Berita Terbaru

Kapolsek Cinangka Bantah Isu Anggota Bekingi Lapak Solar, Tegaskan Lokasi Adalah Galian Pasir Resmi

By On November 05, 2026

SERANG, KabarXXI.Com - Kapolsek Cinangka, AKP Romizal secara tegas membantah pemberitaan miring yang beredar luas yang menuding personel Polsek Cinangka, Polres Cilegon, membekingi sebuah lapak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal. 

AKP Romizal memastikan bahwa isu yang berkembang di lapangan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. 

Dalam keterangan resminya kepada media pada Kamis, 05 November 2026, AKP Romizal menjelaskan kronologi dan fakta yang sebenarnya terjadi. 

Dia pun meluruskan bahwa lokasi yang ramai diberitakan tersebut bukanlah lapak solar, melainkan sebuah tempat galian pasir. 

"Adanya berita tersebut tidak benar. Cerita yang sebenarnya, lokasi itu adalah galian pasir. Pada saat itu, salah satu anggota Polsek berada di lokasi karena memang sedang membeli pasir untuk keperluan pribadi," jelas AKP Romizal. 

Lebih lanjut, Kapolsek menyayangkan adanya penggiringan opini publik yang terjadi akibat tidak adanya upaya klarifikasi (cross-check) dari pihak pembuat berita sebelum menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat luas. 

"Pihak yang mengedarkan berita tersebut sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi ke Polsek. Akibat tidak ada konfirmasi ke kami, berita itu menjadi bola panas yang liar di lapangan. Saya tegaskan sekali lagi, itu galian pasir dan anggota saya murni sedang membeli pasir, bukan membekingi seperti isu yang berkembang," pungkasnya. 

Melalui rilis resmi ini, Polsek Cinangka berharap masyarakat tidak termakan oleh informasi sepihak yang belum jelas kebenarannya. 

Polsek Cinangka berkomitmen penuh untuk tetap menjaga integritas institusi dan mengawal keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polsek Cinangka, Polres Cilegon dengan profesional. (*/red)

Nusron Bicara soal Perjalanan Dinas Usai Diperiksa KPK

By On November 05, 2026

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid usai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu, 04 November 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyatakan bahwa perjalanannya ke luar negeri sebagai menteri telah mengantongi izin dari Kementerian Sekreariat Negara. 

Hal itu disampaikan Nusron saat menjelaskan alasannya sempat absen dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus suap pengurusan hak guna usaha (HGU) PT Summarecon Tbk dengan alasan sedang dinas ke luar negeri. 

"Saya pejabat publik seorang Menteri, kalau dinas ke luar kota apalagi keluar negeri, dipastikan ada surat izin perjalanan dari Kementerian Sekretariat Negara, jadi kami tidak mengada-ada,” ujar Nusron usai diperiksa KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu, 04 November 2026. 

Diketahui, Nusron sudah dua kali absen dari panggilan KPK untuk diperiksa dalam perkara ini suap pengurusan HGB Summarecon dan penerimaan lain d lingkungan Kementerian ATR/BPN. 

Pemanggilan pertama jatuh pada 7 Oktober 2026, tetapi Nusron absen dengan alasan sudah memiliki agenda internal di Kementerian ATR/BPN. Nusron kembali dipanggil pada 15 Oktober 2026, tetapi lagi-lagi tidak memenuhinya. 

Ketika itu, Nusron meminta pemeriksaannya ditunda karena ia sedang menjalani dinas ke Malaysia.

"Jadi yang pertama itu ada surat agenda yang berbarengan, Kemudian yang saat kemarin, tanggal 14 itu agenda kegiatan Perdin ke luar negeri. Kalau nggak salah ke Malaysia,” ujar Taufik, Kamis, 16 Oktober 2026. 

Pada Rabu hari ini, Nusron akhirnya memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa dalam kasus korupsi di Kementerian ATR/BPN. 

Namun, saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Nusron enggan berbicara banyak ke awak media ketika ditanya soal kasus yang menyeretnya itu.

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi terkait suap pengurusan HGB PT Summarecon dan penerimaan lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN, 15 Septembet 2026 lalu. 

Empat orang di antaranya merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yakni Erwin, Arif Sugianto, Muhammad Fakhry, dan Fahd El Fouz. 

Tersangka lainnya adalah Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitoyo Adhi, dan Rizal Pahlefi selaku perantara. 

Dalam perkara ini, Adrianto melalui Rizal diduga memberi suap kepada Rp 1,5 miliar kepada Erwin dan Sontang untuk membuka blokir sertifikat hak guna bangunan (SHGB) milik Summarecon di Kabupaten Bogor. 

Selain itu, KPK juga mendeteksi sejumlah penerimaan lain dengan nilai mencapai miliaran rupiah yang mengalir ke Lampri dan orang-orang kepercayaan Nusron, yakni Erwin, Arif, dan Fakhry. 

Sementara itu, Fahd diduga berperan sebagai pihak yang menampung aliran uang ke orang-orang kepercayaan Nusron tersebut. 

Atas perbuatannya, Adrianto Pitojo Adi bersama Rizal Pahlevi disangka melanggar Pasal 605 ayat (1) huruf a atau huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal VII angka 48 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 606 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal VII angka 49 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. 

Sedangkan tersangka lainnya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, atau Pasal 606 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal VII angka 49 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (*/red)

Kerahkan Pasukan ke Jakarta, TNI: Untuk Kesiapsiagaan

By On November 05, 2026

Ilustrasi TNI. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) buka suara soal kabar pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI Jakarta. 

Pengerahan pasukan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga kesatuan Republik Indonesia. 

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," ukar Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, Rabu, 04 November 2026. 

Namun dia tidak merinci secara detail maksud dari pengerahan pasukan TNI tersebut. 

Dia juga tidak menjelaskan secara rinci berapa personel yang dikerahkan ke ibu kota. 

Sementara itu, Nas juga sempat ditanya soal dugaan pengerahan personel untuk mengantisipasi aksi demonstrasi dalam waktu dekat. 

Namun, Nas tidak merespons terkait hal tersebut. 

Beredar kabar bahwa personel dari tiga matra TNI dalam jumlah besar dikerahkan ke Jakarta. 

Salah satu matra TNI yang mengerahkan pasukan adalah TNI AL. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul sempat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Namun, Tunggul belum memberikan jawaban. (*/red)

Dewan Pres Kecam Jenderal Listyo Sadap Presiden-Media: Skandal Besar Tak Termaafkan

By On November 05, 2026

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menyampaikan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang dilakukan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan sebuah bentuk teror terhadap pers. 

Pasalnya, tindakan penyadapan itu juga menyasar media massa, di samping ke Presiden Prabowo Subianto, pimpinan partai politik, organisasi masyakat, hingga pengusaha. 

"Penyadapan terhadap pers itu sebuah teror yang melanggar prinsip hukum dan etika," ujar Komaruddin kepada wartawan, Rabu, 04 November 2026. 

Menurutnya, praktik tersebut tidak dapat dimaafkan dan harus ditindaklanjuti oleh Polri demi membersihkan nama institusi itu. 

"Yang pasti penyadapan yang dilakukan oknum pimpinan Polri sebuah skandal etik yang tak termaafkan," ujarnya. 

"Polri mesti membersihkan diri untuk mendapatkan kepercayaan rakyat," ujar dia. 

Komarudin menyebut, Dewan Pers akan mengambil tindakan bila terdapat aduan mengenai praktik penyadapan tersebut. 

Ia mengatakan, langkah itu sesuai dengan tugas dan kewenangan Dewan Pers dalam menangani konflik dan aduan. 

"Mediasi jika ada konflik dan pengaduan, melakukan edukasi publik dan verifikasi lembaga pers. Kalau ada pengaduan kami bergerak," tuturnya. 

Diketahui sebelumnya, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dua tersangka lain diduga juga menyadap media, politikus, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

"Telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha," kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Asep Safrudin saat Konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 03 November 2026. 

Asep menjelaskan, ada sejumlah nomor ponsel yang dimasukkan ke Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa verifikasi. 

Setelah dimasukkan ke sistem tersebut, nomor ponsel itu disadap meski sedang tidak ada proses penegakan hukum yang berlangsung. 

"Selanjutnya pada sekitar bulan Oktober 2026 tersangka memerintahkan untuk penghapusan file hasil sadapan pada komputer sistem listed tersebut," ujarnya. 

Listyo dan dua tersangka lainnya dikenakan Pasal 258 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

"Yang berbunyi, secara melawan hukum mendengarkan, merekam, membelokkan, mengubah, menghambat, dan/atau mencatat transmisi informasi elektronik yang tidak bersifat publik. Ancaman pidana terhadap perbuatan tersebut adalah selama 10 tahun," ujarnya. 

Ketiga tersangka juga dikenakan Pasal 332 ayat (1) dan/atau (2) KUHP, dengan ancaman pidana selama enam tahun. 

"Kita juga terapkan Undang-Undang ITE, yaitu terhadap Pasal 32 ayat (1), di mana dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengubah, merusak, menghilangkan, memindahkan, atau menyembunyikan informasi elektronik milik orang lain atau milik publik dengan ancaman pidana selama delapan tahun," kata Asep. (*/red)

Menko PMK Sebut Jenderal Listyo Sigit Lakukan Insubordinasi ke Prabowo

By On November 05, 2026

Menko PMK, Sugiono. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono menegaskan, penyadapan ilegal oleh mantan Kepala Staf Presiden (KSP) Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk insubordinasi di dalam pemerintahan. 

Ia bertanya-tanya mengenai motif Listyo Sigit dkk menyadap Prabowo.

Awalnya Sugiono ditanya mengenai penyadapan ilegal disebut hanya menyasar Presiden dan tidak menyasar Wakil Presiden, Sugiono menilai hal itu telah menimbulkan pertanyaan besar di publik. 

Dia juga menyerahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menguak motif atas penyadapan tersebut. 

"Saya belum tahu, ya. Tapi yang pasti kemarin disampaikan bahwa penyadapan ini dilakukan kepada Presiden dan itu saja cukup untuk membuat sebuah pertanyaan besar di benak kita semua apa yang (jadi) motif dari semua ini, kemudian ke mana arahnya. Dan seperti tadi saya bilang, kita tunggu saja hasil dari proses yang sedang berjalan," kata Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 04 November 2026. 

Menurutnya, tindakan Listyo Sigit dkk adalah bentuk insubordinasi. Insubordinasi adalah tindakan menolak secara sengaja untuk mematuhi perintah atasan. 

"Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden, dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya. Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi, ya. Insubordinasi, bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada Presiden," ujar Sugiono. 

Sekjen Gerindra ini mengatakan pihaknya turut mendalami aksi penyadapan terhadap ketua umum partainya. 

"Itu juga yang sedang kita dalami. Dan itu tadi, kalau disebut kebobolan, ya ini dari dalam sendiri kan, gitu kan. Dari dalam pemerintahan sendiri, makanya itu yang saya bilang, ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubordinasi yang mengarah," ujarnya. (*/red)

Mensesneg Sebut Tindakan Listyo Sigit Sadap Presiden Mengarah ke Makar

By On November 05, 2026

Mensesneg Prasetyo Hadi. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai tindakan penyadapan secara ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto sebagai perbuatan mengarah makar. 

Dalam kasus itu, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal bintang dua aktif Polri ditetapkan tersangka. 

“Kami berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,” ujar Mensesneg saat Konferensi Pers, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 04 November 2026. 

Istana juga menilai tindakan Listyo Sigit Cs sudah mengarah pada perbuatan yang membahayakan keselamatan dan kepentingan negara. Bahkan, membahayakan keselamatan pimpinan negara. 

Prasetyo mengungkapkan hal yang mendasari Istana menilai tindakan Listyo Sigit dan pihak lainnya sebagai perbuatan yang mengarah makar karena sengaja melakukan penyadapan dan penghilangan barang bukti secara ilegal. 

Padahal, penyadapan sendiri telah diatur secara ketat dalam peraturan yang berlaku. 

"Nah karena kalau sudah berbicara Kepala Negara, berbicara pimpinan negara di situ kan banyak informasi-informasi yang tentu sangat sensitif yang itu akan membahayakan, bisa jadi informasi sensitif tersebut membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara,” pungkasnya. (*/red)

Gelar Coffee Morning Bareng Wartawan, Dandim 0602/Serang: Bangun Kedekatan Tanpa Batas

By On November 05, 2026

Dandim 0602/Serang, Kolonel Inf Marsen Sinaga saat kegiatan coffee morning bersama awak media di Makodim 0602/Serang, Kamis, 05 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Kolonel Inf Marsen Sinaga mengajak insan pers memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta membangun bagi masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Kolonel Inf Marsen saat menggelar coffee morning bersama awak media di Makodim 0602/Serang, Kamis, 05 November 2026. 

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara jajaran TNI AD dan insan pers. 

Marsen mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah awal untuk menjalin hubungan baik dengan awak media sejak dirinya resmi menjabat sebagai Dandim 0602/Serang pada 25 September 2026. 

“Tujuan kegiatan ini untuk silaturahmi. Saya sebagai Dandim yang baru menjabat, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah hadir. Kami juga mohon maaf apabila masih ada rekan media yang terlewat atau belum mendapatkan undangan,” ujar Marsen. 

Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi awak media yang ingin berkoordinasi, mencari informasi, maupun menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi wilayah Kota Serang dan Kabupaten Serang. 

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI, terutama dalam menyampaikan berbagai kegiatan, program, serta informasi kepada masyarakat. 

“Kami membutuhkan feedback dari rekan-rekan media. Ke depan, kami berharap dukungan penuh dari rekan-rekan media sehingga kami bisa bergerak dan bertindak untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Serang dan Kabupaten Serang,” tegasnya. 

Marsen menilai, hubungan antara TNI dan media tidak cukup hanya dibangun melalui komunikasi satu arah. 

Diperlukan keterbukaan dan komunikasi dua arah agar berbagai persoalan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara cepat. 

Sebagai pejabat yang baru bertugas di wilayah Serang, ia mengakui masih perlu mengenal lebih jauh karakteristik wilayah, kondisi sosial, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Dandim 0602/Serang, Kolonel Inf Marsen Sinaga saat kegiatan coffee morning bersama awak media di Makodim 0602/Serang, Kamis, 05 November 2026. 

Karena itu, kata dia, masukan dari awak media dinilai penting sebagai salah satu sumber informasi untuk membantu jajaran Kodim memahami perkembangan situasi di lapangan. 

“Saya belum memahami semuanya karena baru menjabat. Namun, melalui komunikasi seperti ini, kami bisa saling memberikan masukan. Hal-hal yang disampaikan rekan-rekan media tentu menjadi perhatian kami dan akan langsung kami respons,” ucapnya. 

Rekam Jejak Penugasan Kolonel Inf Marsen Sinaga

Kolonel Inf Marsen Sinaga merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 2004. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Dandim 0602/Serang, ia telah menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah Indonesia. 

Karier militernya diawali di Papua setelah resmi dilantik sebagai perwira. Selama kurang lebih 11 tahun, ia bertugas di berbagai satuan, mulai dari batalyon hingga Resimen Induk Daerah Militer (Rindam), sebelum kemudian mendapat penugasan di Pusat Intelijen. 

Setelah mengikuti pendidikan dan menjalani tugas operasi, Marsen selanjutnya ditempatkan di Kalimantan, tepatnya di lingkungan Kodam VI/Mulawarman. 

Pengalamannya di bidang intelijen semakin berkembang ketika dipercaya menjabat sebagai Komandan Intelijen di Papua. 

Ia kemudian mendapat amanah sebagai Dandim di Biak selama dua tahun. 

Selanjutnya, Marsen ditarik ke Jakarta untuk mengemban tugas sebagai Wakil Asisten Intelijen di lingkungan Kostrad sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kodim 0602/Serang. 

Melalui kegiatan coffee morning tersebut, Marsen berharap hubungan harmonis antara Kodim 0602/Serang dan insan pers dapat terus terpelihara serta semakin kuat ke depannya. 

Ia menegaskan, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung tugas TNI sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Komunikasi yang terbuka diperlukan agar setiap kegiatan dan informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” pungkasnya. (*/red)

Penyadapan Jurnalis: Pelanggaran Hukum dan Ancaman bagi Demokrasi

By On November 05, 2026

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra (tengah) saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa, 03 November 2026, terkait penetapan tiga jenderal kepolisian sebagai tersangka dugaan penyadapan. 

Oleh: Muhammad Ikhwan 

Pernyataan dan rasa penasaran publik yang ramai di media sosial dan grup percakapan sejak Selasa siang, 03 November 2026, akhirnya terjawab pada malam hari. 

Jawaban itu disampaikan oleh para petinggi di Mabes Polri dalam sebuah Konferensi Pers. 

Kabareskrim, Komjen Pol Asep Safrudin, mengakui ada “operasi senyap” yang telah dilakukan untuk mengungkap kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. 

Para tersangkanya adalah para jenderal. Salah satunya adalah mantan Kapolri yang baru sebulan melepaskan jabatannya. 

"Para tersangka telah melakukan penyadapan terhadap nomor presiden, tokoh politik, ormas, media, dan pengusaha." 

Demikian pernyataan Kabareskrim dalam konpers tersebut. Nama presiden sebagai korban penyadapan tentu saja punya nilai berita yang sangat tinggi. 

Maka tak heran, semua media menjadikan nama presiden sebagai angle dan judul berita (headline). Namun, jangan lupa. 

Korban penyadapan tersebut tidak hanya presiden, tetapi juga media. Kabareskrim tidak menyebut secara spesifik, siapa yang menjadi korbannya. 

Tetapi penyadapan terhadap para pekerja media, entah itu pemimpin redaksi atau bahkan jurnalisnya. Tentu saja, sebuah pelanggaran hukum yang tidak bisa diterima. 

Lalu, bagaimana kasus penyadapan ini dilihat dari aspek hukum pers? Apa dampaknya bagi kebebasan pers dan demokrasi? 

Bagaimana pekerja media harus melindungi diri, dari ancaman kejahatan digital yang dilakukan untuk membungkam media? 

Kerangka Hukum

Intersepsi atau penyadapan adalah tindakan mencuri atau menyadap komunikasi digital tanpa izin, yang dilakukan melalui metode hacking seperti Man-in-the-Middle (MITM), packet sniffing, atau aplikasi berbahaya seperti aplikasi mata-mata (spyware) dan aplikasi perekam keyboard (keylogger). 

Penyadapan menjadi serangan digital karena melanggar privasi, mengeksploitasi data sensitif, mengancam keamanan nasional, serta sering digunakan untuk aktivitas kriminal seperti pemerasan atau penipuan (AJI, 2025). 

Dari pengertian tersebut, penyadapan tanpa izin (unlawful interception) yang menyasar praktisi media atau jurnalis merupakan pelanggaran hukum serius. Hal ini tidak hanya memicu krisis keamanan siber, tetapi juga mengancam salah satu pilar utama demokrasi: kebebasan pers. 

Pekerjaan jurnalis selama ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai perangkat hukum khusus (lex specialis). 

Artinya, ketika seorang jurnalis melakukan tugas jurnalistik—mulai dari mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyiarkan informasi—ia tidak dapat diperlakukan atau dipidana secara sewenang-wenang karena Undang-Undang memberikan benteng hukum dan hak-hak istimewa demi menjaga Kebebasan Pers. 

Pasal 4 Ayat (2) UU Pers menyatakan, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran. 

Sementara ayat (3) menyebutkan, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. 

Berikutnya pada ayat 4 disebutkan, dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak. 

Dalam kasus sengketa pers, jurnalis memiliki hak untuk menolak mengungkapkan nama atau identitas narasumber rahasia yang memberikan informasi kepada mereka, bahkan saat diperiksa di depan penyidik atau di persidangan. 

Pasal 4 di atas sudah sangat jelas berisi perlindungan terhadap pers, ketika mereka melakukan aktivitas jurnalistik. 

Karena itu, penyadapan secara tidak sah terhadap media atau jurnalis adalah ancaman nyata bagi independensi kelembagaan pers dan demokrasi. 

Apalagi ketika penyadapan berkaitan dengan pekerjaan jurnalis dalam mengumpulkan informasi terkait kepentingan publik. 

Penyadapan merusak asas Hak Tolak seperti hak jurnalis untuk merahasiakan identitas narasumber whistleblower. 

Jika narasumber merasa tidak aman dari intelijen atau penegak hukum, ruang kemerdekaan pers akan mengalami chilling effect (ketakutan untuk bersuara). 

Selain itu, penyadapan juga merupakan bentuk intervensi dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). 

Ketika aparat negara atau pihak mana pun melakukan intersepsi komunikasi jurnalis tanpa batasan legal yang transparan, tindakan tersebut mengarah pada upaya pembungkaman dan kontrol editorial terselubung.

Pasal 18 UU Pers juga memuat ancaman hukuman terhadap orang yang menghalangi pekerjaan jurnalis. 

Pada ayat 1 disebutkan, “ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).” 

Jika penyadapan dilakukan dengan sengaja dan secara melawan hukum sehingga menghambat atau menghalangi kemerdekaan pers, hak mencari informasi, atau hak menyebarluaskan informasi, tindakan tersebut berpotensi memenuhi unsur Pasal 18 ayat (1). 

Tidak hanya UU Pers, penyadapan terhadap media, juga bisa dilihat dari aspek konstitusi yang menjamin setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, serta mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (Pasal 28F). 

Karena itu, persoalan penyadapan terhadap pekerja media bukan sekadar persoalan teknis penegakan hukum, melainkan juga menyangkut perlindungan hak konstitusional warga negara. 

Meski begitu, bukan berarti media kebal hukum. Penyadapan boleh dilakukan hanya untuk kepentingan penegakan hukum. 

Penyadapan dilakukan dengan persyaratan hukum yang sangat ketat (Strict Legal Authorization) dan bersifat proporsional. 

Penyadapan hanya sah secara hukum jika memenuhi prinsip-prinsip berikut: 

Pertama, Prinsip Legalitas (Due Process of Law). 

Penyadapan bisa dilakukan berdasarkan perintah atau izin resmi dari otoritas peradilan/pengadilan (judicial warrant) atau prosedur hukum yang diatur tegas dalam Undang-Undang khusus (seperti UU KPK). 

Kedua, Prinsip Proporsionalitas & Relevansi Pidana: Penyadapan tidak boleh menyasar aktivitas jurnalistiknya atau bertujuan menggali narasumber rahasia, melainkan khusus pada dugaan tindak pidana personal yang alat buktinya sah. 

Dampaknya terhadap Kebebasan Pers dan Independensi Media

Terbongkarnya kasus penyadapan ini menambah beban berat yang harus dipikul media. Belakangan, kondisi media sedang tidak baik-baik saja. 

Secara bisnis, industri media dalam kondisi tekanan maha berat, akibat berkurangnya pembaca/penonton dan pendapatan dari iklan. 

Hal ini terjadi sebagai akibat dari disrupsi digital, khususnya kehadiran platform media sosial. 

Kondisi ini kemudian menyebabkan banyak media sangat bergantung pada iklan pemerintah, BUMN, dan lembaga lain, yang menyebabkan independensi media menjadi barang yang amat mahal. 

Maka, terbongkarnya tindakan intersepsi komunikasi secara sengaja seperti ini bisa menambah atmosfer kepanikan dari dalam. 

Kekhawatiran diawasi (surveillance) secara tak kasatmata dapat mendorong jurnalis atau ruang redaksi melunakkan nada pemberitaan dan menghindari topik-topik yang sensitif. 

Misalnya, kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan aktor yang memiliki hubungan dengan penegak hukum dan kekuasaan. 

Jika mengutip pernyataan Kabareskrim, penyadapan sudah berlangsung sejak 2015. Maka, bisa jadi polisi atau pihak yang menggunakan polisi untuk kepentingannya, sudah mengetahui dan memetakan agenda setting atau kebijakan redaksi (editorial policy) terhadap berita yang sedang digarap media. 

Pihak luar ini memiliki kepentingan untuk mengendalikan pemberitaan agar tidak merugikan kepentingannya. 

Selain itu, dengan mengetahui agenda media, pihak yang berkepentingan tersebut akan memiliki kemampuan untuk melakukan upaya penangkalan (counter-narrative), intervensi politik, atau intimidasi pra-publikasi. 

Bagaimanapun, kebebasan pers juga mensyaratkan ruang kerja yang aman bagi jurnalis untuk mencari informasi, berkomunikasi dengan narasumber, dan mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. 

Ketika komunikasi jurnalis diduga menjadi sasaran penyadapan ilegal, ancamannya melampaui persoalan privasi. 

Independensi pers dan kualitas demokrasi ikut dipertaruhkan. 

Dalam konteks ini, media idealnya berperan sebagai pengawas kekuasaan. 

Maka, ketika media diintervensi dengan berbagai “teror” digital, bagaimana media dapat menjalankan fungsinya sebagai pengawas kekuasaan secara independen? 

Pentingnya Digital Security pada Jurnalis

Terungkapnya kasus ini membuktikan bahwa ancaman terhadap kebebasan pers tidak lagi sekadar intimidasi fisik di lapangan, melainkan telah bergeser ke intersepsi siber terselubung (surveillance state). 

Terbongkarnya kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran akan keamanan digital (Digital Security Hygiene). 

Sudah saatnya, organisasi media memiliki skema proteksi yang kuat agar tidak mudah ditembus oleh pihak luar. 

Redaksi media tidak bisa lagi memosisikan keamanan siber sebagai urusan IT semata, melainkan sebagai bagian integral dari keselamatan jiwa dan independensi berita. 

Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sebagai bagian dari perlindungan digital. 

Ada beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan. Misalnya, audit rutin perangkat redaksi, penggunaan VPN, enkripsi hard drive, dan pelatihan anti-ransomware/spyware tingkat lanjut.  

Jurnalis juga wajib menerapkan protokol enkripsi end-to-end, penggunaan burner phone, higienitas metadata, dan audit siber berkala untuk meminimalkan risiko pengawasan (surveillance). 

Selain itu, perlu tindakan untuk melindungi perangkat, baik ponsel maupun laptop yang terkoneksi dengan jaringan. 

Prinsipnya, perilaku menentukan seberapa besar risiko atau kerentanan terhadap serangan. 

Meski begitu, tindakan tersebut tidak akan menjamin pekerja media akan aman dari serangan digital, termasuk penyadapan. 

Sekuat apa pun langkah pencegahan yang dilakukan, selalu kalah dengan kemajuan teknologi. 

Karena itu, langkah lain yang juga patut dilakukan adalah  adanya gerakan bersama di antara para praktisi media, asosiasi jurnalis, untuk merancang strategi pengamanan digital yang komprehensif. 

Selain itu, perlu adanya perbaikan regulasi terhadap perlindungan media atau jurnalis dari ancaman kejahatan digital. 

Tujuan dari itu semua, tentu saja, adalah untuk menjaga kebebasan pers demi demokrasi. 

Di luar itu semua, penegakan hukum terhadap para tersangka harus dilakukan secara tegas dan transparan. 

Di sisi lain, sudah saatnya media juga lebih berani “bersuara” untuk melaporkan fakta dan kebenaran, tanpa harus takut terhadap ancaman kehilangan iklan dari para pihak atau kelompok yang punya kuasa dan modal. 

Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur Jakarta.

Sumber: kompas.com

Miris! Oknum LSM Yakuza Jemput Paksa Warga Tanpa Ijin Orang Tua dan Menganiaya Salah Satu Warga Sebelum Tiba di Polres Kediri

By On November 04, 2026

KEDIRI, KabarXXI.Com -- Bermula dari jemputan paksa hingga dihajar tanpa azas praduga tidak bersalah hingga babak belur, kedua orang tua korban dan warga terduga melaporkan Gus Thuba dan kelompok oknum LSM Yakuza ke Polres Kediri pada 26 Oktober 2026. 

Viralnya Medsos di Radar Yakuza Manages atas laporan aduan korban yang diantar orangtuanya ke markas telah dilecehkan tiga pemuda yang sama-sama sedang adakan mabok minuman keras beralkohol di rumah temannya korban berinisial B di Gurah. 

Dengan sigap tim kuasa hukum dan puluhan oknum anggota Kelompok Yakuza bergerak mencari, memburu dan menangkap serta menyerahkan dua pemuda pelaku seperti narasi viral medsos, ke Polres Kediri. 

Sebut LY selaku orang tua DJS, warga yang digladak Yakuza ke Polres berstatus pelajar ini menyesalkan pejemputan paksa tanpa legal standing hukum yang jelas dari oknum LSM Yakuza. 

"Datang tengah malam tanpa alasan yang jelas, lalu membawa anak saya keluar rumah dan tidak diberitahu kemana dibawanya anak saya itu. Berkaos hitam dan ada tulisan Yakuza dengan sekurangnya tujuh mobil beroda empat dan puluhan sepeda motor sudah mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. karena datangnya sekitar pukul 00.30 WIB tengah malam di saat keluarga dan tetangga kami istirahat malam sehabis kerja," ujar LY. 

Sedangkan warga lainnya sebut MKR yang digladak serta dipukuli dengan luka berat seperti pembengkakan pada pipi, pilipis dan lebam kedua mata yang disertai pendarahan oleh oknum LSM Yakuza saat menuju Polres Kediri merupakan bentuk pelanggaran berat. 

Kakak MKR, berinisial U asal Kota Kediri juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian Polres Kediri. 

"Adik kami MKR sudah kita dampingi untuk laporan ke Polres Kediri yang sekaligus melakukan visum ke rumah sakit penunjukan penyidik," ujar kakak MKR. 

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum Kahuripan Bela Negara yang dikuasakan Akhir Kristiono AMd.SH., Mukhlason SH., Dr. Zaibi Susanto SH.MH. dan M. Akson Nul Huda SH.MH. menyesalkan rekan-rekan dari Kelompok oknum LSM Yakuza yang cenderung arogansi mengesampingkan Azas Praduga Tak Bersalah terhadap Keluarga besar DJS dan MKR. 

"Kami atas nama Pemberi Kuasa melaporkan oknum Kelompok Yakuza Manages atas dugaan pelanggaran pasal pidana 450 UU 1/2023 berbunyi mengenai pelanggaran tindak pidana penculikan dengan tuntutan hukuman pidana 12 tahun penjara

dan Pasal 262 UU 1/2023 mengatur ancaman pidana bagi setiap orang yang terang-terangan di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang ayat 2-4 dengan ancaman hukuman pidana 9 tahun penjara ke Polres Kediri sesuai dengan nomor Laporan Kepolisian LP/B/85/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 Oktober 2026 dan LP/B/84/X/2026/SPKT/POLRES KEDIRI/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 24 Oktober 2026," ujar Akhir Kristiono AMd.SH. 

Tim Kuasa Hukum lainnya Mukhlason SH.MH., M. Akson Nul Huda SH. MH. Dan Dr. Zaibi Susanto SH.MH berharap proses penanganan perkara viral ini harus berimbang dan adil oleh penyidik Polres Kediri. 

"Kami berharap rekan Polisi penyidik di Polres Kediri profesional dan berani mengungkap keadilan kebenaran dalam penanganan perkara viral ini," jelas Mukhlason di Polres Kediri, pada Selasa, 03 November 2026. (*/red)

Gudang Penimbunan Solar Bersubsidi di Lamongan Digrebek Ditreskrimsus Polda Jatim

By On November 03, 2026

LAMONGAN, KabarXXI.Com - Penggerebekan gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terletak di Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, pada Kamis lalu, 29 Oktober 2026, menyisakan sebuah pertanyaan publik. 

Pasalnya, pemilik gudang tersebut bernama Dimas Kristiawan (alias Kris, alias Wawan), merupakan orang kuat, yang menurut pengakuannya, ia dibekingi Mabes Polri, serta orang kuat lainnya. 

Ditreskrimsus Polda Jatim pun masih kecolongan, karena tidak menggerebek gudang milik Dimas Kristiawan lainnya yang berdekatan dengan gudang yang digrebek saat itu, yakni yang berada di Desa Kuripan Kecamatan Babat-Lamongan, yang dipegang oleh orang kepercayaan Dimas Kristiawan, yakni Subari dan juga Mat Zaini (alias Mat Plolong) yang kabarnya Mat Plolong mau mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Kuripan. 

Bagaimana Desa Kuripan akan maju jika calon Kepala Desanya bertindak merugikan negara dengan menimbun BBM bersubsidi jenis solar. 

Dari keterangan yang dihimpun oleh awak media, mendapati fakta bahwa beberapa unit kendaraan roda empat, ikut diamankan Ditreskrimsus Polda Jatim, yakni satu unit truk tangki bertuliskan PT Trisaka Adi Rajasa (PT TAR), satu unit Pajero Sport, dua unit truk modif sebagai pelangsir BBM bersubsidi jenis solar, truk Fuso satu unit, satu unit Kijang, serta dua unit mobil Diesel. 

Menurut keterangan warga sekitar yang tidak mau disebut namanya, ia membeberkan bahwa menurut keterangan Dimas Kristiawan kepada dirinya, ia sudah setor ke beberapa oknum perbulan berkisar hingga Rp 50 juta. 

"Saat Dimas bilang ke saya, ia sudah setor ke beberapa oknum, perbulan mencapai Rp 50 jutaan," ungkapnya. 

Diketahui pula bahwa gudang yang terletak di Desa Sumengko Kecamatan Kedungpring tersebut, pernah didatangi Wartawan dari wilayah Surabaya, dan Wartawan tersebut dianiaya oleh preman yang mengamankan gudang penimbunan BBM bersubsidi tersebut, hingga Wartawan asal Surabaya melapor ke Polres Lamongan, dan sampai detik ini media-media di Kabupaten Lamongan menunggu kelanjutan pelaporan penganiayaan Wartawan asal Surabaya tersebut. 

Menurut sumber di lapangan, BBM bersubsidi jenis solar tersebut, didapat dari beberapa SPBU di Kabupaten Lamongan, diantaranya SPBU 54.622.05 terletak di Jalan Raya Babat-Bojonegoro, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat. 

SPBU 54.622.09 terletak di Jalan Raya Babat-Lamongan, Desa Plaosan, Kecamatan Babat. 

SPBU 54.622.04 terletak di Jalan Raya Bulutrate, Babat-Lamongan, Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. 

Akankah kali ini aktivitas penimbunan serta penjualbelian BBM bersubsidi dengan skala besar dan sangat merugikan negara ini, dapat ditumpas oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), atau akankah sebaliknya, berhenti di tempat dan hilang ditelan angin. (*/red)

Salurkan Bansos di Tangerang, Gubernur Andra Soni Kampanyekan Sekolah Gratis

By On November 02, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menyalurkan Bansos Keluarga Provinsi Banten Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang, di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin, 02 November 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menyalurkan Bantuan Jaminan Sosial (Bansos) Keluarga Provinsi Banten Tahun 2026 kepada warga Kabupaten Tangerang, di Gedung Serbaguna Kecamatan Rajeg, Senin, 02 November 2026. 

Penyaluran bantuan perlindungan sosial ini merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

​“Tahun ini kami baru menganggarkan untuk 16 ribu lebih warga Banten. Semoga tahun depan bisa dimaksimalkan,” ujar Andra Soni. 

Menurut Andra Soni, bantuan perlindungan sosial ini merupakan penyaluran tahap pertama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Prosesnya didampingi langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai perencanaan. 

​“Kami pastikan juga tidak ada satu rupiah pun pungutan (potongan) terhadap bantuan sosial ini,” tegasnya. 

Andra Soni berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Program ini turut disinergikan dengan bantuan serupa yang disediakan oleh pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. 

Gubermur Andra Soni juga memaparkan program pendidikan gratis bagi SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta di Provinsi Banten. 

Mengingat pendidikan tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang telah digratiskan, ia menegaskan tidak boleh ada lagi masyarakat Banten yang putus sekolah. 

​"Tidak ada alasan anak-anak Banten putus sekolah. Kalau ada yang putus sekolah, laporkan ke kepala desa. Saya meyakini, pendidikan dapat memutus rantai kemiskinan,” ujarnya. 

​Sementara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mewakili warganya menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemprov Banten. 

Selain bantuan infrastruktur jalan, sebanyak 2.200 warga kurang mampu di wilayahnya menerima manfaat dari bansos tersebut. 

​“Pemkab Tangerang juga turut menyalurkan bantuan sosial untuk 4.000 warga. Bapak dan Ibu harus selalu menjaga kesehatan dan bahagia,” kata Maesyal. 

​Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman menyebutkan bahwa Pemprov Banten menyalurkan lima jenis bantuan sosial. 

Kelimanya meliputi bantuan jaminan sosial keluarga, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuan sosial disabilitas, bantuan sosial anak telantar, serta bantuan sosial lansia. 

​“Mudah-mudahan apa yang menjadi program Pemprov Banten terlaksana dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. 

​Sebagai informasi, pada 2026 Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,15 miliar untuk 16.311 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Masing-masing keluarga memperoleh bantuan uang tunai senilai Rp 500 ribu. (Welfendry)

Respons Cepat Laporan 110, Polsek Jawilan Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang

By On November 02, 2026

Personel Polsek Jawilan mengevakuasi pohon tumbang yang menutup sebagian badan Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung, tepatnya di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Senin, 02 November 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com – Personel Polsek Jawilan, Polres Serang, mengevakuasi pohon tumbang yang menutup sebagian badan Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung, tepatnya di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Senin, 02 November 2026. 

Evakuasi dilakukan setelah petugas menerima laporan warga melalui layanan Call Center 110. 

Pohon yang berada di pinggir jalan tersebut tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Jawilan. 

Akibat kejadian itu, batang pohon dan rantingnya menutup sekitar setengah badan jalan sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas. 

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Jawilan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. 

Petugas segera berkoordinasi dengan warga setempat guna mempercepat proses evakuasi pohon yang menghalangi akses jalan. 

Kapolsek Jawilan AKP Erwan Nurwanda mengatakan, peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. 

Keberadaan pohon yang melintang di badan jalan sempat membuat arus lalu lintas terganggu dan mengharuskan pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. 

"Begitu menerima laporan masyarakat melalui Call Center 110, anggota langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Pohon tumbang tersebut menutup sebagian badan jalan sehingga perlu segera dievakuasi," ujar Erwan. 

Dengan dibantu warga sekitar, petugas kemudian melakukan pemotongan batang pohon serta membersihkan ranting-ranting yang berserakan di badan jalan. 

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong agar akses jalan dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat. 

Kapolsek menjelaskan, proses pemotongan dan pembersihan pohon tumbang berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. 

Setelah seluruh material pohon berhasil disingkirkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung kembali berjalan normal. 

"Alhamdulillah, berkat kerja sama anggota dan masyarakat, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan cepat. Sekitar pukul 16.00 WIB, jalan sudah kembali bisa dilalui kendaraan secara normal," jelasnya. (*/red)

Hari ke-8 Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang Kedepankan Pembinaan dan Penyuluhan kepada Pengendara

By On November 02, 2026

Hari ke-8 Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang mengedepankan pendekatan humanis. 

SERANG, KabarXXI.Com – Memasuki hari ke-8 pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada para pengguna jalan. 

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. 

Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Jalan Raya Serang–Jakarta, tepatnya di Simpang Empat Pasar Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten. 

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang mengutamakan kegiatan preemtif dan preventif yang disertai penegakan hukum (gakkum) secara humanis. 

Langkah ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). 

Kasetopsres Operasi Patuh Maung 2026, AKP Muhammad Hafizh menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas di lapangan. 

Personel diminta menerapkan prinsip Senyum, Sapa, Salam (3S), menghindari sikap arogan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri. Selain itu, keselamatan personel selama bertugas juga harus menjadi prioritas. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan keselamatan berkendara dan mengingatkan masyarakat untuk selalu melengkapi perlengkapan kendaraan maupun surat-surat berkendara. 

Petugas juga melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan serta memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Selain itu, masyarakat diberikan sosialisasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 agar semakin memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. 

Meskipun pendekatan pembinaan dan penyuluhan lebih dikedepankan, petugas di lapangan masih menemukan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara serta melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas, sehingga tercipta kondisi Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar. 

Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari kedelapan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. 

Polres Serang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi aturan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara. (*/red)

Babinsa Koramil 0602-13/Padarincang Sosialisasi Rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD

By On November 02, 2026

Babinsa Koramil 0602-13/Padarincang Kodim 0602/Serang, Serka Deni Rahmatullah, melaksanakan sosialisasi tentang rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD Tahun 2027, di Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu, 01 November 2026. 

‎SERANG, KabarXXI.Com — Babinsa Koramil 0602-13/Padarincang Kodim 0602/Serang, Serka Deni Rahmatullah, melaksanakan sosialisasi tentang rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD Tahun 2027, di Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu, 01 November 2026. 

‎Dalam kegiatan tersebut, Serka Deni menjelaskan berbagai informasi terkait rekrutmen, mulai dari persyaratan, tahapan seleksi, jadwal pendaftaran, hingga prosedur yang harus dilalui calon peserta. 

‎Ia juga mengajak para pemuda Desa Bugel, yang berminat mengabdi kepada negara untuk mempersiapkan diri, dan mengikuti proses pendaftaran secara resmi. 

‎“Sosialisasi ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi keliru, mengenai penerimaan Bintara dan Tamtama TNI AD,” ujar Serka Deni. 

‎Ia menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen TNI AD tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta mendaftar melalui jalur resmi bisa lewat Babinsa, dan menghindari pihak-pihak yang menjanjikan kemudahan dengan imbalan tertentu. 

‎"Untuk informasi lebih lanjut, terkait penerimaan Bintara dan Tamtama TNI AD, masyarakat dapat datang langsung ke Koramil 0602-13/Padarincang," pungkasnya. (*/red)

Lima Daerah Masuk Status Siaga, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Waspada Hujan Lebat

By On November 02, 2026

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat meninjau lokasi terdampak banjir di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu, 01 November 2026. 

PADANG, KabarXXI.Com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumbar pada 1–10 November 2026. 

Hal tersebut disampaikan menyusul informasi peringatan dini cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian I November 2026. 

Berdasarkan prakiraan tersebut, sejumlah daerah di Sumbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” kata Mahyeldi kepada wartawan di Padang, Senin, 02 November 2026. 

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat pada periode 1–3 November 2026 diperkirakan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. 

Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut, meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman Barat. 

Potensi hujan serupa juga diprakirakan terjadi di Kota Padang dan Kota Pariaman. 

Memasuki periode 4–6 November 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Solok. 


Sementara itu, pada periode 7–10 November 2026, potensi hujan diperkirakan meluas ke sejumlah daerah lainnya. 

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, dan ejumlah wilayah perkotaan di Sumbar. 

Selain prakiraan hujan sedang hingga lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian I atau periode 1–10 November 2026. 

Berdasarkan informasi tersebut, sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar masuk kategori Waspada dengan potensi curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian. 

Adapun lima daerah yang masuk kategori Siaga dengan potensi curah hujan mencapai 200–300 milimeter per dasarian, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang. 

"Sementara belum ada daerah yang diperkirakan mengalami potensi curah hujan di atas 300 milimeter atau kategori awas. Kendati demikian kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan," ujar Mahyeldi. 

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko ketika menghadapi kondisi cuaca buruk. 

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ucapnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *