Berita Terbaru

Ganggu Pengguna Jalan, Petugas Diminta Tertibkan Truk yang Parkir Liar di Bahu Jalan Malingping-Bayah

By On Mei 11, 2026

Sejumlah truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu jalan Nasional Malingping-Bayah. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Antrean truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu hingga badan jalan Nasional Malingping-Bayah mulai meresahkan masyarakat. 

Keberadaan armada besar tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata Pantai Cantigi, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah truk berdimensi besar ini kerap berhenti dalam durasi lama hingga memakan sebagian lajur utama. 

Kondisi tersebut memicu penyempitan jalan, sehingga memaksa kendaraan lain dari arah berlawanan untuk mengambil risiko masuk ke jalur lawan saat melintas. 

Jumali (33), seorang pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kecelakaan fatal akibat terbatasnya ruang gerak dan jarak pandang. 

"Sangat mengganggu dan berbahaya, apalagi kalau malam hari. Truk-truk itu parkir di badan jalan sehingga menghalangi pandangan (blind spot). Pengendara harus ekstra waspada karena jalan menjadi sangat sempit," ujar Jumali, Senin, 11 Mei 2026. 

Selain faktor keselamatan, warga menyayangkan adanya pembiaran parkir liar di area yang merupakan akses utama logistik dan pariwisata di Lebak Selatan ini. 

Warga khawatir jika tidak segera ditindak, lokasi tersebut akan memicu kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa. 

Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian setempat, untuk segera melakukan penertiban di lokasi. 

Warga berharap adanya tindakan tegas, baik berupa teguran maupun sanksi, bagi para sopir truk yang masih nekat menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir pribadi. (Cup/Red)

NTT DATA Luncurkan Layanan AI untuk Pengelolaan Infrastruktur Multivendor Perusahaan

By On Mei 11, 2026

NTT DATA memperkenalkan Software Defined Infrastructure Services (SDI) Agent — sebuah inovasi percakapan berbasis agentic yang terintegrasi dalam layanan SDI mereka. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - NTT DATA, pemimpin global di bidang kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, dan layanan teknologi, mengumumkan peluncuran NTT DATA Software Defined Infrastructure (SDI) Services Agent, sebuah layanan agentic berbasis interaksi percakapan untuk infrastruktur perusahaan. 

Terintegrasi dalam Layanan SDI NTT DATA, sistem multi-agent ini mengubah cara perusahaan mengoperasikan, mengoptimalkan, dan mengelola infrastruktur AI dalam skala besar. 

Agen SDI Services berperan sebagai orkestrator yang secara selektif mengaktifkan agen-agen yang sesuai di balik layar. 

Sistem multi-agent ini secara terus-menerus memantau, menganalisis, dan bertindak di berbagai lingkungan – mulai dari jaringan, pusat data hybrid, keamanan siber, hingga digital workplace – sehingga menghadirkan kecerdasan prediktif, penyelesaian yang lebih cepat, serta hasil yang terukur dalam hal ketersediaan, pemanfaatan, dan nilai bisnis. 

Inovasi ini menandai evolusi signifikan dari layanan SDI milik NTT DATA. Berperan sebagai digital twin untuk fungsi operasional TI yang sangat penting, agen Layanan SDI secara fundamental mentransformasi cara perusahaan mengelola infrastruktur dengan memanfaatkan agen AI. 

Untuk pertama kalinya, perusahaan dapat berinteraksi dengan lingkungan infrastruktur multivendor mereka melalui perintah berbasis bahasa alami (natural language prompts), serta memperoleh wawasan berbasis profil pengguna untuk mengoperasikan infrastruktur dengan percaya diri di Era AI. 

"Layanan infrastruktur tradisional semakin tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan yang didorong oleh kecerdasan buatan," ujar Chris Barnard, Vice President, IDC. 

"NTT DATA membedakan dirinya melalui pengalaman layanan multivendor berbasis agentic yang mengutamakan inovasi. Pendekatan yang mengutamakan kecerdasan buatan ini memungkinkan para pemimpin di bidang infrastruktur untuk keluar dari model pemeliharaan tradisional dan berfokus pada hasil dalam skala besar." 

Asisten AI dari Original Equipment Manufacturer (OEM) umumnya terbatas pada ekosistem satu vendor saja, namun NTT DATA SDI Services Agent menghadirkan kecerdasan berstandar perusahaan di lingkungan infrastruktur multivendor yang kompleks. 

Agen ini juga menggabungkan wawasan berkelanjutan, yang membantu organisasi memahami dan mengoptimalkan dampak lingkungan dari aset infrastruktur mereka. 

Laporan AI Global NTT DATA: Panduan bagi Para Pemimpin AI menemukan bahwa para pemimpin AI lebih banyak berinvestasi dalam membangun ulang aplikasi inti mereka dengan kemampuan AI yang terintegrasi, daripada hanya mengandalkan fitur tambahan yang bersifat permukaan (34,5% dari responden). 

"Seiring organisasi mempercepat adopsi AI, fondasi infrastruktur yang aman dan berstandar perusahaan, yang dipadukan dengan pengalaman layanan agentic berbasis percakapan, menjadi pembeda strategis bagi bisnis," ujar Dilip Kumar, Global Head, Infrastructure Solutions, NTT DATA, Inc. 

"Layanan SDI berbasis agentic kami memungkinkan perusahaan melampaui sekadar operasi ‘lights on’ dan mengubah kinerja infrastruktur menjadi hasil yang terukur." 

NTT DATA SDI Services Agent menganalisis data telemetri secara langsung, konteks historis, dan batasan kebijakan untuk mengambil tindakan yang aman dan deterministik, serta mengelola operasional sehari-hari dengan tetap mempertahankan kendali penuh di tangan manusia. 

Baca catatan pasar IDC tentang Solusi Infrastruktur NTT DATA

Untuk informasi lebih lanjut tentang Solusi Infrastruktur NTT DATA, kunjungi: https://services.global.ntt/en-us/services-and-products/infrastructure-solutions

Tentang NTT DATA

NTT DATA adalah pemimpin global di bidang layanan bisnis dan teknologi dengan nilai lebih dari USD 30 miliar, yang melayani 75 persen perusahaan Fortune Global 100. 

Kami berkomitmen mempercepat kesuksesan klien sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui inovasi yang bertanggung jawab. 

Sebagai salah satu penyedia AI dan infrastruktur digital terkemuka di dunia, kami memiliki kapabilitas unggul di bidang AI berskala perusahaan, cloud, keamanan, konektivitas, pusat data, dan layanan aplikasi. 

Layanan konsultasi dan solusi industri kami membantu perusahaan dan masyarakat melangkah menuju masa depan digital secara percaya diri dan berkelanjutan. 

Sebagai Global Top Employer, NTT DATA didukung para ahli di lebih dari 70 negara serta memberikan akses bagi klien ke ekosistem inovasi yang luas, termasuk pusat inovasi, mitra mapan, dan perusahaan rintisan. 

NTT DATA merupakan bagian dari NTT Group, yang setiap tahunnya menginvestasikan lebih dari USD 3 miliar untuk riset dan pengembangan. 

Kunjungi kami di nttdata.com


(*/red)

Demo Warga Nambo Ilir Pecah di Depan Pabrik PT Tunas Alpin! Tuntut Hak Kerja

By On Mei 11, 2026

Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025. 

SERANG, KabarXXI.Com - Ratusan warga Desa Nambo Ilir berunjuk rasa di depan PT Tunas Alpin, di Kawasan Industri Modern Cikande, di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 11 Mei 2025. 

Aksi yang digelar warga Kp Panebong, Nagrek, Gambar, yang terdiri dari Ibu-ibu dan Bapak-bapak, para pemuda, itu menuntut pihak perusahaan memprioritaskan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja.

”Kami warga Nambo Ilir juga layak bekerja di sini. Kami menuntut ke­adilan dan keberpihakan ke­pada warga sekitar,” kata Rubil, sa­lah seorang peserta aksi, dalam orasinya di atas mobil komando.

Pria yang menjabat Ketua BUMDes Nambo Ilir ini juga menyampaikan bahwa selama ini pihak perusahaan berdalih hanya memprioritaskan tenaga ahli atau yang memiliki keahlian (skil) saja. 

"Bahkan, hingga saat ini tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah desa. Untuk itu, dalam aksi ini kami meminta agar pihak perusahaan dapat segera mengakomodir dari tuntutan warga," tuturnya. 

"Ini aksi damai, dan kami berharap hari ini sudah ada keputusan dari pihak perusahaan," tegasnya. 

Hal senada disampaikan warga setempat, Sakti. Menurutnya, warga sekitar berharap agar pihak perusahaan dapat mengakomodir warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja. 

"Sejak pabrik ini ada, belum ada warga yang diterima berkerja di pabrik ini atau merekrut tenaga kerja warga sekitar. Mereka berdalih hanya skil saja bisa diterima bekerja," tutur seorang ibu yang anaknya belum dapat kesempatan bekerja di pabrik PT Tunas Alpin. 

Hingga berita ini tayangkan, perwakilan warga masih negosiasi dengan pihak perusahaan di dalam pabrik. (*/red)

Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Jaringan Scamming Internasional, Puluhan WNA dan Tiga WNI Ditangkap

By On Mei 11, 2026

Sebanyak 41 WNA dari China, Taiwan, dan Jepang, serta tiga WNI ditangkap Polrestabes Surabaya karena diduga terlibat jaringan scamming internasional. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Sebanyak 41 Warga Negara Asing (WNA) dari China, Taiwan, dan Jepang, serta tiga Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap Polrestabes Surabaya karena diduga terlibat jaringan scamming internasional. 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, terbongkarnya kasus scamming ini bermula dari laporan salah satu keluarga korban. 

"Awalnya, korban WNA dari Jepang ditawari ini ditawari untuk bekerja sebagai pelayan atau operator di Thailand. Namun dalam perjalanannya, mereka justru dibawa ke Surabaya, Indonesia," ujar Luthfie kepada wartawan saat Konferensi Pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat, 08 Mei 2026. 

Karena salah satu korban merasa terancam dengan kondisi itu, dia kemudian mengirimkan lokasi keberadaan ke suaminya, sebelum pelaku menyita handphone tersebut. 

Lewat lokasi itu, suami korban melapor ke Konsulat Jepang yang ada di Surabaya, Indonesia. 

Dari info yang didapatkan, saat itu korban dibawa oleh pelaku ke salah satu rumah di kawasan Dharmahusada. 

Di sana, polisi langsung mengamankan dua korban untuk kemudian dititipkan ke safe house. 

"Dari lokasi ditemukannya korban, kami juga mengamankan beberapa pelaku yang berasal dari China, Jepang, dan Indonesia, beserta barang bukti yang digunakan sebagai alat penipuan online," ujarnya. 

Polisi juga melakukan pengembangan kasus lewat tersangka E yang berasal dari Indonesia. 

Melalui E, polisi mendapati bahwa ada beberapa lokasi lain yang dipakai sebagai tempat scamming seperti, di Solo, Semarang, dan Bali. 

Untuk menggaet korbannya, pelaku menggunakan modus dengan pura-pura menjadi polisi Jepang. 

Tidak hanya itu, untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga membuat set lokasi seperti di kantor polisi, lengkap dengan seragam hingga properti pendukung lainnya. 

"Pelaku juga melakukan intimidasi. Mereka menuduh korban terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hingga jaringan narkoba," tuturnya. 

Kemudian, korban diminta membayar sejumlah uang untuk menebus kesalahan yang tidak mereka lakukan. Atas kejadian itu, salah satu korban mengalami kerugian hingga Rp 834 juta. 

Ia menuturkan, para pelaku masuk ke Indonesia ada yang menggunakan visa kunjungan resmi yang berlaku selama 30 hari maupun izin tinggal sementara. 

"Tapi berdasarkan keterangan yang kita terima dari imigrasi bahwa keseluruhannya saat ini berstatus overstayer. Ada beberapa (visanya) yang masih berlaku tapi menjelang overstayer,” ujarnya. 

Sampai saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Interpol, imigrasi, dan konsulat Jepang, China untuk menemukan perkembangan dari hasil penelitian. 

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku, kami menyangkakan pasal berlapis tentang Tindak Pidana Penipuan," ujarnya. (*/red)

Guru Ngaji di Surabaya Ngaku Takut Zina tapi Cabuli Tujuh Santri Laki-laki

By On Mei 11, 2026

MZ, guru ngaji tersangka pencabulan muridnya. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Seorang Ustaz atau guru ngaji di sebuah pesantren kawasan Genteng Kali, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) berinisial MZ (22) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli tujuh murid laki-lakinya. 

Ia mengaku, perbuatan itu dilakukan karena dorongan nafsu sesaat. 

Tersangka mengungkapkan hal itu saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan. 

Pengakuan tersangka membuat Luthfie geleng-geleng kepala. 

Awalnya tersangka mengaku pencabulan itu atas dorongan nafsu sesaat saat ditanya terkait motif. Hal itu karena ia kerap menonton film porno. 

"Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu," ujar tersangka dalam video seperti yang dilihat dari akun @luthfie.daily, Minggu, 10 Mei 2026. 

Saat ditanya kembali soal orientasi seksualnya suka perempuan atau laki-laki, tersangka mengaku dua-duanya. Namun saat ini memang lebih suka ke laki-laki terutama anak-anak. 

"Ya sekarang ya anak-anak. Soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil gitu," ujar tersangka. 

"Kalau sama perempuan takutnya zina, terus sama laki-laki anak-anak," timpal Luthfie sambil terheran-heran. 

Dalam pengakuan lainnya, tersangka mengakui pencabulan selalu dilakukan saat korban tidur di kamar asrama. 

Aksi bejat itu dilakukan sebenarnya diketahui murid-murid lainnya. Namun mereka takut dan memilih pura-pura tidur. 

Kasus itu terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri buka suara dan lapor ke Polisi. 

Dari situ, korban lainnya yang senasib ikut buka suara dan laporan juga. Total ada tujuh anak yang menjadi korban pencabulan tersangka. 

Diketahui sebelumnya, seorang ustaz atau guru ngaji di sebuah pesantren, di kawasan Genteng Kali, Surabaya, berinisial MZ (22) ditetapkan jadi tersangka. Ia diduga mencabuli santrinya. 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, ada tujuh orang yang menjadi korban tersangka dalam kurun tahun 2025. 

"Itu dilakukan oleh guru ngajinya atau ustaznya kepada tujuh orang santri laki-laki. Jadi pada beberapa waktu mulai tahun 2025 sampai 2026 dari kurun waktu itu. Tujuh orang ini yang dilakukan perbuatan cabul oleh tersangka," kata Luthfie kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu, 09 Mei 2026. (*/red)

Gubernur Andra Soni Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Industri di Banten

By On Mei 11, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri Puncak Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu, 10 Mei 2026.  

TANGERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengajak seluruh pihak untuk terus membangun hubungan industrial yang mengedepankan asas kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat, keadilan sosial, serta keseimbangan hak dan kewajiban. 

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Puncak Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu, 10 Mei 2026. 

"Pemerintah daerah, pengusaha, dan pekerja merupakan mitra sosial yang harus bekerja sama untuk kesejahteraan bersama," ujar Andra Soni. 

Andra Soni juga menyampaikan, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momentum bagi seluruh serikat pekerja untuk membangun kepercayaan terhadap iklim investasi yang kondusif di Provinsi Banten. 

"Alhamdulillah, di Banten kita ada kawasan industri yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan wilayah Tangerang Raya. Sektor industri, khususnya industri pengolahan, berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah," kata Andra Soni. 

Menurutnya, keberadaan industri di Provinsi Banten, salah satunya di Kabupaten Tangerang, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh serikat pekerja dan pelaku industri yang telah menjaga kondusivitas hubungan industrial. 

"Alhamdulillah, tahun 2025 realisasi investasi sebesar Rp 130,2 triliun meningkat dari realisasi investasi tahun 2024 sebesar Rp 105,64 triliun," tuturnya. 

Andra Soni berharap dengan tingginya realisasi investasi tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan buruh. 

Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 5,64 persen secara year on year. 

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan para buruh dan pelaku industri. 

"Serikat pekerja merupakan mitra pemerintah dan dunia usaha dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, adil, dan produktif,” ucapnya. 

Dia menegaskan, program dan strategi dalam hubungan industrial harus terus diperkuat melalui dialog sosial berkelanjutan, penyelesaian perselisihan secara cepat dan adil, peningkatan produktivitas dan upah yang berkeadilan, pengembangan keterampilan, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga kolaborasi kawasan dan program CSR. 

Sementara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, rangkaian kegiatan May Day 2026 menghadirkan suasana yang positif, membangun sinergi dan kolaborasi antara buruh, pelaku usaha dan pemerintah daerah. 

"Agenda May Day sudah konsultasi dan mendapat arahan dari Pak Gubernur agar acara ini bernuansa positif, sehingga dalam kegiatan ini terdapat berbagai macam rangkaian,” ujar Maesyal. 

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya pertandingan olahraga empat cabang, yakni sepak bola, bulu tangkis, catur, dan bola voli. Selain itu juga dilaksanakan pengajian bersama serta santunan anak yatim dan doa bersama. 

"Alhamdulillah malam tanggal 1 Mei kita bersama buruh mengundang anak-anak yatim dan kita mendoakan agar buruh di Kabupaten Tangerang aman semua,” ujarnya. 

Maesyal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh serikat pekerja yang telah menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. 

"Terima kasih kepada serikat pekerja dan alhamdulillah kita bisa menjaga kondisi yang kondusif aman dan tertib. Saya harap hal itu dapat terus kita jaga bersama," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni bersama Maesyal Rasyid dan Forkopimda Kabupaten Tangerang melepas lima ton ikan untuk agenda mancing bersama buruh, serta meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan Gerakan Pangan Murah yang digelar dalam peringatan May Day di Kabupaten Tangerang. (Reno)

LPTQ Banten Dorong Kabupaten Serang Rebut Kembali Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi

By On Mei 11, 2026

Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten, Sholeh Hidayat di sela menghadiri Pembinaan dan Penggalian Potensi Peserta Tingkat Kecamatan untuk menjadi Calon Kafilah Kabupaten Serang.  

SERANG, KabarXXI.Com - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten mendorong Kabupaten Serang untuk merebut kembali Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Banten. 

Dorongan ini sebagai apresiasi atas langkah LPTQ Kabupaten Serang yang gencar melakukan pembinaan kepada para calon Kafilah di 29 Kecamatan. 

Hal ini disampaikan Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten, Sholeh Hidayat di sela menghadiri Pembinaan dan Penggalian Potensi Peserta Tingkat Kecamatan untuk menjadi Calon Kafilah Kabupaten Serang Zona 5 meliputi Kramatwatu, Waringinkurung, Bojonegara, Pulo Ampel, dan Kecamatan Gunung Sari di Pondok Pesantren Al Markaz, Kecamatan Waringinkurung, Sabtu, 09 Mei 2026. 

“Saya mendukung serta mendorong Kabupaten Serang untuk merebut kembali kemenangan Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Banten di masa lalu. Inilah salah satu upaya pembinaan kafilah,” ujar Sholeh Hidayat. 

Menurutnya, berbagai upaya guna mencapai kemenangan tidak lepas dari keseriusan dan konsistensi dalam berlatih serta pembinaan yang dilakukan. Karenanya, sebuah pencapaian yang diraih semua membutuhkan sebuah proses yang panjang. 

"Dalam berbagai peristiwa kemenangan, pembinaan itu salah satu faktor yang menjadi penyebab dia berhasil. Maka, ikuti dengan sebaik-baiknya oleh peserta. Kemudian tim pembina juga memang ahlinya,” ucapnya. 

Oleh karenanya, Sholeh Hidayat mengapresiasi apa yang dilakukan LPTQ Kabupaten Serang yang diawali dengan melakukan pembinaan untuk mencari bibit atau potensi untuk dijadikan Kafilah Kabupaten Serang pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Banten mendatang. 

"Tentu saja, kami dari Provinsi Banten sangat mengapresiasi upaya dan ikhtiar yang dilakukan LPTQ Kabupaten Serang. Tidak terlepas dari usaha dan doa,” pungkasnya. 

Turut hadir, KH. Adli Azhari Nasution, Juara Qori Internasional di Makkah 1983 sebagai Pembina, Pembina LPTQ Kabupaten Serang Muchsinin, Kepala Kemenag Kabupaten Serang Uesul Qurni, sejumlah Anggota DPRD Dapil V, para Camat Dapil V, dan puluhan calon Kafilah Kabupaten Serang. 

Ketua Harian LPTQ Kabupaten Serang, Budi Haryadi mengatakan, pembinaan yang dilakukan bertujuan untuk menggali potensi. Ketika sudah digali, bagi yang mempunyai bakat akan dilakukan pembinaan lanjutan. Kemudian, setelah dilakukan pembinaan dari ratusan kafilah tilawah akan menghasilkan kurang lebih 40 orang. 

“Setelah itu nanti kita TC atau Training Center untuk cari yang terbaik. TC-nya di Ponpes Bai Mahdi Soleh Ma’mun disaksikan oleh Ibu Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah pada tanggal 17 Mei mendatang,” kata Budi Haryadi kepada wartawan usai pembukaan pembinaan. 

Selanjutnya, kata Budi Haryadi, setelah dilakukan TC para calon kafilah akan dilakukan pembinaan kembali di Pondok Pesantren KH. Adli Azhari Nasution. 

"Pembinaan ini supaya betul-betul pada MTQ Provinsi Banten, Kabupaten Serang menghasilkan peserta yang terbaik di antara kota/kabupaten lainnya. Peserta hari ini kurang lebih 40 orang dari lima kecamatan. Setiap kecamatan ada yang 10, ada yang delapan. Minimal delapan kafilah,” ujarnya. 

Setelah mendapatkan yang terbaik dari yang baik, sebut Budi Haryadi, Kafilah Kabupaten Serang akan langsung ditampilkan pada MTQ Provinsi Banten. 

"Karena saya ingin betul-betul bukan dari luar daerah, tapi putra-putri kita sendiri. Pembinaan secara rutin dan jangka panjang. Ini pertama per tiga bulan, ke depan per enam bulan. Untuk usia sesuai, ada anak-anak berusia 15 tahun,” ucapnya. 

Budi Haryadi menyebut, dari pembinaan yang dilakukan pada Dapil 1, 2, 3 dan 4 sudah menghasilkan sekitar 30 kafilah, baik dari kategori tuna netra, remaja, maupun dewasa. 

"Semua lengkap. Saya cukup puas dengan ide ini. Kafilah tidak ada dari kabupaten/kota lain, kita murni. Kalau ada dari luar daerah Kabupaten Serang, kita coret. Dari hasil ini kita optimis target Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Banten,” pungkasnya. 

Pantauan di lokasi, pembinaan dan penggalian potensi peserta tingkat kecamatan untuk menjadi Calon Kafilah Kabupaten Serang Zona 5 tampak meriah yang diawali dengan defile diiringi drum band Santri dan Santriwati Ponpes Al Markaz. (*/red)

Presiden Prabowo ke Miangas, Janji Rawat Bandara yang Diresmikan Jokowi

By On Mei 11, 2026

Presiden Prabowo Subianto di Miangas. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan merawat Bandara Miangas yang diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

Diketahui, Jokowi meresmikan Bandara Miangas pada 19 Oktober 2016 lalu. 

"Pak Jokowi resmikan bandara ya, saya nanti akan perbaiki atau melihara supaya lebih bagus lagi," ujar Prabowo saat mengunjungi warga di Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Prabowo juga memastikan seluruh Puskesmas di Miangas dan di seluruh Indonesia akan diperbaiki. 

"Kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera," ujarnya. 

Dia juga menyoroti kondisi bangunan sekolah di Miangas. Menurutnya, pemerintah akan melakukan renovasi seluruh Indonesia dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan. 

Prabowo juga berjanji akan memberikan bantuan kepada nelayan berupa kapal dan akan membangun desa nelayan di Miangas. Bantuan akan diberikan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

"Hari ini kita beri bantuan, 1 kapal berapa besarnya 15 gross ton besar juga itu, luar biasa itu, awak kapalnya berapa? 15 GT tapi juga rencana beliau (Menteri KKP) akan kita bangun desa nelayan khusus kapan mulai? Tahun ini? Dari bulan depan sudah mulai ya pembangunan, awas saya akan check lagi nanti,” ujarnya. (*/red)

Polisi Sita Uang Rp 1,9 Miliar hingga 53 Juta Dong Vietnam dari Markas Judol di Hayam Wuruk

By On Mei 11, 2026

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Tm gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus Judi Online (Judol) yang melibatkan 321 Warga Negara Asing (WNA), di gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar). 

Hasil penggeledahan, Polisi menyita berbagai mata uang asing, mulai dari rupiah hingga dolar. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, jumlah uang rupiah yang disita mencapai 1,9 miliar. 

"Untuk nominal uang sebenarnya sudah ada, untuk uang rupiah juga ada. Ini berbagai macam mata uang. Nanti perinciannya nanti mungkin akan kita sampaikan lebih lanjut," kata Wira kepada wartawan saat Jumpa Pres di lokasi penangkapan, kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar), pada Sabtu, 09 Mei 2026. 

Kemudian, kata Wira, uang dolar yang disita mencapai 10.210, namun belum diketahui negara asal dolar tersebut. Selain rupiah dan dolar, pihaknya juga menyita 53,82 juta Dong. 

"Tapi yang pasti uang rupiah ini diperkirakan sekitar 1,9 sekian miliar yang ada. Kemudian pecahan uang, ada uang Vietnam 53,82 juta, kemudian pecahan dolar itu sebanyak 10.210, itu dari pecahan uang yang berhasil kami sita," ujar Wira. 

Diketahui sebelumnya, pelaku yang diamankan polisi sebanyak 321 WNA terdiri dari 57 WNA Tiongkok atau China, 228 WNA Vietnam, 11 WNA Laos, 13 WNA Myanmar, 3 WNA Malaysia, 5 WNA Thailand, 3 WNA Kamboja. Mereka ditangkap tangan saat melakukan judi online. 

"Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online," ujar Wira. 

Dalam penindakan ini, pihaknya menemukan aktivitas judi online yang terstruktur, memanfaatkan sarana elektronik lintas negara, dan dijalankan secara digital. 

Berbagai barang bukti turut diamankan, di antaranya, brankas, paspor, handphone, laptop, PC komputer, serta uang tunai dari berbagai negara. (*/red)

Polri Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Diamankan

By On Mei 11, 2026

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap praktik judi online yang beroperasi di sebuah kantor di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Dalam penggerebekan tersebut, Polisi menangkap 321 Warga Negara Asing (WNA). 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, aktivitas tersebut merupakan jaringan judi online internasional yang dijalankan secara terorganisir. 

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan jumlahnya mencapai 321 orang,” kata Wira kepada wartawan saat Konferensi Pers, di Hayam Wuruk Plaza Tower, Sabtu, 09 Mei 2026. 

Menurut Wira, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam dengan jumlah 228 orang. 

Selain itu, kata Wira, pihaknya juga mengamankan 57 warga negara China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Kamboja, dan tiga warga Malaysia. 

Wira menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah WNA di gedung tersebut. 

Saat dilakukan penggerebekan, kata Wira, para pelaku disebut tertangkap tangan tengah menjalankan operasional judi online. 

"Kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Wira, penyidik menemukan sedikitnya 75 situs atau domain yang diduga digunakan untuk aktivitas perjudian daring. 

“Dari hasil pemeriksaan penyidik menemukan 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online,” kata Wira. 

Saat ini, kata Wira, pihaknya masih mendalami jaringan dan aliran dana dari praktik judi online internasional tersebut. (*/red)

Balada Sepatu di Negeri Noni Belanda

By On Mei 11, 2026

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. 

Oleh: Ari Junaedi 

Kisah sepasang alas kaki memang tidak mengenal teritorial. Entah di Iran atau di Kalimantan Timur. Yang membedakan hanyalah alur cerita dan realitasnya. 

Cerita kesedihan di Iran ujungnya bahagia. Sementara di Kalimantan Timur, berawal dari kesedihan berakhir kematian. 

Kisah nestapa dari Iran yang dimaksud, saya nukilkan dari film berjudul "Children of Heaven" (1997), karya klasik sutradara Majid Majidi. 

Film ini berkisah tentang Ali dan Zahra, kakak-beradik dari keluarga miskin yang terpaksa harus bergantian memakai satu pasang sepatu. 

Sang kakak yang bernama Ali teledor menghilangkan sepatu sekolah milik Zahra. 

Takut berterus terang pada orang tua yang miskin, Ali dan Zahra terpaksa harus berbagi satu pasang sepatu yang sama. 

Zahra memakainya pagi hari, lalu berlari memberikan sepatu itu ke Ali yang sekolah siang hari. 

Sepatu yang diestafetkan akhirnya harus berhenti di saat Ali berhasil menjuarai lomba lari marathon. 

Hanya saja, Ali bersedih karena juara pertama lomba bukan mendapat hadiah sepatu, tetapi pelesiran. 

Sementara di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang pelajar Kelas XI SMKN 4 bernama Mandala Rizky Syahputra (16) menjadi sorotan setelah kisah kehidupannya yang miskin terungkap ke publik. 

Mandala yang berasal dari keluarga kurang mampu meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026), setelah mengalami komplikasi Kesehatan yang diduga bermula dari kondisi kakinya yang membengkak (Kompas.com, 7 Mei 2026). 

Menurut penuturan Ibunya Mandala yang bernama Ratnasari, anaknya terpaksa memakai sepatu berukuran 40, meski ukuran kakinya yang sebenarnya 44. 

Untuk menahan rasa sakit, Mandala harus mengganjal kakinya dengan pembungkus buah warna pink. 

Sebelum kematiannya, Mandala tengah mengikuti kerja magang – sebagai prasyarat pra kerja lapangan - di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. 

Selama kerja magang, Mandala lebih banyak berdiri sehingga rasa sakit di kakinya semakin sulit ditahan. 


Rasa sakitnya menyebar hingga ke semua bagian tubuh. Infeksi pada kakinya semakin parah hingga memengaruhi kondisi fisiknya secara keseluruhan. 

Pihak sekolah rutin membantu kehidupan Mandala, mulai dari perlengkapan sekolah, biaya kehidupan hingga pengobatan. 

Kendala tunggakan BPJS yang dialami keluarga Mandala juga sudah diselesaikan secara swadaya oleh pihak sekolah. 

Hanya saja persoalan administrasi kependudukan yang membuat Mandala kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara gratis. 

Sepatu adalah Marwah Pelajar Kaltim

Kematian Mandala yang diduga komplikasi kesehatan akut akibat memaksakan memakai sepatu “kekecilan” menjadi tamparan bagi kita semua. 

Ukuran kepantasan kemanusian yang beradab di negara yang menjunjung tinggi Pancasila patut dipertanyakan. 

Keluarga Mandala yang kerap mendapat bantuan dari pihak sekolah, andai saja tanggap dengan memprioritaskan untuk membeli sepatu bagi Mandala, tentu akhir cerita bisa lain. 

Pihak sekolah dan teman-teman Mandala pun tidak kurang perhatiannya. Hanya saja lingkungan tempat tinggal Mandala menjadi titik krusial ketika persoalan administrasi menjadi faktor penyulit ketika fungsi BPJS diaktifkan. 

Lokasi sekolah Mandala di SMKN 4 di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang sebetulnya hanya berjarak 1,8 kilometer dengan Rumah Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang sohor dengan julukan Lamin Etam di Jalan Gajah Mada di Samarinda. 

Nama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud beserta kerabatnya, kini tengah mendapat sorotan publik. 

Warga di seluruh pelosok Nusantara geram dengan tingkah pola Kepala Daerah yang dipilih oleh rakyat Kalimantan Timur tersebut. 

Di saat Pemerintah Pusat tengah mencanangkan penghematan di semua lini pengeluaran anggaran alias efisiensi, yang terjadi di Kalimantan Timur justru sebaliknya. 

Untuk pengadaan mobil dinas Kaltim-1 tembus hingga angka Rp 8,5 miliar lebih. Padahal, kendaraan dinas RI-1 yang berjulukan Maung di kisaran Rp 1 miliar saja. 

Anggaran untuk penataan ruang kerja Gubernur mencapai Rp 8,2 miliar. Belum lagi renovasi rumah jabatan Lamin Etam dan pengadaan berbagai fasilitas sebanyak 35 item seperti mebel, tempat tidur, peralatan dapur, akuarium air laut hingga kursi pijat dengan total tembus di angka Rp 12 miliar. 

Ada pula anggaran renovasi Rumah Jabatan Wakil Gubernur mencapai Rp 4,9 miliar (Niaga Asia.com, 14 April 2026). 

Jika ingin melihat lebih detail alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kalimantan Timur tahun anggaran 2005-2026, memang terkesan tidak mengenal efisiensi. 

Kesan “aji mumpung” begitu kental terasa. Bayangkan ada pengadaan dua kursi pijat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur senilai Rp 125 juta dan biaya laundry sebesar Rp 450 juta. 

Kasus menghamburkan APBD tidak terlepas dari peran anggota Dewan di DPRD Kalimantan Timur yang abai meloloskan begitu saja tanpa ada keberatan, bahkan revisi atau pencoretan di APBD yang telah diketok Dewan. 

Sangat miris jika melihat Kalimantan Timur adalah provinsi dengan APBD terbesar ke lima di tahun 2025 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Dengan APBD tahun 2025 sebesar Rp 20,6 triliun, seharusnya kasus kematian warga miskin seperti Mandala tidak boleh terjadi. 

Dari data Badan Pusat Statistik, di antara jumlah penduduk Kalimantan Timur di 2025 mencapai 4,26 juta jiwa, ternyata masih terdapat 199.710 warganya tergolong miskin. 

Dengan angka kemiskinan mencapai 5,71 persen dari total populasi penduduk Kalimantan Timur, harusnya Dana Bagi Hasil Migas dan Batubara menjadi berkah untuk warganya, bukan saja untuk elite-elite pemerintahan dan Dewan. 

Dengan rancangan APBD untuk postur 2026 yang menurun karena pemangkasan dari pusat, maka fokus APBD semestinya ditujukan untuk pengentasan kemiskinan, stimulus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membuka peluang pembukaan lapangan kerja dan perbaikan infrastruktur dengan pola padat karya. 

Rentetan ketidakpuasan warga Kalimantan Timur yang akhirnya bermuara dengan aksi unjuk rasa mahahasiswa di Samarinda adalah cerminan kekritisan warga terhadap pola kepemimpinan kepala daerah yang tamak. 

Setelah negeri ini mendapat pelajaran berharga dari dampak negatif kehadiran politik dinasti di Banten, kini keprihatinan beralih ke Kalimantan Timur. 

Bayangkan semua posisi kunci politik “dikangkangi” keluarga Gubernur. Istri sang Gubernur adalah anggota DPR-RI, Sarifah Suraidah. 

Publik lebih mengenal tampilan busana mewahnya dan aksi sosialnya yang kerap diunggah di media sosial ketimbang menyampaikan aspirasi rakyat Kalimantan Timur di ruang parlemen Senayan. 

Busana dan asesoris yang dikenakan Sarifah saat menyapa warga atau belanja memang lebih pantas untuk ajang fashion show di catwalk. Netizen di media sosial menyebutnya Noni Belanda. 

Sebetulnya, urusan busana adalah hak privat masing-masing individu. Hanya saja ukuran kepantasan kadang dilupakan banyak orang. 

Apakah pantas seorang istri Kepala Daerah mengenakan busana mewah di saat warganya masih kebingungan mencari pekerjaan atau frustasi karena upah yang diperolehnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari? 

Kakak kandung Gubernur yang bernama Hassanudin Mas’ud adalah Ketua DPRD Kalimantan periode 2024 – 2029. 

Kakak yang lain, Syahria Mas’ud tercatat sebagai anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur yang juga calon kuat Ketua KONI di provinsi yang sama. 

Kakak yang lainnya, Rahmad Mas’ud kebetulan menjadi Walikota Balikpapan. 

Adik Gubernur bernama Abdul Gafur Mas’ud, yang sempat menjabat Bupati Penajam Paser Utara, mengalami nasib sial karena terkena Operasi Tangkap Tangan oleh KPK.

Sebelum diberhentikan karena protes dari berbagai kalangan, Hijrah Mas’ud, adik Gubernur Rudi Mas’ud adalah Wakil Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). 

Hijrah begitu dipercaya sang kakak untuk berbagai urusan penting. Bahkan, Rudy memberi kepercayaan Hijrah untuk mandat yang tidak bisa diwakilkan. Padahal, Wakil Gubernur masih sehat dan mampu bekerja. 

Guliran hak angket yang kini mulai disuarakan berbagai Fraksi di DPRD Kalimantan Timur diharapkan bisa mengkhiri polemik penyalahgunaan kekuasaan oleh Kepala Daerah. 

Persetujuan 21 anggota Dewan dari enam Fraksi, di antaranya PDIP, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PKB, PKS, PPP dan PAN seharusnya bisa berjalan mulus walau ada penolakan dari Fraksi Golkar, partai asal Rudi Mas’ud. 

Mengingat Golkar menjadi kekuatan dominan dengan 9 kursi di DPRD Kalimantan Timur, tetapi jumlah gabungan pengusul hak angket mencapai 52 kursi, tentunya usulan hak angket bisa berjalan mulus andai tidak “masuk angin”. 

Jawaban Gubernur Rudy Mas’ud bahwa besarnya anggaran pembelian dan renovasi aneka fasiltas Kepala Daerah untuk menjaga marwah Kalimantan Timur adalah anomali pola pikir. 

Di saat ada warganya mati karena alas sepatu yang tidak layak, pantaskah ada seorang Gubernur yang begitu kelelahan bekerja hingga butuh kursi pijat seharga ratusan pasang sepatu? 

Andai saja anggaran untuk kursi pijat seharga Rp 125 juta dibelanjakan sepatu seharga Rp 300.000, maka tentunya akan didapatkan 417 pasang sepatu. 

"Pemimpin harus merasakan apa yang dialami rakyatnya. Jika rakyatnya menderita, ia harus menjadi orang pertama yang merasakannya." - Umar bin Khattab. 

Penulis adalah Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama. 

Sumber: kompas.com

Dua Kapal Tanker Iran yang Coba Langgar Blokade Ditembaki Jet Tempur AS

By On Mei 11, 2026

Ilustrasi Jet Tempur AS. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Jet tempur milik Amerika Serikat (AS) dikerahkan dan melepas tembakan untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran, pada Jumat, 08 Mei 2026, waktu setempat. 

Washington menyebut, kedua kapal tanker Iran itu berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran. 

Dilansir AFP, Sabtu, 09 Mei 2026, AS sejauh telah menghentikan secara paksa empat kapal, yang menurut mereka mencoba melanggar blokade laut di sekitar Selat Hormuz, yang diberlakukan sejak 13 April lalu. 

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS telah melumpuhkan kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda dengan "menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka, mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran". 

CENTCOM menyertakan rekaman video yang menunjukkan momen serangan terhadap kedua kapal tersebut. 

Pada Rabu, 06 Mei 2026, waktu setempat, sebuah jet tempur AS jenis F/A-18 melumpuhkan sebuah kapal berbendera Iran lainnya, yang bernama M/T Hasna, dengan menembakkan peluru meriam 20 mm ke kemudi kapal tersebut. 

Sebelum itu, atau pada 19 April lalu, insiden lainnya melibat sebuah kapal berbendera Iran lainnya, M/V Touska, yang dituduh melanggar blokade dan mengabaikan peringatan yang diberikan kapal perusak militer AS. 

Kapal-kapal perang AS, pada saat itu, memerintahkan para awak kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesin, yang kemudian dihantam beberapa kali dengan senjata lima inci, yang melumpuhkan kapal tersebut. 

Iran secara efektif menutup jalur perairan vital Selat Homuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas, setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu. 

Washington merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Teheran, dalam upaya menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. (*/red)

Polisi Grebek Arena Judi Sabung Ayam di Jayanti, Dua Orang dan 28 Unit Motor Diamankan

By On Mei 10, 2026

Polresta Tangerang menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 10 Mei 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Petugas kepolisian Polresta Tangerang menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 10 Mei 2026. 

Penggerebekan dipimipin langsung oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

"Kami mendapat informasi adanya aktivitas judi sabung ayam. Kami langsung bergerak melakukan penggerebekan," ujarnya. 

Dia menjelaskan, dari penggerebekan itu diamankan dua orang yang diduga terlibat dalam judi sabung ayam. Kemudian 13 ekor ayam aduan, enam sarung ayam, jam dinding, buku rekapan, kandang, dan 28 unit sepeda motor. 

"Untuk selanjutnya tempat atau lapak sabung telah dilakukan pembongkaran dan sudah dipolice line," kata Indra Waspada. 

Indra Waspada menegaskan, pihaknya akan terus memberantas praktik judi termasuk sabung ayam serta akan melakukan penegakkan hukum. 

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi tersebut. 

"Apabila masyarakat mengetahui aktivitas judi atau praktik meresahkan lainnya, segera laporkan, akan kami tindaklanjuti," pungkasnya. (Reno)

Polisi Bongkar Bisnis BBM Subsidi Ilegal Usai Insiden Solar Tumpah di Bancara, Lima Orang Ditangkap

By On Mei 10, 2026

Tumpahan solar menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh, di jalur Arosbaya-Bancara, Kabupaten Bangkalan, Jatim. 

BANGKALAN, KabarXXI.ComPolisi akhirnya membongkar praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi lintas daerah, usai insiden tumpahan solar yang menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh di jalur Arosbaya-Bancara, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim). 

Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu malam, 03 Mei 2026, terkait jalan licin akibat tumpahan diduga solar di kawasan Bancaran. 

"Pada hari Sabtu, sekitar pukul 22.00 WIB, ada laporan dari masyarakat terkait adanya tumpahan diduga solar di wilayah Banjaran yang mengakibatkan sejumlah pengendara motor terjatuh,” ujar AKBP Wibowo kepada wartawan, Kamis, 07 Mei 2026. 

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan sebuah truk bak kayu yang telah dimodifikasi dengan tangki penampung BBM di bagian dalam. 

Dari pemeriksaan awal, kebocoran terjadi pada bagian kran tangki sehingga solar tumpah sepanjang jalur yang dilalui kendaraan tersebut. 

"Dari hasil penyelidikan ditemukan kendaraan truk yang dimodifikasi dengan tangki bermuatan solar. Pada bagian kran atau penutupnya mengalami kerusakan sehingga solar tumpah ke jalan,” ujarnya. 

Bahkan, dari hasil pengembangan, polisi menemukan sebuah lokasi penimbunan BBM di wilayah Pamekasan. 

Kemudian, penyidik pun kembali menemukan gudang lain di Kecamatan Krian, Sidoarjo, yang diduga menjadi lokasi penampungan dan distribusi solar subsidi ilegal. 

"Kemudian dari hasil pengembangan, kami menemukan lokasi penimbunan di Pamekasan dan satu lokasi lagi di wilayah Krian, Sidoarjo,” ujarnya. 

Wibowo menjelaskan, para pelaku diduga menjalankan praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM jenis solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor tertentu sesuai penugasan pemerintah. 

"Modus operandi para tersangka adalah melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM jenis solar subsidi yang kemudian dijual kembali,” pungkasnya. 

Dalam pengungkapan tersebut, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit truk Isuzu modifikasi dengan tangki kapasitas 8.000 liter, dua unit truk tangki besar, tujuh tandon penyimpanan solar, mesin alkon, flow meter, selang, hingga perlengkapan distribusi BBM lainnya. 

Sebanyak lima tersangka turut diamankan dengan peran berbeda-beda. RS (39) diketahui sebagai sopir pengangkut solar dari Pamekasan menuju gudang di Krian. S (66) bertugas sebagai kernet. Sementara PK (26) diduga sebagai pemilik usaha solar ilegal tersebut. 

Selain itu, AF (33) berperan mencatat keluar masuk barang dan membuat administrasi surat jalan, sedangkan AK (40) diduga sebagai penyedia truk modifikasi sekaligus pengaman jalur distribusi BBM ilegal. 

"Kami mengamankan lima tersangka dengan peran masing-masing dalam distribusi BBM solar ilegal ini,” kata Wibowo. 

Para tersangka kini dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi ilegal yang lebih luas. (*/red)

MaTA Kritik DPRK Bireuen, Dinilai Tidak Maksimal Jalankan Fungsi Pengawasan

By On Mei 10, 2026

Koordinator MaTA, Alfian. 

BIREUEN, KabarXXI.Com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai DPRK Bireuen mulai kehilangan fungsi pengawasan dan independensinya dalam menyikapi berbagai persoalan daerah, terutama terkait penanganan bencana ekologis yang hingga kini masih dirasakan masyarakat. 

Koordinator MaTA, Alfian mengatakan, perbedaan pernyataan antar anggota DPRK Bireuen yang berkembang di ruang publik bukan lagi sekadar dinamika politik biasa, melainkan telah menyentuh marwah lembaga legislatif. 

“DPRK seharusnya menjalankan mandat pengawasan, bukan justru terkesan membangun citra seolah pemerintahan daerah berjalan tanpa masalah,” kata Alfian dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu 9 Mei 2026 kemarin. 

Menurutnya, Kabupaten Bireuen masih menghadapi berbagai persoalan serius, termasuk dampak bencana ekologis yang belum tertangani secara maksimal. Namun, kondisi tersebut dinilai belum mendapat perhatian serius dari sebagian anggota legislatif. 

MaTA juga menyoroti adanya kecenderungan sebagian anggota DPRK lebih dekat dengan kepentingan kekuasaan dibanding memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Padahal, kata Alfian, anggota legislatif memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan regulasi. 

“Publik berhak mengkritisi kinerja DPRK. Jika fungsi pengawasan tidak berjalan maksimal, maka masyarakat patut mempertanyakan komitmen mereka terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya. 

Selain itu, MaTA menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi di Kabupaten Bireuen, mulai dari perencanaan anggaran berbasis kebutuhan masyarakat, peningkatan layanan publik hingga optimalisasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Alfian menyebut, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) dinilai belum sepenuhnya terarah dan perlu pengawasan yang lebih kuat agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. 

MaTA juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah dan kinerja legislatif demi mendorong pemerintahan yang lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan publik. 

“Rakyat memiliki hak yang sama untuk mengawasi kinerja eksekutif maupun legislatif. Kritik yang konstruktif penting agar pembangunan daerah berjalan sesuai harapan masyarakat,” kata Alfian. (Joniful Bahri)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *