Dia mengatakan, pihak Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. 

"Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan," ujarnya. 

Dudung menegaskan, Indonesia juga melakukan pendekatan ke otoritas setempat guna memastikan akses transit serta proses kepulangan WNI agar tak ada hambatan. 

"Dan perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat," ujar Dudung. 

Selain itu, kata dia, perwakilan RI di negara setempat akan terus memantau perkembangan situasi. 

"Melakukan verifikasi posisi dan kondisi para warga negara Indonesia serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," ucapnya. 

Diketahui, pasukan Israel dilaporkan telah mencegat 41 kapal armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang tengah menuju Jalur Gaza di kawasan Laut Mediterania Timur. 

Setidaknya ada sembilan WNI dilaporkan berada di dalam rombongan kapal misi kemanusiaan GSF 2.0, yang terdampak intersepsi militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur. 

Beberapa di antara WNI tersebut berprofesi sebagai jurnalis. 

Dari sembilan orang, sebanyak lima WNI di antaranya diculik angkatan laut Israel (IOF) di perairan Siprus, Senin, 18 Mei 2026, saat menjalani misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla. 

Berdasarkan sumber dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), satu aktivis yang ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef. 

Kemudian tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo. 

Lalu ada jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, yakni BoraLize. (*/red)

Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo

By On Mei 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto 

Oleh: G.K. Suhassatya

Pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk pada Sabtu, 16 Mei 2026 seketika menjadi viral. 

Menanggapi kekhawatiran publik atas kenaikan dollar Amerika Serikat, ia berkata ringan: “orang desa tidak pakai dollar.” 

Kalimat itu terdengar sederhana, membumi, bahkan menghibur. Tepuk tangan pun pecah. Namun justru di situlah persoalannya. 

Ketika krisis ekonomi dijawab dengan retorika simplifikasi, politik sedang bergerak dari ruang rasional menuju panggung populisme emosional. 

Pernyataan itu bukan sekadar candaan spontan. Ia adalah cermin cara kekuasaan membaca rakyat. 

Dalam satu kalimat pendek, tampak bagaimana negara mencoba membangun ilusi bahwa rakyat kecil berada di luar pusaran kapitalisme global. 

Desa diposisikan sebagai benteng moral ekonomi nasional: sederhana, tahan krisis, dan jauh dari gejolak pasar dunia. 

Tetapi benarkah demikian? Di sinilah pidato Presiden Prabowo layak dibaca bukan sebagai hiburan politik, melainkan sebagai gejala ideologis. 

Populisme dan Penyederhanaan Realitas

Dalam What Is Populism?, Jan-Werner Müller menjelaskan bahwa populisme bekerja dengan menciptakan oposisi moral antara “rakyat murni” dan “elite yang rumit” (Müller, 2016). 

Rakyat dipahami bukan sebagai kategori sosial yang kompleks, melainkan simbol politik yang harus terus dipelihara emosinya. 

Dalam pidato Presiden Prabowo di Nganjuk, “orang desa” menjadi simbol itu. 

Presiden Prabowo sedang membangun narasi bahwa rakyat kecil hidup dalam ekonomi riil, bukan ekonomi abstrak ala pasar global. 

Sekilas narasi ini terdengar patriotik. Namun problemnya, ekonomi Indonesia hari ini tidak pernah benar-benar terpisah dari dollar. 

Petani desa memang tidak membeli barang dengan mata uang Amerika. Tetapi harga pupuk mereka dipengaruhi impor bahan baku global. 

Harga BBM dipengaruhi geopolitik minyak dunia. Harga pakan ternak, obat-obatan, hingga ongkos logistik semuanya berkaitan dengan kurs dolar. 

Bahkan kenaikan harga beras dan kebutuhan pokok di warung desa sering kali merupakan efek domino dari ekonomi global yang tak terlihat. 

Karena itu, ketika seorang Presiden mengatakan “orang desa tidak pakai dollar,” persoalannya bukan soal literal benar atau salah. 

Persoalannya adalah reduksi realitas. Negara sedang menyederhanakan problem struktural menjadi psikologi massa. 

Di sinilah populisme bekerja yakni bukan menjelaskan kerumitan, melainkan memproduksi rasa tenang. 

Ernesto Laclau dalam On Populist Reason menyebut populisme sebagai praktik membangun “rantai ekuivalensi emosional” antara pemimpin dan rakyat (Laclau, 2005). 

Rantai ekuivalensi adalah proses di mana beragam tuntutan yang berbeda-beda disatukan bukan karena memiliki esensi atau ideologi yang sama persis, melainkan karena adanya musuh atau masalah bersama. 

Ernesto Laclau mengonseptualisasikan populisme bukan sebagai penyakit atau patologi politik, melainkan sebagai logika diskursif yang membentuk identitas politik. 

Rantai ini membutuhkan sebuah penanda kosong (empty signifier) yang kuat secara emosional seperti tokoh karismatik, slogan tertentu, atau narasi besar untuk merepresentasikan seluruh keluhan kolektif.

Dalam hal ini penanda tersebut termanifestasi dalam diri seorang pemimpin yang ada Presiden. 

Melalui pengertian tersebut, pemimpin tidak perlu terlalu teknokratis atau kaku; ia cukup menciptakan kedekatan simbolik. 

Kumpulan tuntutan yang sebelumnya tercerai-berai dileburkan melalui ikatan emosional menjadi satu identitas bersama yang besar yakni "rakyat" (the people). 

Maka lahirlah bahasa politik yang sederhana, spontan, mudah viral, dan emosional.

Namun sejarah menunjukkan bahwa retorika populis sering kali menjadi serigala berbulu domba. 

Ini mengartikan bahwa retorika populis menjadi selimut bagi kegagalan negara membaca persoalan secara jujur.

Politik Tontonan dan Krisis Rasionalitas

Pidato Presiden Prabowo di Nganjuk memperlihatkan perubahan besar dalam politik Indonesia kontemporer: dari politik gagasan menuju politik tontonan. 

Yang viral lebih menentukan daripada yang substantif. Potongan video “orang desa tidak pakai dolar” jauh lebih ramai dibicarakan dibanding desain konkret Koperasi Merah Putih yang diresmikan hari itu. 

Dalam The Society of the Spectacle, Guy Debord mengingatkan bahwa masyarakat modern perlahan menggantikan realitas dengan citra (Debord, 1967). 

Debord mengkritik bagaimana kapitalisme modern mengubah pengalaman hidup yang otentik menjadi sekadar tontonan atau citra.

Hubungan antarmanusia tidak lagi langsung, melainkan dimediasi oleh representasi visual atau citra, yang mengaburkan batas antara realitas dan ilusi. 

Dalam hal ini, politik berubah menjadi panggung pertunjukan. Kekuasaan tidak lagi bekerja melalui argumentasi rasional, tetapi melalui produksi simbol dan emosi. 

Apa yang terjadi di Nganjuk adalah contoh sempurna dari politik spektakel itu. 

Presiden tidak sedang berbicara sebagai ekonom negara, melainkan sebagai komunikator populis yang memahami logika media sosial. 

Kalimat harus pendek. Harus lucu. Harus bisa dipotong menjadi video pendek, memancing tepuk tangan dan gelak tawa. 

Akibatnya, publik perlahan kehilangan ruang diskusi yang serius tentang ekonomi. 

Kenaikan dolar bukan lagi dibahas sebagai ancaman terhadap impor pangan, utang negara, dan daya beli rakyat, melainkan direduksi menjadi sebatas slogan optimistik. 

Di sinilah bahaya terbesar populisme modern: ia mengubah warga negara menjadi audiens hiburan. 

Padahal demokrasi membutuhkan warga yang kritis, bukan sekadar penonton yang larut dalam sensasi pidato. 

Ketika persoalan ekonomi dijelaskan retorika simplistic semata, negara justru sedang meremehkan kapasitas intelektual rakyatnya sendiri. 

Ironisnya, populisme semacam ini sering efektif secara elektoral. Ia memberikan kenyamanan psikologis di tengah ketidakpastian. 

Barangkali dalam pemahaman Presiden dan jajarannya, rakyat lelah mendengar bahasa teknokratik yang dingin. 

Rakyat ingin pemimpin yang terdengar dekat dan membumi. 

Tetapi kedekatan emosional tanpa keberanian menjelaskan kenyataan hanya akan menghasilkan optimisme semu. 

Desa sebagai Mitologi Politik

Ada paradoks besar dalam pidato Presiden Prabowo. Di satu sisi, ia ingin membela desa. Di sisi lain, ia justru meromantisasi desa secara berlebihan. 

Desa dibayangkan sebagai ruang steril dari kapitalisme global, padahal desa hari ini justru menjadi korban paling rentan dari ketimpangan ekonomi dunia. 

Pemikiran Karl Marx dalam Capital relevan untuk membaca situasi ini. Marx menunjukkan bahwa kapitalisme modern bekerja bukan hanya di pusat industri, tetapi menembus hingga ruang-ruang paling terluar dari pusat kehidupan manusia (Marx, 1867). 

Tidak ada ruang yang benar-benar netral dari logika pasar global. Desa Indonesia hari ini telah terintegrasi dalam rantai kapitalisme internasional: dari pupuk, benih, hingga distribusi pangan. 

Karena itu, pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” justru memperlihatkan jarak antara retorika negara dan realitas sosial rakyat. 

Yang dibutuhkan rakyat desa bukan romantisme populis, melainkan kebijakan konkret: stabilitas harga pangan, subsidi pupuk yang tepat sasaran, perlindungan pasar petani, dan reformasi distribusi ekonomi. 

Di titik ini, pidato Presiden Prabowo menjadi cermin dilema besar politik Indonesia hari ini: antara kebutuhan akan harapan dan kewajiban mengatakan kenyataan. 

Sejarah berkali-kali mengajarkan satu hal: rakyat mungkin bisa diyakinkan untuk melupakan angka kurs dolar, tetapi mereka tidak pernah bisa dibohongi ketika harga kebutuhan pokok terus naik di pasar desa. 

Populisme selalu menjanjikan kenyamanan emosional. Tetapi ekonomi tidak bekerja berdasarkan tepuk tangan.

Penulis adalah Associate Jurnal Prisma. 

Sumber: kompas.com

Satlantas Polres Serang Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas dan Cegah Kenakalan Remaja di SMAN 1 Cikande

By On Mei 19, 2026

Satlantas Polres Serang melaksanakan kegiatan pembinaan dan upacara bersama para siswa-siswi di SMAN 1 Cikande, Senin pagi, 18 Mei 2026.  

SERANG, KabarXXI.ComSatuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang melaksanakan kegiatan pembinaan dan upacara bersama para siswa-siswi di SMAN 1 Cikande, Senin pagi, 18 Mei 2026. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB ini menjadi langkah nyata kepolisian dalam mendekatkan diri dengan kalangan pelajar serta menanamkan nilai kedisiplinan sejak dini. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Serang, AKP Muhammad Hafizh, didampingi KBO Satlantas, Iptu Sandhi Pribadi; Kaurmintu Satlantas, Aiptu Sarwanto; serta Kanit Binmas Polsek Cikande dan sejumlah personel Satlantas Polres Serang. 

Kehadiran jajaran kepolisian ini disambut antusias oleh seluruh siswa-siswi dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah tersebut. 

Dalam arahannya, AKP Muhammad Hafizh menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai wujud tanggung jawab diri sendiri maupun orang lain di jalan raya. 

Ia juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti balap liar, penggunaan kendaraan tanpa surat izin, maupun perilaku yang melanggar norma hukum dan kesusilaan. 

"Kami hadir di sini bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi lebih dari itu, kami ingin menjadi mitra para pelajar. Tujuannya jelas, yaitu terciptanya budaya tertib berlalu lintas serta menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif yang dapat merugikan masa depan mereka," ujar AKP Muhammad Hafizh. 

Selain menyampaikan pesan keselamatan berkendara, personel kepolisian juga memberikan pemahaman mengenai dampak buruk dari pelanggaran lalu lintas dan kenakalan remaja, baik bagi keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Kasat Lantas juga mensosialisasikan Call Center 110 Polri. 

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban umum. 

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga selesai. 

Satlantas Polres Serang berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan serupa secara berkelanjutan ke berbagai sekolah, guna menciptakan generasi muda yang taat hukum dan berakhlak mulia. 

Sumber: Humas Polres Serang

Gegara Lima Tahun Proses Balik Nama Sertifikat Tanah Tak Selesai, Warga Cikande Permai Datangi Kantor BPN

By On Mei 18, 2026

Kantor BPN Serang. 

SERANG, KabarXXI.Com - Gegara lima tahun lebih proses pembuatan balik nama sertifikat tanah dan bangunan tak kunjung selesai, seorang warga Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Moratua Hutajulu mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Serang, Senin, 18 Mei 2026. 

Moratua Hutajulu bersama Notaris & PPAT Kusliana SH. Mkn didampingi keluarganya mendatangi kantor BPN guna mempertanyakan kendala dalam proses pembuatan sertifikat tanah miliknya yang tidak kunjung selesai. 

Moratua Hutajulu kepada wartawan mengatakan, jika pembuatan sertifikat balik nama tanah dan bangunan miliknya yang berlokasi di perumahan Cikande Permai melalui biro jasa Notaris & PPAT Kusliana SH. Mkn yang beralamat di Jalan Raya Serang Km 27 No.27 Cikande Ambon, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, sudah lima tahun lebih belum juga selesai. 

"Pembuatan balik nama sertifikat tanah melalui Notaris dan PPAT Kusliana SH. Mkn, namun sampai sekarang, sudah lima tahun lebih belum selesai. Padahal semua berkas persyaratan sudah saya berikan. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2020, uang pun yang diminta Ibu Kusliana untuk pembuatan sertifikat tanah dan pajak sudah saya bayar lunas," tutur Moratua Hutajulu. 

"Rinciannya, yaitu untuk pembuatan sertifikat tanah senilai Rp 7 juta dan untuk bayar pajak tanah dan bangunannya senilai Rp 3.750.000," imbuhnya. 

Moratua Hutajulu menyebut sudah sering menanyakan perihal proses pembuatan balik nama sertifikat tanah kepada Notaris Kusliana, namun jawabannya belum juga jadi. 

"Akhirnya saya didampingi keluarga mendatangi kantor BPN Serang, menanyakan berkas pembuatan sertifikat tanah milik saya yang diajukan oleh Notaris Kusliana kepada pihak BPN Serang. Jawaban pihak BPN Serang, jika pengajuan balik nama sertifikat tanah milik saya akan jadi di awal bulan September 2026," ucap Moratua Hutajulu. 

Moratua Hutajulu saat mendatangi kantor BPN Serang, Senin, 18 Mei 2026. 

"Notaris Kusliana juga berjanji bahwa sertifikat balik nama tanah milik saya akan selesai di awal bulan September 2026. Semoga saja mereka betul-betul tidak ingkar dengan janjinya," ujar Moratua Hutajulu. 

Sinaga selaku keluarga Moratua Hutajulu mengamini yang dikatakan Notaris Kusliana SH Mkn dan pegawai BPN Serang. 

"Ya tadi saya hadir menyaksikan dan mendengar langsung klarifikasi dan sebuah janji terucap dari mulut Pak Diki dan Ibu Kusliana. Mereka berjanji sertifikat tanah balik nama Moratua Hutajulu akan selesai atau jadi serta diberikan kepada Moratua Hutajulu pada awal bulan September 2026 nanti. Semoga saja janjinya tepat waktu," ucap Sinaga. 

Sementara itu, pegawai BPN Serang, Diki kepada wartawan mengatakan bahwa berkas pengajuan balik nama sertifikat tanah milik Moratua Hutajulu sudah ada di Kantor BPN Serang. 

"Saya menjabat disini baru pak. Berkas pengajuannya balik nama sertifikat tanah milik Bapak Moratua Hutajulu masih dalam proses. Hanya saja ada kekurangan berkas satu lagi, yakni nama desanya harus dirubah terlebih dahulu. Karena saat itu ada pemekaran wilayah. Saya pastikan, sertifikat tanah milik Moratua Hutajulu akan selesai awal bulan September 2026. Nanti komunikasi saja dengan Ibu Kusliana," ucapnya dengan tegas. 

Hal senada dikatakan Notaris Kusliana SH Mkn. Menurutnya, perubahan nama desa akan selesai sekitar dua mingguan. 

"Kemudian, proses pembuatan sertifikat biasanya tiga bulan terakhir, distempel makan waktu dua hari. Ya kalau dihitung mulai tanggal sekarang (18/05/26), sertifikat tanah balik nama milik Bapak Moratua Hutajulu selesai atau jadi tepatnya di awal bulan September 2026. Nanti saya hubungi Pak Moratua Hutajulu dan sertifikat tanahnya akan saya berikan kepada atas nama," ujar Kusliana. (*/red)

Jelang Idul Adha 2026, MUI: Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

By On Mei 18, 2026

Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu, 17 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.ComMajelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sebagai momentum memperkuat persatuan serta meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Amirsyah Tambunan usai Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu, 17 Mei 2026. 

Pemerintah pun menetapkan Hari Raya Idul Adha akan diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. 

“Ini sebuah momentum penting untuk menggambarkan kepada kita umat Islam Indonesia dan seluruh dunia Islam, Insya Allah Idul Adha secara bersama-sama dan serentak akan kita rayakan dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia maupun dunia,” ujar Amirsyah. 

Amirsyah mengatakan, MUI bersama pemerintah terus berupaya melayani umat dan bangsa. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana meningkatkan kepekaan sosial. 

“Oleh karena itu, izinkan kami mengajak kita semua untuk merayakan Iduladha ini sebagai bagian dari ikhtiar mensyukuri nikmat Allah SWT melalui ibadah kurban. Jadikan kurban ini sebagai bagian dari amal saleh kita dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial kepada masyarakat,” ujarnya. 

Ia menilai, pembagian daging kurban menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. 

“Kita menyadari bahwa masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua. Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah bukti kepedulian kita kepada sesama dan menjadi bagian dari taqarrub ilallah,” ujarnya. 

Menurut Amirsyah, makna Idul Adha tidak hanya sebatas menyembelih hewan kurban, tetapi juga menghilangkan sifat ketamakan dan kerakusan dalam diri manusia. 

“Karena itu, menyembelih hewan kurban juga berarti menyembelih sifat-sifat ketamakan dan kerakusan, sekaligus menunjukkan kepedulian kita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Amirsyah juga mengajak masyarakat mendoakan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia agar terus saling bahu-membahu menjaga kebersamaan. Selain itu, MUI turut mendoakan jemaah haji Indonesia yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar memperoleh haji mabrur. (*/red)

Prabowo Bilang Selama Purbaya Masih Senyum Tak Usah Khawatir soal Dolar

By On Mei 18, 2026

Presiden Prabowo Subianto. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Selama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum tenang, maka masyarakat tidak perlu khawatir terhadap nilai tukar rupiah yang anjlok mencapai Rp 17.600 per dollar AS. 

Hal tersebut seperti dikatakan Presiden RI, Prabowo Subianto saat Prabowo menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. 

Prabowo jug menyebut, Purbaya kini sangat populer. 

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah kau khawatir itu. Mau dollar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dollar dibilang kan. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri hayo siapa ini?" ujarnya. 

Menurutnya, Indonesia memiliki ekonomi dan fundamental yang kuat. 

Dia meminta rakyat percaya terhadap kekuatan Indonesia, sementara pejabat harus bekerja untuk rakyat. 

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, mau apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," ujarnya. 

Hal serupa Prabowo sampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur. 

Prabowo menekankan, rakyat desa tidak memakai dollar, sehingga tidak perlu khawatir terhadap nilai tukar rupiah. 

"Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rakyat di desa enggak pakai dollar kok," imbuhnya. (*/red)

Kakorlantas Sebut Tidak Ada Kemacetan Menonjol saat Long Weekend

By On Mei 18, 2026

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Saat ini, budaya tertib berlalu lintas masyarakat Indonesia, sudah mulai meningkat. Hal ini terlihat saat momentum long weekend libur Kenaikan Isa Almasih 2026. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho kepada wartawan, Minggu, 17 Mei 2026. 

Menurutnya, tidak ada kemacetan maupun kecelakaan yang menonjol pada masa libur panjang tersebut. 

Ia menilai, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas, ditambah kehadiran humanis jajaran Polisi Lalu Lintas melalui program Polantas Menyapa, menjadi faktor penting terciptanya situasi arus kendaraan yang aman, tertib, dan kondusif di berbagai wilayah Indonesia. 

"Kami melihat adanya tren positif dalam budaya berlalu lintas, di mana masyarakat, khususnya pengendara, semakin bijak, sabar, dan sadar bahwa keselamatan di perjalanan adalah hal utama, sehingga mengikuti seluruh arahan petugas, terutama saat diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow maupun pengalihan arus," ujar Agus. 

Parameternya sederhana, kata Agus, dapat dilihat dari lancarnya arus lalu lintas, di mana tidak ada satu pun kemacetan yang menonjol, baik di jalan nasional, tol, maupun akses menuju dan dari pelabuhan, bandara, serta tempat wisata. Selain itu, tidak tercatat kecelakaan lalu lintas yang menonjol. 

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik krusial, lalu lintas terpantau lancar dan terkendali. 

Menurutnya, kondisi tetap lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada arus balik long weekend dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih. 

Agus mengatakan, momentum libur panjang keagamaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang masyarakat untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga memperlihatkan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan raya. 

"Budaya tertib berlalu lintas mulai menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kami melihat langsung bagaimana masyarakat semakin disiplin, saling menghargai di jalan, serta mematuhi arahan petugas selama masa long weekend libur dan cuti bersama Kenaikan Isa Almasih 2026," tuturnya. 

Sementara itu, program Polantas Menyapa yang digencarkan jajaran Korlantas Polri dinilai berhasil menciptakan kedekatan emosional antara petugas dan masyarakat. 

Melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis, para personel Polisi Lalu Lintas hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat di jalan raya. 

Ia mengatakan, jajaran Korlantas Polri di seluruh Indonesia aktif mengatur arus kendaraan, patroli keselamatan, hingga edukasi langsung kepada pengguna jalan di titik-titik wisata, rumah ibadah, terminal, pelabuhan, jalan umum, dan ruas tol. 

"Hasilnya, kondisi lalu lintas selama libur Kenaikan Isa Almasih 2026 terpantau relatif lancar dan angka kecelakaan lalu lintas cenderung terkendali dibandingkan periode libur panjang sebelumnya," ujarnya. 

Agus menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas bukan hanya tugas Polri semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama. 

"Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat memiliki budaya disiplin dan aparat hadir dengan hati, maka suasana aman dan nyaman akan tercipta. Ini menjadi semangat kebersamaan yang harus terus dijaga," pungkasnya. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Polisi Lalu Lintas di 34 polda se-Indonesia yang tetap siaga melayani masyarakat selama masa libur panjang, termasuk para relawan, petugas jalan tol, hingga komunitas transportasi yang ikut mendukung kelancaran arus mudik dan wisata. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *