Berita Terbaru

12 Hari Operasi Patuh Maung di Serang, Kedisiplinan Masyarakat dalam Berlalu Lintas Mulai Terlihat

By On November 07, 2026

Personel Polres Serang saat kegiatan Operasi Patuh Maung 2026, di Simpang Modern, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, 07 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Memasuki hari ke-12 pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026, Polres Serang mulai melihat adanya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. 

Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah pengendara yang belum mematuhi aturan serta tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara. 

Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 07 November 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, di Jalan Raya Serang–Jakarta, tepatnya di Simpang Modern, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. 

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Serang memberikan imbauan kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan dan kelengkapan berkendara. 

Petugas juga melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang melakukan pelanggaran, serta melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026. 

Kasetopsres Operasi Patuh Maung 2026, AKP Muhammad Hafizh mengatakan, Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum (Gakkum) secara humanis. 

Menurutnya, operasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Serang. 

Ia juga menekankan kepada seluruh personel yang bertugas agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis melalui prinsip Senyum, Sapa, dan Salam (3S), menghindari sikap arogan, serta menjaga nama baik institusi Polri dan mengutamakan keselamatan selama bertugas. 

Memasuki hari ke-12 ini, mulai terlihat perubahan positif dengan meningkatnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas. 

Namun, petugas masih menemukan pengendara yang tidak menggunakan helm maupun kelengkapan keselamatan lainnya serta melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat berlalu lintas guna mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

Polres Serang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta melengkapi surat-surat dan perlengkapan kendaraan sebelum bepergian. 

Dengan meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, diharapkan tercipta kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. 

Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari ke-12 berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (*/red)

Warga Temukan Mayat di Perempatan Ciruas, Polsek Lakukan Evakuasi dan Identifikasi

By On November 07, 2026

Warga digegerkan dengan penemuan mayat di sekitar Perempatan Ciruas, Jalan Raya Jakarta-Serang, Sabtu, 07 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Warga digegerkan dengan penemuan mayat di sekitar Perempatan Ciruas, Jalan Raya Jakarta-Serang, tepatnya di Kampung Citerep RT 01/01, Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, 07 November 2026. 

Korban diketahui bernama Ardi Yudistira (31), warga Kampung Ciruas Kecil RT 04/02, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. 

Kapolsek Ciruas, Kompol Salahudin mengatakan, keberadaan korban pertama kali diketahui dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi. 

Berdasarkan keterangan saksi bernama Susun (60), seorang tukang ojek, korban telah terlihat berada di sekitar lokasi selama kurang lebih dua hari. 

Pada Sabtu pagi, saksi melihat korban berjalan dalam kondisi tidak stabil dan tampak mengalami sesak napas. 

“Korban kemudian duduk di sekitar lokasi. Saat saksi kembali melihat korban sekitar pukul 12.00 WIB, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kapolsek. 

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi lainnya, Dian Handayani (46), seorang perawat Puskesmas Ciruas, korban diketahui merupakan pasien Puskesmas Ciruas yang sebelumnya meninggalkan fasilitas kesehatan tersebut selama kurang lebih dua hari. 

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Ciruas bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan TKP, serta melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. 

Dalam proses penanganan, Tim Inafis Polres Serang bersama Tim RS Bhayangkara Polda Banten melaksanakan pemeriksaan awal dan evakuasi terhadap jenazah korban dari lokasi kejadian. 

Sekitar pukul 12.35 WIB, Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Banten tiba di lokasi dan bersama personel Polsek Ciruas serta Tim Inafis Polres Serang melakukan proses evakuasi jenazah untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten guna menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut. 

Kapolsek Ciruas mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab meninggalnya korban. 

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggal dunia, masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak yang berwenang. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap menghormati privasi serta keluarga korban,” ujar Kompol Salahudin. 

Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polsek Ciruas bersama Tim Inafis Polres Serang dan Tim RS Bhayangkara Polda Banten telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mendatangi TKP, mengamankan lokasi, melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap saksi, menghubungi pihak keluarga korban, berkoordinasi dengan Puskesmas Ciruas, melakukan pemeriksaan serta dokumentasi TKP, dan melaksanakan evakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Banten. 

“Penanganan dilakukan sesuai prosedur. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi dan penyebab meninggalnya korban. Perkembangan lebih lanjut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya,” tutupnya. (*/red)

Subuh Keliling di Singamerta, Wakapolres Serang Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas dan Waspadai Narkoba

By On November 07, 2026

Wakapolres Serang, Kompol Andri Surya Kurniawan saat kegiatan Subuh Keliling (Subling), di Masjid Al-Ubbad, Kampung Singamerta RT 02 RW 01, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu pagi, 7 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Dalam rangka mendukung Quick Wins Program Kapolri, Wakapolres Serang, Kompol Andri Surya Kurniawan mewakili Kapolres Serang, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling (Subling), di Masjid Al-Ubbad, Kampung Singamerta RT 02 RW 01, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu pagi, 7 November 2026. 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.00 WIB tersebut diikuti sekitar 30 orang, terdiri dari jajaran Polres Serang dan Polsek Ciruas, unsur TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Desa Singamerta. 

Turut hadir, Kapolsek Ciruas Kompol Salahuddin, sejumlah pejabat dan personel Polres Serang, Bhabinsa Desa Singamerta Serka Suwoyo, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. 

Usai melaksanakan Shalat Subuh berjamaah, Wakapolres Serang menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jamaah. 

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. 

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan,” ujar Wakapolres. 

Wakapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor, rumah kosong maupun barang berharga lainnya. 

Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kendaraan terkunci dengan baik, termasuk menggunakan kunci pengaman tambahan. 

Apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan, masyarakat dapat segera menghubungi pihak Kepolisian melalui Call Center 110. 

Selain persoalan kamtibmas, Wakapolres juga memberikan perhatian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. 

“Para orang tua kami harapkan terus meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak. Waspadai juga peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan berbagai modus, termasuk yang memanfaatkan rokok elektrik atau vape,” katanya. 

Ia juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah kenakalan remaja, termasuk aksi tawuran antarpelajar maupun kelompok pemuda. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres turut mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan di jalan raya. 

“Keselamatan adalah yang utama. Anak-anak yang belum cukup umur secara hukum belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya karena dapat membahayakan keselamatan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya. 

Wakapolres menambahkan, kegiatan Subuh Keliling merupakan bagian dari upaya Polres Serang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kemitraan dengan masyarakat. 

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, berdialog dan bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan kamtibmas,” ungkapnya. 

Kegiatan Subuh Keliling tersebut selesai sekitar pukul 05.15 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif. 

Melalui kegiatan ini, Polres Serang terus mendorong terciptanya sinergitas antara Polri, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Serang. (*/red)

Dampingi Menko AHY Tinjau Underpass Bitung, Gubernur Andra Soni Harap Dapat Urai Kemacetan

By On November 06, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menko AHY meninjau progres pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

Proyek strategis yang ditargetkan beroperasi pada Februari 2027 ini diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah kemacetan di wilayah tersebut. 

​Proyek lintas bawah sepanjang 350 meter ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan dukungan anggaran sebesar Rp 87,31 miliar. 

​Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 70,7 persen dan berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang direncanakan. 

Ia berharap kualitas dan standar keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama. 

​"Insya Allah akan terus dikejar hingga tahun depan, dan pada Februari (2027) akan ada serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO)," ujar AHY. 

​Ia menambahkan, lokasi pembangunan ini sangat strategis karena menjadi titik utama yang selama ini menghambat arus kendaraan dari arah Kota Tangerang maupun Kabupaten Serang. 

​"Ini penting sekali. Sudah terlalu lama masyarakat yang melewati jalur ini terdampak kemacetan. Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya. 

​Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni memproyeksikan kehadiran Underpass Bitung dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen. 

Namun, ia menekankan bahwa penanganan infrastruktur di kawasan tersebut tetap memerlukan langkah lanjutan agar arus lalu lintas benar-benar lancar. 

​Kawasan Bitung, kata Andra Soni, merupakan urat nadi penghubung berbagai wilayah, baik menuju Serang, Jakarta, maupun kawasan utara Tangerang. 

​“Dampaknya nanti bisa mengurai kemacetan hingga separuh dari kondisi saat ini. Artinya, masih ada beberapa hal lagi yang harus dikerjakan secara berkelanjutan supaya lalu lintas bisa lancar," jelasnya. 

Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan Pemkab Tangerang. 

Andra Soni berharap, kolaborasi lintas pemerintahan ini dapat terus diperkuat guna meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di Banten. (Welfendry)

Polres Mojokerto Kota Bongkar Pabrik Oli Palsu Merek Mars, Omzet Rp 1,56 Miliar

By On November 06, 2026

Polres Mojokerto Kota mengungkap praktik produksi dan peredaran oli mesin diduga palsu merek Mars. 

MOJOKERTO, KabarXXI.Com – Praktik produksi dan peredaran oli mesin diduga palsu bermerek Mars berhasil dibongkar Satreskrim Polres Mojokerto Kota. 

Bisnis ilegal yang beroperasi di sebuah gudang di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), tersebut diperkirakan meraup omzet hingga Rp 1,56 miliar hanya dalam kurun waktu enam bulan. 

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial FR (43), warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. 

Ia diduga sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab produksi oli yang tidak memenuhi ketentuan standar dan perizinan tersebut. 

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Dody Munandar didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Kevin Ramadhan mengungkapkan kasus tersebut dalam konferensi pers, di halaman Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Jumat, 06 November 2026. 

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, terkait dugaan peredaran oli ilegal. 

Produk tersebut dicurigai menggunakan label kemasan tanpa dilengkapi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun nomor produk terdaftar. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan patroli dan mendapati dua pria mengendarai sepeda motor sambil membawa empat jerigen oli berkapasitas masing-masing 20 liter. 

Dari temuan awal itu, polisi melakukan pengembangan hingga mengarah pada sebuah gudang di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal. 

Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mendapati FR bersama seorang karyawan berinisial DMA di lokasi yang diduga menjadi tempat produksi oli ilegal tersebut. 

Diproduksi Tanpa Standar dan Uji Laboratorium

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa oli merek Mars yang diproduksi di gudang tersebut tidak memiliki Nomor Pelumas Terdaftar (NPT), tidak dilengkapi Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI), serta belum pernah menjalani pengujian laboratorium. 

Usaha tersebut juga diketahui belum mengantongi perizinan yang dipersyaratkan. 

Polisi menduga FR telah menyewa gudang produksi sejak April 2026. Aktivitas produksi mulai berjalan pada Mei 2026 dengan menggunakan bahan dasar oli atau base oil yang dipanaskan, kemudian dicampur bahan pengental berupa biji plastik aditif. 

Campuran tersebut diolah untuk menghasilkan tekstur menyerupai pelumas mesin dengan spesifikasi SAE 40 dan SAE 50. 

Namun, proses pencampuran diduga dilakukan tanpa takaran berdasarkan standar teknis maupun pengujian laboratorium. 

Setelah diproduksi, oli dikemas dalam jerigen berkapasitas 19 liter dan drum berukuran sekitar 190 liter. 

Kemasan kemudian ditempeli label merek Mars yang mencantumkan keterangan fully synthetic, kode SAE, serta nama PT Gemilang Citra Nusantara. 

Padahal, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, perusahaan yang dicantumkan dalam label tersebut diketahui belum berbadan hukum. 

Penggunaan label dan keterangan spesifikasi itu diduga bertujuan memberikan kesan kepada konsumen bahwa produk tersebut merupakan pelumas resmi dengan kualitas dan standar tertentu. 

Dipasarkan ke Sejumlah Daerah di Jawa Timur

Untuk memasarkan produknya, tersangka diduga memanfaatkan grup WhatsApp sales. 

Pesanan yang masuk kemudian didistribusikan ke sejumlah toko di wilayah Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, serta beberapa daerah lainnya di Jawa Timur. 

Dari aktivitas tersebut, FR diduga memperoleh omzet sekitar Rp260 juta setiap bulan. 

Dengan aktivitas produksi yang berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2026, total omzet bisnis tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,56 miliar. 

Besarnya nilai transaksi ini menunjukkan luasnya jaringan pemasaran produk pelumas yang diduga diproduksi tanpa memenuhi ketentuan standar mutu, pengujian, dan perizinan. 

Puluhan Barang Bukti Disita

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita berbagai barang bukti yang berkaitan dengan proses produksi hingga pemasaran oli. 

Barang bukti yang diamankan antara lain 55 jerigen kosong, satu jerigen berisi oli siap edar, sembilan drum bahan oli berwarn. (*/red)

Polres Tulungagung Tangkap Supratman dalam Kasus Tambang Diduga Ilegal di Desa Blimbing

By On November 06, 2026

Polres Tulungagung mengungkap kasus dugaan pertambangan ilegal. 

TULUNGAGUNG, KabarXXI.Com - Polres Tulungagung mengungkap kasus dugaan pertambangan ilegal di Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). 

Dalam pengungkapan tersebut, Polres Tulungagung menetapkan seorang pria bernama Supratman (44), warga Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, sebagai tersangka. 

Pengungkapan kasus tambang ilegal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, dalam konferensi pers di Mapolres Tulungagung, pada Senin, 02 November 2026. 

Kegiatan tersebut turut didampingi Waka Polres Tulungagung dan personel Satreskrim Polres Tulungagung. 

Kapolres Tulungagung menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari tingginya curah hujan beberapa hari sebelumnya yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik aliran sungai di wilayah Kecamatan Rejotangan. 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polres Tulungagung melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor-faktor yang diduga berkaitan dengan terjadinya banjir. 

Dari hasil penyelidikan, petugas Polres Tulungagung menemukan adanya aktivitas penambangan yang diduga dilakukan tanpa izin di wilayah Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan. 

Kepolisian kemudian melakukan penindakan terhadap aktivitas tersebut hingga menetapkan Supratman sebagai tersangka. 

“Polres Tulungagung mengamankan operator dan kru yang diduga terlibat dalam kegiatan penambangan tanpa izin, berikut sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas tersebut,” ungkap Kapolres Tulungagung. 

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi satu unit alat berat jenis ekskavator Keihatsu 921C warna kuning, satu unit truk Isuzu NMR 71HD warna putih bernomor polisi AG 8713 RY yang mengangkut dua batu marmer, dua buah palu, satu buah linggis, serta satu unit telepon genggam merek OPPO A33. 

Atas dugaan perbuatannya, Supratman dijerat dengan Pasal 158 juncto Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. 

Kapolres Tulungagung menegaskan, pengungkapan kasus tambang ilegal ini merupakan bentuk respons cepat Polres Tulungagung dalam menindaklanjuti kejadian banjir di wilayah Kecamatan Rejotangan. 

Selain melakukan penyelidikan dan penegakan hukum, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan bencana serta perlindungan lingkungan. 

Sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polres Tulungagung akan menggelar apel bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah. 

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam mengantisipasi serta menangani bencana, terutama di tengah kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi. 

“Polres Tulungagung akan bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang diduga melanggar hukum atau berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan,” tegasnya. 

Melalui langkah penegakan hukum dan penguatan kesiapsiagaan bencana tersebut, Polres Tulungagung berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus mendukung upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung. (*/red)

Gubernur Andra Soni dan Menko AHY Tinjau Kali Perancis, Bahas Mitigasi Banjir

By On November 06, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat mendampingi Menko IPK, AHY meninjau Kali Perancis, di Kota Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menilai, upaya mitigasi banjir perlu dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas pemerintahan. 

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Kali Perancis, di Kota Tangerang, Jumat, 06 November 2026. 

​Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan persiapan mitigasi banjir, khususnya di jalur akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kerap dilanda banjir setiap musim hujan. 

Gubernur Andra Soni mengatakan, penanganan banjir di kawasan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterpaduan program dan koordinasi antar pemerintah daerah. 


​“Ini dalam rangka mengantisipasi kejadian berulang setiap tahun terkait banjir di sekitar jalan tol menuju bandara. Oleh karena itu, Pak Menteri berkesempatan untuk meninjau secara langsung hal-hal yang sudah dan akan dikerjakan,” ujar Andra Soni. 

Menurutnya, mitigasi banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak secara terintegrasi agar program penanganan dapat memberikan hasil yang optimal. 

​“Harapannya, semua yang kita kerjakan ini terintegrasi sehingga hasilnya adalah pengurangan banjir atau tidak terjadinya banjir di kemudian hari di wilayah bandara,” ujarnya. 

Andra Soni juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Banten. 

Rapat tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. 

​“Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan rapat koordinasi seluruh kabupaten/kota dalam rangka mengantisipasi musim hujan,” tegasnya. 

​“Ini perlu dilakukan karena kita sudah lama berada di masa kemarau. Oleh sebab itu, potensi-potensi kebencanaan yang disampaikan oleh BMKG, salah satunya banjir dan longsor, harus kita antisipasi dan mitigasi,” imbuhnya. 

​Sementara itu, Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, upaya penanganan banjir di Kali Perancis dan anak sungainya menjadi prioritas. 

Hal ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

​"Masalah banjir ini kerap terjadi, terutama yang sangat diwaspadai pada bulan Januari dan Februari," ujar AHY. 

Menurutnya, Kali Perancis di Kota Tangerang bersinggungan langsung dengan sejumlah daerah, yakni Kabupaten Tangerang dan Jakarta. 

"Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dan daerah sangat penting agar penanganan banjir dapat berjalan maksimal," pungkasnya. (Welfendry)

Lima Travel Umrah di Sumbar Diduga Pakai Izin Penyelenggara Lain, Bakal Kena Sanksi

By On November 06, 2026

Kemenhaj Sumbar saat menggelar sidak keberangkatan jemaah umrah di BIM, Kabupaten Padang Pariaman, Senin, 02 November 2026. 


PADANG, KabarXXI.Com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengidentifikasi lima travel umrah tanpa izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memberangkatkan ratusan jemaah.

Dugaan pelanggaran tersebut terungkap saat Kemenhaj Sumbar menggelar inspeksi mendadak (sidak) keberangkatan jemaah umrah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin, 02 November 2026. 

Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Kanwil Kemenhaj Sumbar, Muhammad Rifki mengatakan, kelima agen perjalanan yang belum mengantongi izin resmi itu memberangkatkan jemaah dengan "menumpang" atau memakai atribut PPIU berizin lain. 

"Dari hasil pemeriksaan, kami mengidentifikasi lima travel yang diduga tidak memiliki izin PPIU sendiri. Mereka memberangkatkan jemaah dengan menggunakan atribut atau identitas penyelenggara lain," kata Rifki, Selasa, 03 November 2026. 

Menurut Rifki, lima travel yang diduga tak berizin tersebut, di antaranya travel S, AT, AH, PAS, dan H. 

Dalam temuan awal petugas, kata dia, Singgalang terpantau memberangkatkan jemaah melalui PT TMKW. 

Lalu, AT menggunakan PT ASI dan AH memberangkatkan jemaah via PT BMP asal Jambi. 

Sementara itu, PAS memanfaatkan legalitas PT RAN, serta H memberangkatkan jemaah melalui PT ABM dari Jambi. 

Rifki menjelaskan, temuan petugas lapangan di BIM tidak berhenti pada lima travel tersebut. 

Secara keseluruhan, Kemenhaj Sumbar mengidentifikasi setidaknya ada delapan penyelenggara umrah yang bermasalah. 

"Temuan sementara kami mencatat sekitar delapan travel bermasalah. Dari jumlah itu, lima travel diduga tidak berizin dan menggunakan identitas penyelenggara lain. Data ini masih kami dalami untuk memastikan seluruh pelanggarannya," ujar dia. 

Bahkan, kata Rifki, petugas mendapati satu travel yang nekat memberangkatkan rombongan jemaah dalam jumlah besar tanpa mengantongi izin PPIU atas nama sendiri. 

"Ada satu travel yang memberangkatkan 127 jemaah, sementara izin PPIU atas nama travel tersebut belum dimiliki. Kami akan menelusuri bagaimana proses pemberangkatannya dan pihak yang terlibat," ujarnya. 

Menindaklanjuti temuan sidak tersebut, Kanwil Kemenhaj Sumbar menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh travel yang terindikasi melanggar. 

Pemeriksaan diarahkan baik kepada travel penyedia atribut maupun travel tanpa izin yang memakainya. 

Rifki menegaskan, apabila terbukti melanggar aturan perundang-undangan, Kemenhaj Sumbar tak segan mempublikasikan daftar travel bermasalah tersebut ke publik demi melindungi calon jemaah. 

"Kami akan memeriksa travel yang menggunakan atribut maupun pihak yang memberikan atribut tersebut. Jika pelanggarannya terbukti, identitas travel akan kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi," jelasnya. 

Terpisah, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki juga menegaskan komitmen penindakan tegas terhadap agen perjalanan nakal tanpa izin yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat. 

Kendati demikian, ia memastikan penindakan menitikberatkan pada sisi penyelenggara, bukan merugikan jemaah yang telah telanjur mendaftar. 

"Kami pro kepada jemaah, tetapi juga pro kepada travel yang berizin. Kami tidak akan membiarkan travel tidak berizin memberangkatkan jemaah," ujarnya. 

Ia mengimbau masyarakat Sumbar agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa legalitas travel sebelum memesan paket ibadah umrah. 

Kepastian izin PPIU dapat dicek secara mandiri oleh masyarakat melalui aplikasi resmi Satu Haji. (*/red)

Ini Empat Jurnalis yang Berperan dalam Perjuangan Surabaya 1945

By On November 06, 2026

Foto ilustrasi. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Surabaya menjadi saksi perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 10 November 1945. 

Pertempuran besar pecah setelah pasukan Inggris mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata, tetapi juga melalui penyebaran informasi dan dokumentasi perjuangan. 

Sejumlah tokoh turut mengambil peran melalui dunia jurnalistik, mulai dari menyebarkan berita, mengobarkan semangat perlawanan melalui radio, hingga mengabadikan peristiwa bersejarah. 

Ada sejumlah jurnalis yang turut berkontribusi dalam perjuangan rakyat Surabaya pada 1945. 

Mereka memiliki peran berbeda, mulai dari menyebarkan kabar kemerdekaan hingga memperkenalkan perjuangan Indonesia kepada dunia internasional. 

Bung Tomo

Bung Tomo atau Sutomo merupakan tokoh perjuangan yang mengawali kiprahnya melalui dunia jurnalistik. 

Lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920, ia pernah menjadi wartawan lepas Harian Soeara Oemoem, redaktur mingguan Pembela Rakyat pada 1938, serta penulis dan redaktur harian berbahasa Jawa, Ekspres, pada 1939. 

Pengalamannya di dunia pers membentuk kemampuan komunikasi yang kemudian berperan penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

Saat Pertempuran 10 November 1945, Bung Tomo memanfaatkan siaran radio pemberontakan untuk membangkitkan semangat rakyat Surabaya melawan pasukan Sekutu.

Seruannya yang terkenal, "Allahu Akbar! Saudara-saudara, jangan mundur selangkah pun! Merdeka atau mati!", menjadi simbol keberanian dan perlawanan arek-arek Suroboyo. 

Atas jasa-jasanya, Bung Tomo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008. 

R M Bintarti

R M Bintarti merupakan salah satu tokoh pers Indonesia yang turut berkontribusi dalam penyebaran informasi pada masa perjuangan kemerdekaan. 

Karier jurnalistiknya dimulai setelah berguru kepada R M Tirtohadisoerjo, pemimpin majalah Medan Prijaji, di Bandung. 

Pada 1923, Bintarti menjadi editor surat kabar Sin Jit Po di Surabaya bersama Oei Kie Hok. 

Pada tahun yang sama, ia juga menerbitkan harian Kemadjoean Hindia bersama Raden Pandji Soeroso. 

Kiprahnya berlanjut sebagai wartawan senior hingga dipercaya menjadi pemimpin redaksi Pewarta Soerabaja pada 1925. 

Menjelang kemerdekaan, Bintarti bergabung dengan Kantor Berita Indonesia yang didirikan di Surabaya pada awal Agustus 1945 bersama sejumlah mantan wartawan dan redaktur kantor berita Domei. 

Ketika Pertempuran 10 November 1945 pecah, kantor berita tersebut terpaksa mengungsi ke Mojokerto. Meski demikian, Bintarti bersama Wiwiek Hidayat tetap menjalankan kegiatan jurnalistik LKBN Antara. 

Perannya menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui kerja jurnalistik untuk menjaga penyebaran informasi kepada masyarakat. 

Abdul Wahab Saleh

Abdul Wahab Saleh merupakan wartawan sekaligus fotografer yang berperan dalam mendokumentasikan perjuangan rakyat Surabaya pada masa kemerdekaan. 

Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di kantor berita Domei cabang Surabaya pada masa pendudukan Jepang. 

Pengalaman tersebut mengasah kemampuannya dalam jurnalistik dan fotografi. Setelah Indonesia merdeka, kantor berita Domei berganti menjadi Antara. 

Ia kemudian turut mengabadikan berbagai peristiwa penting di Surabaya, termasuk detik-detik perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) pada 19 September 1945. 

Abdul Wahab Saleh juga mendokumentasikan perjuangan rakyat selama perang gerilya. 

Hasil dokumentasi Abdul Wahab Saleh menjadi bagian penting dari rekam jejak sejarah perjuangan kemerdekaan di Surabaya. 

Melalui foto-fotonya, berbagai peristiwa bersejarah dapat dikenang dan dipelajari oleh generasi berikutnya. 

K'tut Tantri

K'tut Tantri memiliki peran penting dalam memperkenalkan perjuangan kemerdekaan kepada dunia melalui siaran radio. 

Perempuan bernama asli Muriel Stuart Walker ini lahir di Glasgow, Skotlandia, pada 19 Februari 1898. 

Meski berasal dari luar negeri, ia memilih mendukung perjuangan rakyat Indonesia bersama Bung Tomo di Surabaya. 

Mengutip Kemendikdasmen, saat Pertempuran 10 November 1945, K'tut Tantri menggunakan nama siaran Soerabaja Sue untuk menyampaikan kabar perjuangan melalui radio Voice of Free Indonesia. 

Siaran berbahasa Inggris tersebut ditujukan kepada masyarakat internasional agar mengetahui perjuangan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan. 

Atas jasa dan pengabdiannya, pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Nararya pada 1998. 

Kisah perjuangannya juga dituangkan dalam autobiografi berjudul Revolt in Paradise. K'tut Tantri wafat di Sydney, Australia, pada 27 Juli 1997. 

Keempat tokoh tersebut menunjukkan bahwa dunia jurnalistik turut menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Melalui tulisan, siaran radio, dan foto, mereka membantu menyebarkan informasi sekaligus merekam peristiwa penting dalam sejarah perjuangan rakyat Surabaya.

Sumber: detik.com

Viral Kopral TNI Pakai Seragam Atribut Jenderal di Bandara Juanda

By On November 06, 2026

Koptu MT yang pakai seragam jenderal di Bandara Juanda (Foto: Istimewa) 

SIDOARJO, KabarXXI.Com - Seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Kopral Satu (Koptu) diamankan petugas pengamanan Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), setelah kedapatan mengenakan seragam dinas lapangan (PDL) dengan tanda pangkat jenderal. 

Anggota TNI bernama M. Teguh Iman Syah itu diamankan pada Senin, 02 November 2026, saat hendak terbang ke Palembang menggunakan pesawat Lion Air JT 856 rute Surabaya-Palembang. 

Peristiwa tersebut kemudian viral setelah videonya beredar di media sosial. 

Diketahui, Teguh tiba di Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 08.00 WIB bersama dua orang yang disebut sebagai keluarganya. 

Setelah melakukan check-in, Teguh didampingi petugas menuju lantai dua untuk menjalani pemeriksaan keamanan dan dokumen penerbangan. 

Namun, petugas mencurigai penampilannya karena seragam PDL yang dikenakan Teguh memperlihatkan tanda pangkat jenderal TNI. 

Petugas kemudian meminta Teguh menunjukkan kartu identitas. Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Teguh merupakan anggota aktif TNI AD berpangkat Koptu yang bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo. 

Petugas pengamanan kemudian menghubungi Posko Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda untuk meminta pendampingan. 

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Teguh diserahkan kepada Koramil Sedati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo, Letkol Arh Muhammad Ansyari membenarkan bahwa Teguh merupakan anggotanya dengan pangkat Koptu. 

Menurut Ansyari, Teguh hendak pulang ke Palembang untuk menemui istri dan anaknya. 

"Berangkat dari rumahnya karena sehari-harinya tinggal dengan saudaranya ataupun orang tuanya di wilayah Sidoarjo," ujarnya, Rabu, 04 November 2026. 

Ansyari menjelaskan, Teguh diamankan oleh anggota yang sedang bertugas di Bandara Juanda karena mengenakan seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan. 

Seragam tersebut, kata dia, memperlihatkan tanda pangkat bintang empat. Selain itu, terdapat tulisan "TNI ADU" dan atribut bertuliskan "Darat Laut Udara". 

Ansyari mengatakan, selama ini Teguh menjalankan tugas rutin di kesatuannya dan tidak mendapat pekerjaan berat. 

"Jadi, melaksanakan kegiatan pembersihan dan lain sebagainya. Sampai dengan sejauh ini kondisi aktivitas maupun melaksanakan kegiatan secara rutin," ujarnya. 

Ansyari juga mengungkapkan bahwa kondisi Teguh mengalami perubahan setelah ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. 

"Namun, pada kondisi setelah orang tuanya kurang lebih beberapa waktu ke belakang meninggal, itu kondisi kejiwaannya semakin memburuk. Jadi, beban pikirannya semakin bertambah semenjak ditinggal oleh ibunya pada saat itu," pungkasnya. (*/red)

Polda Jatim Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG, 21 Orang Jadi Tersangka

By On November 06, 2026

Polda Jatim melaksanakan Konferensi Pers ungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi-LPG. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi di 22 lokasi yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jatim. 

Dalam pengungkapan itu, polisi menetapkan 21 orang sebagai tersangka yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. 

Kapolda Jatim, Irjen Dekananto Eko Purwono mengatakan, pengungkapan tersebut juga bekerjasama dengan BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan Kejaksaan Tinggi Jatim. 

Penindakan dilakukan menyusul keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM subsidi dan LPG 3 kilogram. 

"Dari penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi ini, Polda Jawa Timur telah menetapkan 21 tersangka," ujar Dekananto saat Konferensi Pers di Mapolda Jatim, Senin, 02 November 2026. 

Dari 22 lokasi tersebut, penindakan dilakukan di Mojokerto, Tulungagung, Blitar, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Kota dan Kabupaten Kediri, Lamongan, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, hingga Situbondo. 

Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain 2.734 liter Pertalite, 24.799 liter solar subsidi, dan 434 tabung LPG. Rinciannya, 250 tabung LPG 3 kg dan 184 tabung LPG 12 kg. 

Dekananto menjelaskan, para tersangka menggunakan sejumlah modus untuk mengeruk keuntungan dari penjualan BBM subsidi. 

Salah satunya dengan memodifikasi kendaraan agar bisa mengisi BBM berulang kali di SPBU. 

Modus tersebut diduga turut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Sebab, para pelaku memanfaatkan situasi ketika masyarakat membutuhkan BBM untuk mengumpulkan stok dan memperdagangkannya kembali. 

"Ada perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan dari para tersangka ini yang ingin mencari keuntungan di dalam situasi yang masyarakat membutuhkan BBM," ujarnya. 

Selain itu, pelaku menggunakan truk tangki biru putih yang seharusnya diperuntukkan mengangkut BBM non-subsidi atau kebutuhan industri. 

Kendaraan tersebut justru digunakan untuk mengangkut BBM subsidi yang kemudian dijual kepada pihak industri dengan harga non-subsidi. 

Polisi juga menemukan praktik penggunaan sejumlah barcode untuk membeli BBM subsidi. 

Bahkan, terdapat dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU yang memberikan barcode kepada pelaku agar bisa melakukan pengisian BBM subsidi untuk diperjualbelikan kembali. 

"Kami akan kembangkan, kenapa mereka bisa mendapatkan barcode, padahal barcode ini sudah ada by name by address-nya," tuturnya. 

Sementara untuk penyalahgunaan LPG, para pelaku menggunakan modus memindahkan isi tabung LPG 3 kg ke tabung LPG 12 kg non-subsidi. 

Praktik tersebut menjadi perhatian polisi karena berpotensi membahayakan masyarakat. 

Dekananto mengatakan pihaknya juga akan mendalami penyebab sejumlah insiden tabung gas meledak. 

Polisi akan menelusuri kemungkinan adanya komponen yang dipalsukan dalam praktik pemindahan isi LPG tersebut. 

Dari hasil penyelidikan sementara, praktik penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi itu ditaksir menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 35.7 Miliar. 

"Ini baru perhitungan sementara. Kami serius akan mengembangkan pengungkapan ini dan harapannya potensi kerugian negara ini bisa kita cegah," pungkasnya. (*/red)

Perhutani KPH Banten dan Polda Banten Tindak Lanjuti Kasus Illegal Mining di BKPH Bayah

By On November 06, 2026

KPH Banten bersama Ditkrimsus Polda Banten menindaklanjuti laporan terkait aktivitas illegal mining dan illegal logging di wilayah BKPH Bayah. 

LEBAK, KabarXXI.Com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten bergerak cepat menindaklanjuti laporan terkait aktivitas illegal mining (penambangan ilegal) dan illegal logging (penebangan liar) di wilayah BKPH Bayah. 

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Bayah, Lucyta Sakagiri, melalui keterangan pers tertulis kepada awak media, Jumat, 06 November 2026. 

Lucyta mengungkapkan bahwa tindakan ini merupakan kelanjutan dari patroli keamanan hutan serta tindak lanjut laporan pengaduan masyarakat yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bayah Selatan, BKPH Bayah. 

Sebagai langkah konkret, kata dia, Perhutani KPH Banten dan Ditkrimsus Polda Banten turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung dan pengambilan titik koordinat pada lokasi lubang galian batu bara ilegal. 

Aktivitas penambangan tanpa izin tersebut ditemukan berada di petak 39 F, RPH Bayah Selatan, BKPH Bayah. 

"Langkah ini merupakan tindakan hukum yang kami tempuh dalam rangka penanganan dan penegakan hukum terhadap gangguan keamanan hutan, khususnya aktivitas illegal mining atau penambangan batu bara ilegal," tegas Lucyta Sakagiri. (Cup/Red)

Peringati Hari Pahlawan, Kodim 0602/Serang Gelar Doa Bersama

By On November 06, 2026

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Kodim 0602/Serang menggelar kegiatan doa bersama, Jumat, 06 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Kodim 0602/Serang menggelar kegiatan doa bersama, di Masjid Al Aqsa, Makodim 0602/Serang, Kelurahan Tembong Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Jumat, 06 November 2026. 

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh prajurit untuk mengenang dan menghargai pengorbanan para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0602/Serang, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Eko Budi Nugroho, dan dihadiri oleh para anggota TNI Kodim 0602/Serang, para Babinsa jajaran Koramil, beserta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan makodim. 

Suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh peserta yang bersama-sama memanjatkan doa untuk para pahlawan, sekaligus memohon keberkahan dan perlindungan bagi bangsa dan negara. 

Dalam sambutannya, Letkol Inf Eko Budi Nugroho menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk meneladani semangat dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. 

Ia mengajak seluruh anggota Kodim 0602/Serang untuk terus menanamkan jiwa patriotisme, disiplin, serta loyalitas dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai bentuk nyata penghormatan kepada para pendahulu bangsa. 

Melalui kegiatan doa bersama ini, Kodim 0602/Serang berharap semangat kepahlawanan dapat terus tumbuh dan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit dan PNS dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. 

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta diakhiri dengan doa penutup yang dipanjatkan bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir. (*/red)

Hari ke-12 Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang Lakukan Penindakan dan Imbauan kepada Pengendara di Simpang Gorda

By On November 06, 2026

Personil Polres Serang saat melaksanakan Operasi Patuh Maung Tahun 2026, di Simpang Gorda, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Jumat, 6 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Memasuki hari ke-12 pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Serang terus meningkatkan upaya penertiban dan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan. 

Kali ini, kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 6 November 2026, mulai pukul 09.00 WIB, di Jalan Raya Serang–Jakarta, tepatnya di Simpang Gorda, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. 

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Serang melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas sekaligus memberikan imbauan dan edukasi kepada para pengendara sepeda motor maupun pengemudi kendaraan roda empat. 

Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum (Gakkum) secara humanis. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Serang. 

Kasetopsres Operasi Patuh Maung 2026, AKP Muhammad Hafizh menekankan kepada seluruh personel agar dalam pelaksanaan tugas selalu mengedepankan sikap humanis melalui Senyum, Sapa, dan Salam (3S). 

Ia juga mengingatkan agar anggota menghindari sikap arogan, tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng citra institusi Polri, serta senantiasa mengutamakan keselamatan diri selama bertugas di lapangan. 

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan imbauan tentang pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kelengkapan administrasi kendaraan. 

Selain itu, dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan dan pemberian teguran kepada pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Petugas juga melakukan sosialisasi pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 dengan mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, serta melengkapi surat-surat kendaraan. 

Pada pelaksanaan hari ke-12 ini, petugas masih menemukan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara maupun melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Terhadap pelanggaran tersebut, petugas melakukan penindakan dan memberikan teguran serta edukasi agar masyarakat lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. 

Melalui Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang berharap tumbuh kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. 

Dengan demikian, tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman, selamat, tertib, dan lancar. 

Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 di Simpang Gorda berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (*/red)

Kapolsek Cinangka Bantah Isu Anggota Bekingi Lapak Solar, Tegaskan Lokasi Adalah Galian Pasir Resmi

By On November 05, 2026

SERANG, KabarXXI.Com - Kapolsek Cinangka, AKP Romizal secara tegas membantah pemberitaan miring yang beredar luas yang menuding personel Polsek Cinangka, Polres Cilegon, membekingi sebuah lapak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal. 

AKP Romizal memastikan bahwa isu yang berkembang di lapangan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. 

Dalam keterangan resminya kepada media pada Kamis, 05 November 2026, AKP Romizal menjelaskan kronologi dan fakta yang sebenarnya terjadi. 

Dia pun meluruskan bahwa lokasi yang ramai diberitakan tersebut bukanlah lapak solar, melainkan sebuah tempat galian pasir. 

"Adanya berita tersebut tidak benar. Cerita yang sebenarnya, lokasi itu adalah galian pasir. Pada saat itu, salah satu anggota Polsek berada di lokasi karena memang sedang membeli pasir untuk keperluan pribadi," jelas AKP Romizal. 

Lebih lanjut, Kapolsek menyayangkan adanya penggiringan opini publik yang terjadi akibat tidak adanya upaya klarifikasi (cross-check) dari pihak pembuat berita sebelum menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat luas. 

"Pihak yang mengedarkan berita tersebut sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi ke Polsek. Akibat tidak ada konfirmasi ke kami, berita itu menjadi bola panas yang liar di lapangan. Saya tegaskan sekali lagi, itu galian pasir dan anggota saya murni sedang membeli pasir, bukan membekingi seperti isu yang berkembang," pungkasnya. 

Melalui rilis resmi ini, Polsek Cinangka berharap masyarakat tidak termakan oleh informasi sepihak yang belum jelas kebenarannya. 

Polsek Cinangka berkomitmen penuh untuk tetap menjaga integritas institusi dan mengawal keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polsek Cinangka, Polres Cilegon dengan profesional. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *