Berita Terbaru

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Lakukan Silaturahmi ke KH Embay Mulya Syarief

By On November 01, 2026

SERANG, KabarXXI.Com - Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan jalin silaturahmi dengan KH Embay Mulya Syarief, bertempat di Jalan Jiwantaka 1 Nomor 9, Kota Serang, Banten, Selasa, 20 Oktober 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten bersama Wakapolda Banten, didampingi Karo SDM Polda Banten, Dirresnarkoba Pola Banten, Dirbinmas Polda Banten, Kapolresta Serang Kota, Kasubbidbankum Bidkum Polda Banten. 

Ketua Umum PB Mathlaul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, didampingi beberapa Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fatah yaitu H. Makmun Syahroni, H. Makmun, H. Rasim, Ustadz Fadullah, Khatib Mansyur. 

Kapolda Banten beserta rombongan melaksanakan kunjungan silaturahmi kepada KH Embay Mulya Syarief selaku Pimpinan Yayasan Ponpes Miftahul Fatah guna mempererat tali silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polda Banten dengan tokoh agama dan masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi Polri dengan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung terciptanya hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat di wilayah Provinsi Banten. (*/red)

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Silaturahmi ke Pimpinan Ponpes Al-Mizan Rangkasbitung

By On November 01, 2026

LEBAK, KabarXXI.Com - Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan melaksanakan kunjungan silaturahmi bertemu dengan Dr. KH. Anang Azharie Alie, M.Pd.I., di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Mizan Rangkasbitung, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten bersama Wakapolda Banten, didampingi Dirintelkam Polda Banten, Kabid Propam Polda Banten, Kabidhumas Polda Banten, Kapolres Lebak. 

Kapolda Banten beserta rombongan melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Modern Al-Mizan Rangkasbitung, KH Anang Azharie Alie, dalam rangka mempererat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan lingkungan Ponpes. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta meningkatkan peran tokoh agama dalam mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian di wilayah Provinsi Banten. (*/red)

Program Dinas Pertanian Provinsi Sumbar Diduga Gagal Total, Masyarakat Mengeluh Karena Rugi

By On November 01, 2026

Obat kadaluwarsa yang diberikan kepada masyarakat petani. 

PASAMAN, KabarXXI.Com - Masyarakat Jorong Tabiang, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), resah karena program pertanian Dinas Provinsi diduga gagal total. 

Pasalnya, Dinas Pertanian hanya membantu masyarakat bibit padi, dan obat-obatan, sementara pupuk tidak dibantu. 

Bantuan obat padi tersebut pun sudah kadaluwarsa. Obat tersebut digunakan harusnya tahun 2023, namun diberikan pada tahun 2026. 

Akibatnya, masyarakat petani pun terancam gagal panen. Padahal masyrakat berharap paneh tahun ini melimpah. Alhasil merugi dan tercipta lagi kemiskinan di tengah masyarakat. 

Salah seorang masyarakat yang engan disebutkan namanya kepada awak media ini, Minggu, 01 November 2026, mengaku bahwa tahun ini para petani mengalami gagal panen. 

Padi masyarakat yang menguning. 

"Tahun ini kami mengalami gagal panen pak. Diperkirakan kami rugi sekitar Rp 5 juta per orang. Kelompok tersebut berjumlah lebih kurang dari 20 orang. Itulah nasib kami pak," ucapnya. 

Ia berharap pemerintah dapat membantu kerugian para petani. 

"Kami pun untuk memenuhi kebutuhan dapat berutang alias BB, dengan apa kami bayar nantinya," ujarnya. 

Sementara warga lainnya, berinisial JN mengaku sedih melihat tanaman padinya menguning, dan sudah mencoba mengobatinya bermacam-macam cara, namun tidak ada hasilnya. 

"Bantuan obat yang diberikan pada kami itu sudah kadaluwarsa. Namun kami disuruh memakai obat tersebut. Alhasil, padi kami tetap menguning. kami rugi pak," ucapnya dengan nada sedih. (Ismet)

Silaturahmi Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan dengan KH Sonhaji di Ponpes Islam As-Salafi Riyadul Awamil

By On November 01, 2026

SERANG, KabarXXI.Com - Kunjungan silaturahmi Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan bertemu dengan KH Sonhaji, di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam As-Salafi Riyadul Awamil, Cangkudu, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan dan Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, didampingi Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, Direktur Reskrimum, Wadirlantas Polda Banten, Kapolsek Baros, Kasat Binmas Polresta Serang Kota, kedatangan tersebut disambut hangat oleh KH Sonhaji di Pondok Pesantren Islam As-Salafi Riyadul Awamil. 

Kunjungan silaturahmi dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan dan komunikasi antara Polda Banten dengan pimpinan Pondok Pesantren Islam As-Salafi Riyadul Awamil. 

Kegiatan menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif. (*/red)

Reses di Kecamatan Cikande, Afrizal Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah

By On Oktober 31, 2026

Reses Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Afrizal, SE, di Kecamatan Cikande, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Afrizal, SE mengajak warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah melalui kegiatan reses DPRD. 

Karena menurutnya pembangunan yang baik harus lahir dari suara masyarakat yang merasakan langsung kondisi di lapangan. 

Hal itu ditegaskan Afrizal saat melaksanakan kegiatan Reses Anggota Masa Persidangan ke-I Tahun 2026, di Perumahan Griya Klaster Mahoni, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Sabtu malam, 31 Oktober 2026. 

Afrizal menjelaskan bahwa Reses merupakan amanah negara yang diberikan kepada anggota legislatif untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. 

Menurutnya, agenda ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah dan skala prioritas pembangunan. 

“Reses adalah agenda yang diamanahkan negara kepada anggota DPRD dalam konteks menyerap aspirasi warga, mendengar keluh kesah masyarakat, yang kemudian menjadi dasar perumusan program,” ujarnya. 

Soal insfrastruktur, kata Afrizal, banyak warga yang menginginkan penyelesaian pembangunan wilayah yang belum tuntas. 

Reses Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Afrizal, SE, di Kecamatan Cikande, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.  

Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Golkar ini juga memastikan sejumlah aspirasi warga tersebut akan ditindaklanjuti olehnya. 

Pihaknya selaku wakil rakyat pun berkomitmen untuk mendorong aspirasi itu agar bisa diwujudkan.

"Kita menampung, membawa, dan berupaya mendorong aspirasi itu sendiri," ujarnya. 

Menutup rangkaian Reses, Afrizal mengajak masyarakat menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan maupun kepentingan. 

Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan maupun usulan pembangunan di wilayahnya.

“Apapun beda pendapat, kita tetap satu. Apapun beda pendapat, kita tetap saudara. Saya titip kawal bersama-sama. Kalau ada usulan baru, pintu kantor dan rumah saya selalu terbuka,” pungkasnya.

Reses teraebut juga turut dihadiri, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Cikande Yani, Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Serang yaitu Sanihis dan Daud Tamsir, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, sejumlah pengurus PK dan PD Partai Golkar Kecamatan Cikande. (*/red)

Anggota DPRD Kabupaten Serang Afrizal Gelar Reses di Kopo, Perkuat Sinergi Pembangunan

By On Oktober 31, 2026


SERANG, KabarXXI.Com - Komitmen membangun komunikasi yang erat antara anggota legislatif, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Reses Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Afrizal, SE, yang dilaksanakan di Desa Garut, Kecamatan Kopo, pada Sabtu sore, 31 Oktober 2026. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi pembangunan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. 

Reses merupakan salah satu agenda konstitusional anggota legislatif untuk bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya. 

Melalui kegiatan ini, berbagai kebutuhan, usulan, maupun harapan warga dapat disampaikan secara terbuka sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan maupun program pembangunan di Kabupaten Serang. 

Pelaksanaan Reses berlangsung dalam suasana yang tertib, penuh kekeluargaan, dan interaktif. 

Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan lingkungan, peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta berbagai kebutuhan lainnya yang menjadi perhatian masyarakat sehari-hari. 

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Afrizal mengatakan, Reses adalah sebuah kebijakan yang sudah diatur dalam Undang-Undang dengan tujuan bertemu masyarakat, mendengar, dan mendorong serta mengawal aspirasi itu agar bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah. 

Ada sejumlah aspirasi utama yang warga sampaikan, yaitu terkait infrastruktur, pertanian, program lainnya. 

Soal insfrastruktur, kata Afrizal, banyak warga yang menginginkan penyelesaian pembangunan wilayah yang belum tuntas. 

Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Golkar ini juga memastikan sejumlah aspirasi warga tersebut akan ditindaklanjuti olehnya. 

Pihaknya selaku wakil rakyat pun berkomitmen untuk mendorong aspirasi itu agar bisa diwujudkan.

"Kita menampung, membawa, dan berupaya mendorong aspirasi itu sendiri," ujarnya. 

Menutup rangkaian reses, Afrizal mengajak masyarakat menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan maupun kepentingan. 

Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan maupun usulan pembangunan di wilayahnya.

“Apapun beda pendapat, kita tetap satu. Apapun beda pendapat, kita tetap saudara. Saya titip kawal bersama-sama. Kalau ada usulan baru, pintu kantor dan rumah saya selalu terbuka,” pungkasnya. 

Reses teraebut juga turut dihadiri, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Kopo Tb Mas'ud, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Cikande Yani, Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Serang Sanihis, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, sejumlah pengurus PK dan PD Partai Golkar Kecamatan Kopo. (*/red)

Kunjungan Silaturahmi di Ponpes Al Fathaniyah, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Disambut Hangat KH Matin Syarkowi

By On Oktober 30, 2026

Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan KH Matin Syarkowi, di Ponpes Al-Fathaniyah, Kamis, 22 Oktober 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com - Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan KH Matin Syarkowi, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fathaniyah, Jalan Raya Pandeglang-Serang Km 03, Komplek Tembong Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan dan Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, didampingi Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, Direktur Reskrimum, Wadirlantas Polda Banten, dan disambut hangat oleh KH Matin Syarkowi, di Ponpes Al Fathaniyah. 

Kunjungan silaturahmi dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan dan komunikasi antara Polda Banten dengan KH Matin Syarkowi selaku Pimpinan Ponpes Al-Fathaniyah. 

Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten. (*/red)

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Silaturahmi dengan Abuya Muhtadi dan Abuya Murtadho, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

By On Oktober 30, 2026

Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan melaksanakan silaturahmi dengan ulama Kabupaten Pandeglang, Abuya Muhtadi. 

PANDEGLANG, KabarXXI.Com - Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan melaksanakan silaturahmi dengan ulama Kabupaten Pandeglang, Abuya Muhtadi dan Abuya Murtadho, di kediaman masing-masing di Kampung Cidahu Lebak, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Bantet, Selasa, 13 Oktober 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan Ulama sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Provinsi Banten. 

Hendra Kurniawan terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Abuya Muhtadi, kemudian melanjutkan kunjungan ke kediaman Abuya Murtadho. 

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Banten memohon doa restu agar dapat menjalankan amanah dengan baik, diberikan kelancaran dalam pelaksanaan tugas, serta memperoleh nasihat dan bimbingan dari para ulama dalam menjaga kondusivitas wilayah Banten. 

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa silaturahmi yang dilakukan Kapolda Banten merupakan wujud komitmen Polri untuk terus membangun komunikasi dan mempererat hubungan kemitraan dengan para ulama sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Banten. 

“Silaturahmi ini menjadi langkah untuk mempererat hubungan antara Polri dan para ulama. Kami menyadari bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diperlukan sinergi serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Peran ulama sangat penting dalam memberikan nasihat, menyejukkan suasana, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah,” ujar Maruli Ahiles. 

Maruli Ahiles menambahkan, ulama memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. 

“Polda Banten akan terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para ulama serta tokoh masyarakat. Melalui hubungan yang harmonis dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, nyaman, dan damai,” tambahnya. 

Polda Banten berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis serta memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Banten. (*/red)

Pererat Silaturahmi, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Kunjungi Ponpes Assa’adah Cikeusal

By On Oktober 30, 2026

Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan dan Wakapolda Banten, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho saat mengunjungi Ponpes Assa’adah, di Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, Rabu, 28 Oktober 2026.

SERANG, KabarXXI.Com - Kapolres Serang, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mendampingi Kapolda Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan  dan Wakapolda Banten, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Assa’adah, di Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan pengasuh Ponpes sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan kalangan ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

Bobby Danuardi mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dengan para tokoh agama, khususnya di wilayah Kabupaten Serang. 

“Melalui kegiatan silaturahmi ini, kami ingin mempererat hubungan antara Polri dengan para ulama sekaligus memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Bobby. 

Menurutnya, Ponpes memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai mitra Polri dalam menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat. 

Bobby berharap, hubungan baik antara Kepolisian dan kalangan pesantren dapat terus terjalin sehingga bersama-sama mampu menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana yang aman dan damai di tengah masyarakat. 

“Peran Ponpes sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kerukunan dan persatuan. Karena itu, kami berharap sinergi antara Polri dan para ulama terus diperkuat,” katanya. 

Selain mempererat silaturahmi, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Kepolisian untuk menyerap aspirasi, informasi, serta masukan dari pengasuh Ponpes terkait situasi Kamtibmas, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar. 

Kapolres Serang juga memohon doa dan dukungan dari pimpinan Ponpes Assa’adah beserta para santri agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat. 

“Kami memohon doa dan dukungan dari para ulama serta santri agar pelaksanaan tugas Polri, khususnya Polda Banten dan Polres Serang, senantiasa berjalan lancar dan wilayah hukum Polda Banten tetap aman, kondusif, serta terhindar dari berbagai gangguan kamtibmas,” ucap Bobby. 

Kegiatan silaturahmi Kapolda Banten bersama rombongan di Ponpes Assa’adah dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah. (*/red)

Gubernur Andra Soni Ingatkan Pejabat Jaga Amanah, Integritas, dan Kepercayaan Masyarakat

By On Oktober 29, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri acara Workshop Integritas dan Antikorupsi Sektor Eksekutif Pemprov Banten, di Aula DPUPR Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu, 28 Oktober 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengingatkan kepada jajarannya agar tidak hanya menjadi pejabat yang mampu mengelola program, anggaran, dan organisasi. 

Ia meminta para pejabat untuk menjadi pemimpin yang mampu menjaga amanah, integritas, kepercayaan masyarakat, dan memberikan teladan kepada seluruh jajaran. 

Hal itu disampaikan Gubernur Andra Soni saat acara Workshop Integritas dan Antikorupsi Sektor Eksekutif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang dilaksanakan, di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Turut hadir, Deputi Korsupgah KPK Ely Kusumastuti, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Akademi Integritas ACLC KPK Swasti Putri Mahatmi, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. 

Andra Soni menegaskan, Kepala OPD harus menjadi teladan. Sebagai pejabat, pemimpin, harus dapat memberikan contoh disiplin, jujur, dan menolak gratifikasi. Keteladanan pemimpin akan lebih kuat daripada hanya membersihkan instruksi kepada pegawai. 

Gubernur Andra Soni meminta agar terbentuk lingkungan kerja pegawai yang merasa aman untuk berkata benar, berani melaporkan penyimpangan melalui mekanisme yang tersedia dan tidak takut menjalankan tugas sesuai ketentuan. 

"Integritas itu bukan sekadar pengetahuan, melainkan sikap, nilai, dan keberanian untuk melakukan hal yang benar dalam setiap keadaan," katanya. 

Kemudian, para aparatur harus dapat menjaga kepercayaan masyarakat yang menjadi modal utama pemerintahan. Kepercayaan tidak dibangun melalui slogan, tetapi melalui konsistensi antara ucapan dan tindakan. 

Ketika pemimpin berintegritas, organisasi menurutnya akan bergerak dengan integritas. 

"Ketika pelayanan semakin baik, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan semakin kuat," ujarnya. 

Andra Soni menjelaskan, sebagai pimpinan, perangkat daerah kerap berhadapan dengan berbagai kepentingan, baik kepentingan organisasi, masyarakat, dunia usaha, pribadi, maupun keluarga. 

Di sinilah menurutnya integritas seorang pemimpin diuji dan kepentingan publik harus selalu didahulukan. 

Demikian pula dalam hal gratifikasi. Setiap gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas, wajib ditolak. 

Apabila tidak dapat ditolak, para perangkat wajib laporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak diterima. 

Apabila menghadapi situasi yang meragukan, ia meminta jangan mengambil keputusan sendiri. 

"Konsultasikan, laporkan, dan gunakan mekanisme pengendalian yang telah disediakan," katanya. 

Lebih lanjut Gubernur Andra Soni menegaskan, jika Pemprov Banten berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. 

Gubernur Andra Soni ingin Banten maju dalam kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang adil merata, di mana setiap anggaran benar-benar kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. 

"Tidak korupsi sebagai syarat utama untuk mewujudkan semua itu," katanya. 

Terakhir, kepada para Kepala OPD, Gubernur Andra Soni meminta tiga hal. Pertama, jadilah teladan integritas di unit kerja masing-masing. 

Kedua, perkuat sistem pengendalian di unit kerja dan menindaklanjuti rekomendasi KPK dan Inspektorat, serta manfaatkan sistem digital untuk menutup celah penyimpangan. 

Ketiga, menindaklanjuti workshop ini dengan rencana aksi antikorupsi yang nyata dan terukur. 

"Ini merupakan momentum untuk memperbarui komitmen kita bersama, bekerja dengan jujur, melayani dengan tulus, menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab, menghindari konflik kepentingan dan menolak segala bentuk pemberian yang dapat memengaruhi independensi dalam menjalankan tugas," jelasnya. 

Sementara itu, Deputi Korsupgah KPK, Ely Kusumastuti mengapresiasi niat baik yang dilakukan Gubernur Banten Andra Soni bersama-sama dengan KPK untuk melakukan berbagai perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dalam rangka mengoptimalkan pembangunan dan mencegah kebocoran anggaran. 

Sehingga berbagai target pembangunan yang dilakukan dapat tercapai dengan baik. 

Terakhir, Eli menilai tata kelola Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Pemprov Banten sudah cukup baik atau berada pada zona hijau. 

Namun demikian, masih dibutuhkan penguatan di sektor lainnya dalam rangka pendidikan dan pencegahan korupsi seperti pelayanan publik dan itu sudah mendapat atensi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni. (Welfendry)

Bupati Serang Jenguk Hasan Syukur, Ojol asal Ciomas Korban Tabrakan BYD

By On Oktober 29, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat menjenguk Hasan Syukur, warga Kampung Ciakar, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, di RS Fatmawati, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026. 

SERANG, KabarXXI.Com - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menjenguk Hasan Syukur, warga Kampung Ciakar, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026. 

Hasan Syukur adalah korban kecelakaan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pengemudi Ojek Online (Ojol) ini dilindas hingga terluka serius oleh pemobil BYD. Hingga kemarin, kondisinya masih kritis. 

“Kami ke sini dalam rangka menjenguk korban yang ditabrak di Jakarta karena korban adalah warga Kabupaten Serang yang berasal Desa Siketug, Kecamatan Ciomas. Kami datang bersama dengan Dirut BPJS Ketanagakerjaan baik Serang, Banten, dan ada juga dari Jakarta,” kata Bupati Ratu Zakiyah usai menjenguk korban di Jakarta. 

Hasan Syukur adalah warga Kampung Ciakar, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas yang sebelumnya sudah didaftarkan menjadi salah satu penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) dari kelompok rentan. 

“Semua biaya perawatan sudah ditanggung. Di Kabupaten Serang ada 59.215 pekerja rentan yang kami daftarkan ke BPJS Ketanagakerjaan, termasuk di dalamya Pak Hasan Syukur ini,” ujarnya. 

Program BPJS Ketenagakerjaan yang diinisiasi oleh Bupati Serang ini saat ini sudah langsung berdampak bagi penerima manfaat yakni pekerja rentan. 

"Korban diberikan pengobatan medis secara komprehensif sampai sembuh total," ujarnya. 

Semua pembiayaan selama perawatan ditanggung BPJS TK. Selama dalam perawatan di RS, korban juga mendapatkan santunan Rp1 juta setiap bulan karena korban belum dapat bekerja lagi sebagai ojek online di Jakarta. 

Selain mendapatkan santunan dari BPJS TK, keluarga korban tadi juga mendapatkan santunan dari Bupati. 

"Ya, saya juga tadi memberikan santunan buat keluarga di sini yang menjaga korban di rumah sakit," katanya. 

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS TK dan juga Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. 

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengucapkan terima kasih kepada BPJS TK dan juga Bapak Kapolri Jenderal Suyudi yang sudah merespons cepat kasus ini," ujarnya. 

Pemkab Serang saat ini mendaftarkan 59.215 pekerja rentan sebagai peserta BPJS TK. Mereka terdiri atas Ojol, Kades dan Perangkat Desa, BPD, kader Posyandu, RT, RW, Balawista, dan guru ngaji. Kemudian 100 pekerja rentan di setiap desa di semua wilayah Kabupaten Serang. 

Program jaminan bagi pekerja rentan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang dan Permendagri No 14 Tahun 2025. 

Berdasarkan UU dijelaskan bahwa Pemda wajib mengalokasikan anggaran untuk perlindungan pekerja rentan melalui mekanisme bantuan iuran jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Langkah ini didasarkan pada mandat perlindungan sosial dalam konstitusi yang kemudian diturunkan ke dalam Undang-Undang, Instruksi Presiden, hingga Peraturan Menteri. 

Program perlindungan terhadap pekerja rentan di Kabupaten Serang diluncurkan pada 14 Juli 2026 yang merupakan inisiasi Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. 

Selama menjenguk korban di Jakarta, Bupati Serang ditemani Asda I Syamsudin, Kepala DPMD Rudy Suhartanto, Camat Ciomas Ugun Gumilang, dan Kades Siketug. (*/red)

Mahasiswi di Padang Terjepit Tiang Kos-kosan, Dievakuasi Damkar

By On Oktober 29, 2026

Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya, Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumbar, Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

PADANG, KabarXXI.Com – Seorang mahasiswi bernama Manda (19) mengalami insiden tak terduga di depan rumah kos-kosannya yang berlokasi di Jalan Flores Nomor 17, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu malam, 28 Oktober 2026. 

Tubuh Manda terjepit di sela-sela tiang penyangga pondok di depan area rumah kos-kosan selama kurang lebih dua jam hingga kondisinya lemas. 

Proses evakuasi akhirnya dilakukan oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. 

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Kabid Ops dan Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi membenarkan adanya kejadian penanganan darurat (rescue) tersebut. 

"Menurut keterangan saksi, korban sempat berusaha membebaskan diri. Namun, karena posisi kaki yang tersangkut cukup erat dan sudah terjebak sekitar dua jam, korban mulai kelelahan hingga kondisinya lemas," kata Rinaldi kepada wartawan, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Peristiwa tersebut bermula ketika Manda hendak duduk di area pondok depan rumah kos-kosanya. 

Tanpa sengaja, kakinya masuk ke sela-sela tiang penyangga pondok tersebut. 

Namun, saat berupaya mengeluarkan kakinya, posisi tubuh korban justru tersangkut dan sulit digerakkan. 

Karena upaya mandiri tidak berhasil dan kondisi Manda kian melemah, salah seorang rekannya, Hajila (19), menghubungi layanan darurat Damkar Kota Padang. 

Laporan darurat tersebut diterima oleh pihak Damkar sekitar pukul 21.45 WIB. 

Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Damkar Kota Padang menerjunkan 15 personel dari Peleton C, didukung satu unit armada rescue dan satu unit armada komando ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Menurut Rinaldi, proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan cedera pada bagian tubuh maupun kaki korban yang terhimpit. 

"Petugas melakukan peregangan pada sela-sela tiang penyangga secara perlahan. Setelah penanganan kurang lebih 44 menit, korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 22.41 WIB," ujar dia. 

Setelah berhasil dibebaskan, Manda yang berada dalam kondisi lemas langsung mendapatkan penanganan medis awal untuk memulihkan staminanya. 

Atas kejadian ini, Rinaldi mengimbau masyarakat Kota Padang untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi situasi yang membahayakan jiwa atau membutuhkan penanganan teknis khusus. (*/red)

Dua Perempuan di Surabaya Diduga Dijual Suami lewat Facebook, Tarif Rp 700 Ribu

By On Oktober 29, 2026

Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melati Sari. 

SURABAYA, KabarXXI.Com - Pihak Kepolisian mengungkap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Pelakunya adalah suami yang menjual istrinya lewat media sosial Facebook untuk melayani pria hidung belang.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari mengatakan, ada dua pelaku yang diamankan dalam dugaan TPPO itu, yaitu WBS (39) dan RW (25). 

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku berperan sebagai muncikari. Tersangka WBS (39) diduga menjual istrinya untuk memenuhi fantasi seks. 

"Yang pertama dengan korban RKR (37) dan tersangka WBS. Motifnya dia menjual istrinya dengan dugaan fantasi seks," kata Melatisari kepada wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Sementara RW (25) diduga melakukan TPPO karena alasan ekonomi. 

"Kemudian yang satu lagi korban SNK dan tersangka RW. Ini suami istri, yang kemudian menjual istrinya dengan dengan alasan ekonomi," ujarnya. 

Menurut Melatisari, pelaku sudah melakukan tindakan tersebut lebih dari empat kali. Tarif layanannya berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. 

"Tarifnya antara Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta sekali main. Dipasarkan melalui Facebook," pungkasnya. (*/red)

Polda Jatim Gelar Pra-Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Peragakan 48 Adegan

By On Oktober 29, 2026

Tersangka DBM memperagakan salah satu adegan dalam pra rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap istri siri dan anaknya di Kota Madiun, Jatim, Selasa malam, 27 Oktober 2026. 

MADIUN, KabarXXI.Com – Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar pra-rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak, DH (30) dan AGF (4), di Kota Madiun, Jatim, Selasa, 27 Oktober 2026. 

Dalam kegiatan tersebut, tersangka Dwi Bagus Martono dihadirkan secara langsung ke tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Sebanyak 48 adegan diperagakan untuk menguji serta mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta di lapangan. 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Jumhur Arbaridi mengatakan, seluruh adegan diperagakan guna memastikan kesesuaian kronologi pembunuhan ibu dan anak ini. 

"Sebanyak 48 adegan diperagakan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan rangkaian kejadian di lokasi perkara," kata Jumhur usai pra-rekonstruksi, Selasa, 27 Oktober 2026. 

Rangkaian 48 adegan dalam pra-rekonstruksi kasus pembunuhan di Madiun tersebut dilaksanakan di tiga titik lokasi berbeda: 

TKP Pertama: Hotel Mataram Baru, Jalan dr Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

TKP Kedua: Rumah orang tua tersangka di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

TKP Ketiga: Rumah pribadi tersangka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. 

Menurut Jumhur, pra-rekonstruksi dimulai dari hotel tempat korbannya, DH , meninggal dunia. 

Penyidik meragakan awal kedatangan tersangka dan korban di area resepsionis hotel hingga terjadi perselisihan yang berujung fatal. 

"Tadi kita TKP pertama di hotel. Kita lakukan peragaan-peragaan, mulai dia di resepsionis dengan komunikasi, dan akhirnya terjadi percekcokan, dan akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia di sana," ujar dia. 

Adegan dilanjutkan saat tersangka membawa jenazah korban keluar dari kamar hotel. Proses ini selaras dengan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dikantongi penyidik. 

Tersangka memperagakan saat dirinya mengambil sleeping bag (kantong tidur) untuk memasukkan jenazah DH sebelum diangkut menggunakan mobil. 

Rombongan penyidik kemudian bergerak ke lokasi kedua, yaitu rumah orang tua tersangka di Jalan Doho, Madiun. 

Di tempat ini, tersangka meragakan peristiwa saat menghentikan nyawa anak Dini, AGF (4), yang berada di dalam mobil Suzuki Karimun terparkir. 

Jumhur mengatakan, pada titik kedua ini terdapat penyesuaian adegan berdasarkan klarifikasi bersama tersangka. 

"Di TKP kedua, di rumah orang tuanya, tadi ada adegan yang kurang pas. Kita diskusikan dan kita perbaiki terkait dengan cara tersangka menghabisi anak AGF sampai akhirnya meninggal dunia," ujar Jumhur. 

Selanjutnya, pra-rekonstruksi bergeser ke lokasi ketiga di rumah pribadi tersangka, Jalan Kunir. 

Lokasi ini diduga menjadi tempat tersangka melakukan tindakan penghilangan jejak terhadap kedua korban. 

Tersangka diketahui telah menyiapkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk kayu bakar, beberapa hari setelah peristiwa di hotel. 

Penyidik juga mendalami keberadaan sebuah tungku di lokasi tersebut. 

Menurut penyidik, tungku tersebut sengaja dibuat tersangka setelah proses penghilangan sisa jenazah selesai dilakukan. 

"Tungku itu dibuat setelah ada pembakaran di situ, setelah abunya dibersihkan dan dilarutkan. Jadi, tungku itu untuk menutupi," kata Jumhur. 

Selain mendatangi lokasi pembuangan sisa abu di kawasan Jembatan Sungai Winongo, polisi menaruh perhatian khusus pada sebuah mesin pencacah yang sempat dibeli tersangka. 

Mesin pencacah tersebut dibeli tersangka setelah kejadian, lalu dijual kembali hanya dua hari kemudian melalui bantuan rekannya. 

"Yang menarik, tersangka membeli mesin itu setelah proses pembakaran. Setelah digunakan, dua hari kemudian menyuruh temannya menjualnya. Ini harus didalami," ujar Jumhur. 

Saat ini, barang bukti berupa mesin pencacah, sisa abu dari tungku, serta beberapa sampel bagian tulang telah diamankan dan diserahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. 

Hasil uji laboratorium akan menentukan karakteristik sampel tulang yang ditemukan. 

Terkait motif pembunuhan, penyidik masih terus melakukan pendalaman. 

Dugaan sementara mengindikasikan percekcokan di hotel berawal dari masalah hubungan asmara dan permintaan perhatian lebih dari korban. (*/red)

Niat Tolong Siswi SMP dari Pemerkosaan, Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya

By On Oktober 29, 2026

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, saat memberi keterangan kepada awak media. 

LAMONGAN, KabarXXI.Com - Viral di media sosial tentang seorang lanjut usia (Lansia) berinisial R (65), warga Kecamatan Karanggeneng yang meninggal karena dianiaya saat berusaha menolong seorang siswi SMP yang hendak diperkosa. 

Warganet mendesak polisi segera menuntaskan kasus itu dan menangkap terduga pelaku. 

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah melalui media sosial Threads pada Rabu, 28 Oktober 2026. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan pengunggah, insiden bermula ketika seorang pria berinisial S (34) diduga hendak melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP. 

Siswi SMP yang diduga keponakan pelaku itu berteriak-teriak meminta tolong. Datang lah R yang berupaya menolong siswi yang merupakan tetangganya itu. 

Korban percobaan pemerkosaan itu berhasil kabur mencari bantuan. Namun, lansia yang sehari-hari berjualan kerupuk rumahan itu justru jadi sasaran penganiayaan. 

Berdasarkan keterangan saksi yang disampaikan dalam informasi yang beredara di media sosial, korban diduga dianiaya secara brutal oleh S. 

Kepalanya dibenturkan ke tembok dan tubuhnya ditusuk menggunakan obeng. 

Akibat penganiayaan itu R sempat menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit selama kurang lebih sepekan. 

Namun, nyawanya tidak tertolong. R dinyatakan meninggal sementara S berhasil kabur dan belum berhasil ditemukan hingga saat ini. 

Kasus ini memicu perhatian publik. Warganet meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap S sebagai terduga pelaku penganiayaan. 

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait peristiwa tersebut. 

Polisi kini melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku. 

"Nggeh, sudah ada dan sudah kami lakukan proses penyelidikan serta upaya penangkapan terhadap terduga pelaku," ujar Hamzaid kepada wartawan, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Hamzaid menyebut, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lapangan. 

Petugas masih berupaya menemukan dan mengamankan S, yang disebut merupakan tetangga korban. 

"Kami dari Jajaran Polres Lamongan telah menangani kejadian di atas dan telah melakukan serangkaian proses penyelidikan untuk terduga pelaku. Saat ini masih dalam upaya Penangkapan," ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku dikabarkan berada dalam pengawasan keluarga karena diduga mengalami gangguan kejiwaan. 

Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian itu. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *