Berita Terbaru

Polres Gresik Gerak Cepat Cek Aduan Dugaan Arena Sabung Ayam di Menganti, Fasilitas Langsung Dimusnahkan

By On September 06, 2026

GRESIK, KabarXXI.Com - Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Menganti bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Sabtu, 05 September 2026. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Menganti melakukan pengecekan langsung ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. 

Dalam pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas perjudian sabung ayam maupun masyarakat yang sedang melakukan kegiatan perjudian di lokasi. 

Namun, petugas menemukan sejumlah fasilitas dan sarana yang diduga digunakan untuk kegiatan sabung ayam. 

Sebagai langkah penertiban sekaligus upaya pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum, petugas kemudian melakukan pendataan dan dokumentasi terhadap fasilitas yang ditemukan. 

Selanjutnya, fasilitas yang diduga digunakan sebagai sarana sabung ayam tersebut dilakukan pembongkaran dan pemusnahan. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Kepala Desa Sidowungu. 

"Sebagai langkah penertiban dan pencegahan agar fasilitas tersebut tidak digunakan kembali untuk kegiatan yang melanggar hukum, dilakukan pembongkaran dan pemusnahan terhadap fasilitas yang diduga digunakan sebagai sarana sabung ayam," tegas Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Mohammad Prasetyo. 

Proses pembongkaran dan pemusnahan disaksikan Kepala Desa Sidowungu serta didokumentasikan sebagai bagian dari administrasi kegiatan kepolisian. 

Selain melakukan penertiban, polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak menyediakan tempat atau memfasilitasi kegiatan perjudian dalam bentuk apa pun. 

Masyarakat bisa melaporkan aktivitas kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas perjudian atau kegiatan lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban melalui Hotline 110 atau Hotline Lapor Cak Rama Kapolres Gresik di nomor 0811-8800-2006. (*/red)

HUT Desa Lumpang ke-106 Meriah, Lurah Aing: Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong!

By On September 06, 2026

BOGOR, KabarXXI.ComPemerintah Desa (Pemdes) Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar rangkaian Hajat Desa Lumpang ke-106 pada Minggu, 06 September 2026. 

Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah sebagai momentum mempererat kekompakan dan membangkitkan semangat gotong royong. 

Salah satu kegiatan utama adalah Jalan Sehat tingkat RW. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik start di Lapangan Sankelux dan finish di Lapangan BUMDes Lumpang. 

Jalan sehat mengusung tema “Kompak, Kreatif, Semangat, Meriah!”. Peserta tampil kreatif dengan kostum unik dan yel-yel kelompok. 

Penilaian dilakukan berdasarkan kostum, jumlah peserta, yel-yel, dan kekompakan. Dengan konsep itu, kegiatan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan dan sarana mempererat silaturahmi antarwarga. 

Puncak Hajat Desa Lumpang ke-106 dipusatkan di kawasan Perumnas 2 Sentraland atau lebih tepatnya di samping Kantor Kecamatan Parungpanjang. 

Wadah Silaturahmi dan Sinergi

Kepala Desa (Kades) Lumpang, H. M. Rodis Faisal yang akrab disapa Lurah Aing mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. 

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan bisa menghibur masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi bentuk sinergi kami dengan seluruh masyarakat Desa Lumpang. Dengan demikian, ini menjadi kekuatan kami untuk membangun desa,” ujarnya. 

Menurutnya, Hajat Desa bukan hanya perayaan hari jadi, tetapi juga wadah silaturahmi antara Pemdes dan warga. 

“Yang paling penting tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga wilayah tetap kondusif, aman dan terkendali,” tegasnya. 

Lurah Aing menjelaskan, Hajat Desa Lumpang sudah menjadi agenda tahunan. Ini merupakan pelaksanaan ke-12 kalinya sebagai upaya mempertahankan tradisi dan memperkuat hubungan pemerintah desa dengan masyarakat. 

Harap Bangkitkan Gotong Royong

Ia berharap, kegiatan ini bisa memicu kembali semangat gotong royong yang mulai memudar. 

“Gotong royong sekarang sudah mulai pelan-pelan berkurang karena ditelan perkembangan zaman. Dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan bisa membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat,” tuturnya. 

Bagi Pemdes Lumpang, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan desa. 

Apresiasi Panitia

Ketua Panitia Hajat Desa, Dadi Suardi mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan acara. 

“Terima kasih banyak kepada semua masyarakat yang membantu terselenggaranya kegiatan HUT Desa Lumpang ke-106 tahun,” ucapnya. 

Ia juga menegaskan, Pemdes Lumpang akan terus berkomitmen melayani warga. 

“Desa Lumpang selalu bersinar, dan tetap gemilang,” pungkasnya. 

Hajat Desa Lumpang ke-106 ini diharapkan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi Pemdes dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Lumpang yang semakin maju, kompak, dan kondusif. (Hari Setiawan)

Diduga Beromzet Ratusan Juta, BL Arena Sabung Ayam di Balung Wuluhan Jember Tak Tersentuh APH, Warga Resah!

By On September 06, 2026

JEMBER, KabarXXI.Com - Praktik judi sabung ayam yang diduga beroperasi di wilayah Balung, Desa Sumberejo- Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), kembali menjadi sorotan masyarakat. 

Salah satunya, yakni BL Arena. Arena sabung ayam yang disebut-sebut milik Bos Eko itu perputaran uangnya hingga ratusan juta rupiah dan dinilai telah meresahkan warga sekitar. 

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku praktik judi sabung ayam tersebut semakin terorganisir dan seolah tidak tersentuh penegakan hukum. 

Menurutnya, masyarakat enggan menyampaikan laporan secara terbuka karena merasa takut. 

“Kami sebenarnya sudah lama resah dengan aktivitas sabung ayam ini. Banyak warga takut bersuara karena menduga ada pihak-pihak tertentu yang membekingi,” ujar warga. 

Sementara itu, seorang pria yang mengaku sering berada di arena sabung ayam mengatakan lokasi tersebut dikenal aman sehingga banyak peserta datang dari luar daerah. 

Ia juga menyebut nilai taruhan dalam beberapa pertandingan disebut dapat mencapai ratusan juta rupiah. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen. 

Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik perjudian tersebut. 

Mereka juga berharap aparat Kepolisian dapat mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Masyarakat menilai pemberantasan segala bentuk perjudian merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan lingkungan. 

Warga juga berharap aparat menindaklanjuti setiap laporan secara transparan dan profesional sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga. (*/red)

Cundamanik Grup Gelar Peringatan Maulid Nabi SAW di Wanasari Cihara, Diwarnai Aksi Berbagi

By On September 06, 2026

LEBAK, KabarXXI.Com - Cundamanik Grup menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) berupa makan gratis dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. 

Acara yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar ini dilaksanakan di Masjid Jami Al-Far'Urraudahh, Kampung Wanasari, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu, 06 September 2026. 

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kegiatan, Wa Abut mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, tamu undangan, dan masyarakat yang telah hadir untuk menyukseskan acara ini. 

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah SAW," ujarnya. 

Wa Abut menambahkan bahwa lebih dari sekadar mengenang hari kelahiran Nabi, peringatan ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan nilai-nilai ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. 

Sementara itu, Ketua Cundamanik Grup, Iim Saripudin, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. 

Menurut Iim, kisah hidup Rasulullah SAW sarat akan nilai-nilai kepedulian terhadap kaum lemah dan masyarakat yang membutuhkan. Semangat inilah yang patut diteladani oleh umat Muslim saat ini. 

Ia berharap acara ini dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif yang bisa diwujudkan melalui gotong royong. 

"Semoga dengan meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW, seluruh umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama. Mari kita hadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan dan terus menebarkan kebaikan," pungkas Iim. 

Acara Tabligh Akbar ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah KH. Jujun Muda dari Cianjur dan Qori Ustadz Moch Sahroni dari Cimarga, Rangkasbitung.Turut hadir dalam acara tersebut Camat Cihara H. Ujang, Kapolsek Cihara AKP Acep Komarudin, Anggota Koramil Panggarangan Serda Asep, Bhabinkamtibmas Cihara Bripka Sigit, Kepala Desa Cihara Rohim Supriadi, Kepala Desa Karangkamulyan Mulyadi, Sekdes Cihara Akhmad Yani, para kiai, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT se-Desa Cihara, serta pemuda Desa Cihara. (Cup/Angga)

Narasi TikTok Diduga Sarat Ujaran Kebencian terhadap Wartawan dan LSM, Polri Justru Diseret dalam Konten

By On September 05, 2026

LEBAK, KabarXXI.com – Peredaran sebuah konten di platform TikTok yang diketahui berasal dari akun berinisial R dengan nama akun AH80** kembali menjadi sorotan. Konten tersebut dinilai bukan sekadar menyampaikan sebuah peristiwa, tetapi juga memuat narasi yang terkesan bernada kebencian terhadap oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan profesi wartawan.

Dalam konten tersebut, ditampilkan atau dinarasikan seorang Polisi Wanita (Polwan) yang disebut sedang menangani laporan dari seorang oknum LSM. Namun, yang kemudian menjadi perhatian adalah penggunaan sejumlah diksi kasar dan bernada merendahkan, seolah-olah ucapan tersebut merupakan sikap petugas Kepolisian ketika menerima laporan masyarakat.

Salah satu diksi yang muncul dalam narasi tersebut di antaranya “harusnya kamu yang tobat, koplok”, disertai ungkapan lain yang dinilai tidak pantas.

Konten itu pun memunculkan pertanyaan serius: apakah benar bahasa tersebut merupakan ucapan petugas Kepolisian, atau sengaja dibangun sebagai narasi oleh pembuat konten untuk memberikan kesan bahwa aparat Kepolisian memiliki sikap penuh kebencian terhadap pelapor, LSM maupun wartawan?

Jika narasi tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta kejadian, maka persoalannya menjadi lebih serius karena dapat membentuk persepsi publik bahwa Kepolisian bersikap tidak profesional terhadap masyarakat yang datang untuk menyampaikan laporan.

Padahal, Kepolisian merupakan institusi yang memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menerima dan menangani setiap laporan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Polisi Jangan Dijadikan Instrumen Narasi Kebencian

Ketua PPWI Lebak Abdul Kabir Albantani menilai, persoalan tersebut harus dilihat secara jernih. Menurutnya, pihaknya tidak ingin menjadikan persoalan tersebut sebagai kritik terhadap institusi Kepolisian.

Sebaliknya, ia menilai Kepolisian justru perlu ditempatkan sebagai pihak yang melakukan pendalaman untuk mengungkap apakah sebuah konten memang menggambarkan fakta sebenarnya atau telah dikonstruksi sedemikian rupa sehingga menimbulkan persepsi tertentu di tengah masyarakat.

“Kita tidak sedang mengkritik Kepolisian. Justru kita meyakini Polri memiliki mekanisme dan profesionalitas dalam menangani persoalan. Yang menjadi pertanyaan adalah ketika nama dan sosok petugas Kepolisian seolah-olah digunakan dalam sebuah narasi yang bernada kasar dan penuh kebencian terhadap oknum LSM maupun wartawan,” ujar Abdul Kabir.

Menurutnya, apabila benar terdapat narasi yang sengaja menggiring opini seolah-olah seorang petugas Kepolisian mengeluarkan kata-kata kasar kepada pelapor, maka fakta tersebut harus diuji dan diverifikasi.

“Jangan sampai masyarakat menerima kesan bahwa kata-kata kasar itu benar-benar keluar dari mulut anggota Polisi, padahal belum tentu demikian. Kalau ternyata narasi tersebut sengaja dibuat untuk mendiskreditkan wartawan, LSM atau pihak tertentu dengan membawa-bawa institusi Kepolisian, tentu harus dilihat secara serius,” katanya.

Abdul Kabir juga mengingatkan bahwa konten media sosial memiliki dampak yang sangat besar terhadap pembentukan opini publik.

Narasi yang berulang kali disebarluaskan dapat menimbulkan persepsi bahwa wartawan, LSM maupun kelompok masyarakat tertentu merupakan pihak yang layak direndahkan atau diperlakukan secara tidak pantas.

“Ini yang harus kita cegah. Jangan sampai muncul kebencian terhadap profesi wartawan, LSM atau kelompok masyarakat tertentu hanya karena sebuah konten yang belum tentu menggambarkan fakta secara utuh,” tegasnya.

Kapolres Lebak Pastikan Bukti Terbaru Ditelaah

Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Arninsi melalui saluran WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya akan menelaah bukti terbaru yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Kapolres juga menyampaikan bahwa jajaran Reskrim sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dengan melibatkan ahli.

Respons tersebut menjadi penting untuk mengurai duduk perkara secara objektif, termasuk memastikan konteks video, sumber narasi, serta apakah terdapat kesesuaian antara narasi yang disampaikan dalam konten dengan kejadian sebenarnya.

Langkah pendalaman oleh aparat juga diharapkan dapat menjawab pertanyaan publik mengenai posisi dan ucapan petugas yang ditampilkan dalam konten tersebut.

Apakah benar terdapat perkataan sebagaimana dinarasikan, atau terdapat konstruksi narasi tertentu yang sengaja dibangun sehingga menimbulkan kesan negatif terhadap pihak pelapor sekaligus menyeret nama institusi Kepolisian?

Berpotensi Ganggu Kondusivitas Kamtibmas

Abdul Kabir menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi perang opini di ruang publik.

Menurutnya, apabila narasi bernada kebencian terhadap wartawan, LSM atau kelompok masyarakat tertentu terus diproduksi dan disebarluaskan, bukan tidak mungkin akan muncul ketegangan antarkelompok.

“Kalau terus dibiarkan, ini bukan lagi sekadar persoalan konten TikTok. Bisa berkembang menjadi persoalan sosial karena masyarakat dapat terprovokasi dan saling berhadapan. Kondisi seperti ini tentu berpotensi mengganggu kondusivitas dan Kamtibmas di Kabupaten Lebak,” ungkapnya.

Karena itu, Presidium Pers, LSM dan Ormas Bersatu meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial yang belum terverifikasi.

Mereka juga menyerahkan proses pendalaman kepada Polres Lebak dan berharap fakta sebenarnya dapat segera diketahui berdasarkan bukti, keterangan saksi maupun pendapat ahli.

Bagi Presidium, kebebasan berekspresi tetap harus dihormati. Namun, kebebasan tersebut tidak semestinya menjadi ruang untuk menyebarkan narasi yang dapat menimbulkan kebencian, merendahkan profesi tertentu, atau menyeret institusi negara ke dalam konflik antarindividu maupun kelompok.

Masyarakat pun diharapkan menunggu hasil pendalaman aparat penegak hukum dan tidak menjadikan potongan video maupun narasi media sosial sebagai satu-satunya dasar dalam menarik kesimpulan.

Polri tetap dipercaya profesional. Pers, LSM dan Ormas juga memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan. Yang perlu dicegah adalah munculnya narasi kebencian yang berpotensi memecah hubungan antarkelompok dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Lebak.

Tanpa Sekat, Gubernur Andra Soni Berbaur Bersama Warga pada Peringatan Maulid Nabi di Tangerang

By On September 05, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baiturrahman, Pondok Lakah Permai, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu, 05 September 2026. 

TANGERANG, KabarXXI.Com - Gubernur Banten, Andra Soni berbaur bersama masyarakat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baiturrahman, Pondok Lakah Permai, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu, 05 September 2026. 

​Kehadiran orang nomor satu di Banten tersebut disambut antusias oleh warga setempat. Tanpa sekat, Gubernur Andra menyempatkan diri untuk bersalaman dan berbincang hangat dengan sejumlah jemaah yang hadir. 

​Bagi Andra, menghadiri kegiatan keagamaan bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan upaya konkret untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi langsung. 

Terlebih, pertemuan langsung dengan warga di sekitar kediamannya ini menjadi ruang silaturahmi yang efektif di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah. 

​Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung khidmat dengan penceramah KH Zuhri Fauzi yang memberikan tausiah. 

Jemaah tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang terbangun. 

​Melalui momentum keagamaan ini, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat rasa persaudaraan dan semangat gotong royong. (Welfendry)

Gerak Cepat Tangani Kebakaran, Polres Serang Terjunkan Personel ke Lokasi Rumah Warga di Tanara

By On September 05, 2026

Polres Serang bergerak cepat menangani kebakaran rumah warga yang terjadi di Kampung Bendung RT 004 RW 002, Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Jumat, 04 September 2026. 

SERANG, KabarXXI.ComPolres Serang bergerak cepat menangani kebakaran rumah warga yang terjadi di Kampung Bendung RT 004 RW 002, Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Jumat, 04 September 2026. 

Personel Polres Serang mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kedatangan personel dilakukan untuk membantu proses penanganan sekaligus memastikan situasi di lokasi tetap aman dan kondusif. 

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat kejadian, korban Timan (46), seorang pengemudi yang merupakan warga setempat, bersama saksi melihat adanya api yang muncul dari bagian kamar rumah. 

Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar bagian kamar beserta sejumlah barang yang berada di dalamnya. Berdasarkan keterangan awal korban, kebakaran diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. 

Warga sekitar turut membantu melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Setelah itu, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi dan melakukan pemadaman serta pemeriksaan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali. 

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiel sekitar Rp 60 juta. 

Dalam penanganannya, personel Polsek Tanara melakukan pengecekan lokasi, berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, membantu proses pemadaman, serta melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan. 

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan melalui personelnya mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. 

Warga juga diminta memastikan peralatan elektronik dan jaringan listrik dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya kebakaran. 

Sementara, Kapolsek Tanara memastikan setiap laporan kejadian di wilayah hukum Polsek Tanara, Polres Serang, akan ditindaklanjuti dengan cepat sebagai bentuk pelayanan dan respons kepolisian kepada masyarakat. (*/red)

Kepala SPPG Kalitengah Dicopot BGN Usai Keracunan MBG di Sidoarjo

By On September 05, 2026

Wakil Kepala BGN, Trenggono, saat berkunjung ke Sidoarjo, Jatim. 

SIDOARJO, KabarXXI.Com - Sebanyak 730 orang keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Badan Gizi Nasional (BGN) pun mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho. 

"Sudah. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," ujar Wakil Kepala BGN, Trenggono di RSUD Notopuro Sidoarjo, Jumat, 04 September 2026. 

Menurut Trenggono, BGN terus melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk memastikan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP). 

"Tadi kan sudah disampaikan bahwa kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus memperbaiki, mengevaluasi apa kekurangannya. Tetapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai ya, yang keracunan rata-rata ketidakpatuhan terhadap SOP, itu yang perlu digaris bawahi ya," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, pihaknya akan meninjau langsung dapur SPPG yang terdampak. 

"Nanti setelah salat Jumat saya akan ke dapur yang terdampak ini. Kalau tadi kan salah satu dapur contoh yang bisa dilihat tadi memang sudah secara umum sudah cukup baik. Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra," pungkasnya. (*/red)

Pemerintah Tegaskan Status Kewarganegaraan 1.512 Anak PMI di Malaysia

By On September 05, 2026

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas dalam acara pemberian penegasan status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi 1.500 anak PMI yang berada di Malaysia, pada Jumat, 03 September 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Pemerintah memberikan penegasan status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi 1.500 anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Malaysia. 

Program ini merupakan upaya kolaborasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Hukum (Kemenkum), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri. 

Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas mengatakan, pemberian status kewarganegaraan RI dilakukan di empat titik, yaitu Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Tawau, serta Johor Bahru. 

Dengan pemberian penegasan status kewarganegaraan, anak-anak dari PMI bisa mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum. 

"Pemerintah Indonesia prihatin karena ada anak-anak kita, saudara-saudara kita, yang tidak bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara dengan utuh. Tidak memiliki kepastian hukum. Karena itu, kami dari Kemenkum bersama empat kementerian lainnya hadir di sini untuk memberikan kepastian hukum itu bagi mereka,” kata Supratman di Malaysia, Jumat, 04 September 2026. 

Menurutnya, ketiadaan status kewarganegaraan bukan hanya merupakan persoalan administratif. 

Lebih dari itu, status kewarganegaraan adalah dasar bagi anak-anak tersebut untuk mengakses hak-hak mereka seperti pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga perlindungan ketika mereka berhadapan dengan persoalan hukum. 

"Berawal dari penegasan status kewarganegaraan, ini akan menjadi pintu bagi anak-anak kita untuk bersekolah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Juga memungkinkan mereka mendapatkan bantuan dan perlindungan hukum ketika mereka berada di luar wilayah Indonesia,” ujarnya. 

Selain penegasan status kewarganegaraan, Supratman juga hadir  berdialog langsung dengan sekitar 300 PMI dalam program Pasti Ada Solusi yang dilaksanakan di Kantor KBRI di Kuala Lumpur. 

Hadir langsung dalam Dialog Pasti Ada Solusi, selain Menteri Hukum, Menteri P2MI Mukhtarudin dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. 

Sementara dari Kementerian Dalam Negeri diwakili Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Teguh  Setyabudi  dan Kementerian Luar Negeri hadir lewat virtual diwakilkan oleh Diruktur Perlindungan WNI dan Direktur Urusan Diaspora. 

Masyarakat bisa menyampaikan persoalan, pengaduan, dan pertanyaan kepada lima kementerian sekaligus. 

Masyarakat yang tidak bisa hadir secara langsung di lokasi, dapat bergabung dalam dialog secara daring melalui platform yang sudah disediakan oleh Kemenkum. 

Pemerintah membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus berkolaborasi untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, dan memberikan dampak nyata melalui solusi-solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 

"Komitmen kami, khususnya lima kementerian yang sudah hadir di sini, adalah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi masyarakat Indonesia, di mana pun mereka berada,” ujarnya. 

"Kita bersinergi memberikan solusi, berpikir bersama tentang apa solusi terbaik bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kita, kami juga akan melakukan sinkronisasi semua peraturan terkait pekerja migran,” tutupnya. 

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menyampaikan komitmen yang kuat dalam menangani pekerja migran “kehadiran kita di sini berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan persoalan warga kita di luar negeri supaya negara hadir untuk masyarakat” 

Menteri P2MI, Mukhtarudin menambahkan, P2MI akan melakukan perlindungan maksimal sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. 

“Dengan adanya pemulihan dokumen mereka akan mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial, terobosan penting untun menyelesaikan masalah,” pungkasnya. 

Di akhir acara ada pembacaan inisiatif Malaysia oleh Duta Besar Malaysia; Imam Hascarya Kusumo yang menegaskan; Pelindungan WNI dan PMI membutuhkan sinergi seluruh pihak. 

Dalam kaitan ini, lima kementerian dan Perwakilan Kementerian terkait telah menyepakati langkah bersama dalam pelindungan WNI/PMI khususnya di Malaysia. (*/red)

Prabowo ke Putin: Kami Non-Blok, Tak Gabung Aliansi Militer Manapun

By On September 05, 2026

Presiden RI, Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 03 September 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 03 September 2026. 

Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam forum ekonomi yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. 

Indonesia, kata Prabowo, senantiasa mengedepankan hubungan yang baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar. 

"Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” tuturnya. 

Dalam bidang ekonomi, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra. 

Menurutnya, Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama. 

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuhnya. 

Prabowo menegaskan, keterbukaan tersebut tidak berarti Indonesia akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk berhadapan dengan kelompok lainnya. 

Dia menyebut, Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh mitra yang datang dan ingin bekerja sama dengan Indonesia. 

"Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” tuturnya. 

Sementara itu, Presiden Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. 

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. 

Putin menekankan bahwa selain negara-negara besar seperti Tiongkok dan India, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki posisi penting dalam dinamika global. 

"Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ucapnya. 

Pernyataan kedua pemimpin di Vladivostok tersebut menegaskan posisi Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar. 

Indonesia memilih untuk tidak terjebak dalam rivalitas antarkekuatan, tetapi berdiri di atas kepentingan nasionalnya sendiri, merdeka menentukan sikap, bersahabat dengan semua negara, dan membangun kerja sama yang adil serta saling menguntungkan. (*/red)

Mendagri Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI

By On September 05, 2026

Mendagri M. Tito Karnavian dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, 03 September 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri). 

Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan tertata, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

"Beliau (Presiden) ingin agar kita, semua program, pusat dan daerah, untuk membuat kota menjadi bersih. Artinya, pengurangan sampah, baik dari hulu, semenjak di rumah tangga, maupun di hilir,” kata Tito dalam rilis persnya dikutip, Jumat, 04 September 2026. 

Hal tersebut disampaikan Tito dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, 03 September 2026. 

Tito menegaskan, persoalan sampah perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga pengelolaannya di hilir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah menjadi energi. 

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga mendorong penanganan sampah melalui konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. 

Upaya tersebut dapat diperkuat melalui kegiatan korve atau kerja bakti secara gotong royong yang selama ini telah dilakukan oleh sejumlah instansi. 

Menurut Tito, Pemda memiliki kewenangan serta peran strategis untuk memastikan gerakan Indonesia Asri berdampak nyata. 

Dia mengatakan, keterlibatan seluruh jajaran pemda secara rutin dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. 

"Kalau semua kepala daerah, seluruh gubernur-gubernur, bupati, wali kota semua membuat kebijakan yang sama, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semua membuat kebijakan yang sama, bersihlah sebagian,” ujarnya. 

Selain persoalan sampah, Tito juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kerapian tata kota, termasuk penataan media promosi di ruang publik. 

"Presiden meminta pemasangan spanduk dan baliho dilakukan secara lebih tertib dengan tetap memperhatikan estetika," ujarnya. 

Menurutnya, penataan tersebut dapat mengacu pada praktik di negara-negara maju, misalnya dengan memanfaatkan videotron sebagai media promosi sehingga tata ruang kota tetap terlihat rapi dan indah. 

Perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan tersebut turut tercermin dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang memasukkan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. 

Tito berharap, kategori tersebut dapat mendorong pemda untuk terus memperkuat kualitas pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang lebih baik. 

“Tadi saya barusan diskusi dengan Ibu Wini (Kepala BPS), beliau meminta dimasukkan satu lagi (kategori penilaian), yaitu masalah pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ekonomi daerah juga perlu dan semua pemda paham cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Biar nanti sama-sama belajar,” pungkasnya. (*/red)

Gus Alex Ungkap 24 Panja DPR Minta 3.000 Riyal saat Kunker ke Arab Saudi 2024

By On September 05, 2026

Terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex mengungkap adanya permintaan uang dari 24 anggota Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR saat melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2024. 

Hal itu disampaikan Gus Alex, terdakwa korupsi kuota haji tersebut, saat bertanya ke mantan Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kementerian Agama, Jaja Jaelani, dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat dini hari, 04 September 2026. 

"Saudara Saksi tahu atau Saudara Saksi ingat bahwa saya sampaikan 24 orang tersebut masing-masing meminta uang, awalnya 3.000 riyal per orang," ujar Gus Alex dalam persidangan. 

Gus Alex kemudian menyebut dirinya tidak mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut. 

"Kemudian saya hanya mampu menyiapkan dari uang honor saya sebesar 1.500 riyal per orang. Saya pernah ceritakan itu?" tanya Gus Alex. 

"Iya, betul. Bapak cerita," jawab Jaja. 

Gus Alex kemudian meminta Jaja memastikan tiga Pimpinan Komisi VIII yang sebelumnya disebut dalam pembicaraan mereka. 

"Apakah benar tiga orang yang saya ceritakan bertemu dengan saya itu pertama Pak Marwan Dasopang, kedua Pak Abdul Wachid, dan ketiga Pak Ashabul Kahfi?" tanya Gus Alex. 

"Iya, betul," jawab Jaja. 

Diketahui sebelumnya, Gus Alex juga mengungkap bahwa dirinya menemui tiga pimpinan Komisi VIII di restoran Al Romansiyah, Aziziyah, Arab Saudi. 

Pertemuan itu disebut terjadi setelah staf Komisi VIII bernama Yusuf menghubunginya dan menyampaikan bahwa pimpinan ingin bertemu. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Gus Alex juga menanyakan apakah dirinya pernah bercerita kepada Jaja bahwa pimpinan Komisi VIII dan pimpinan Panja meminta dirinya memungut uang dari penyedia katering. 

Namun, Jaja mengaku tidak mengingat pembicaraan tersebut. 

"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya ceritakan kepada Saudara Saksi bahwa pimpinan Komisi VIII dan pimpinan Panja meminta saya memungut uang dari penyedia katering?" tanya Gus Alex. "Kalau yang itu saya enggak ada, enggak ada, Pak," jawab Jaja. 

Selain itu, Gus Alex menanyakan soal permintaan untuk menyiapkan uang belanja oleh-oleh. 

"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya diminta menyiapkan sejumlah uang tertentu untuk belanja oleh-oleh?" tanya Gus Alex. 

"Iya, betul," jawab Jaja. Gus Alex kemudian menegaskan kembali bahwa dirinya pernah menceritakan hal tersebut kepada Jaja. 

"Iya, betul," jawab Jaja. 

Dalam perkara korupsi kuota haji ini, sejumlah terdakwa yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umroh (Kesthuri) sekaligus Komisaris PT Raudhah Eksati Utama, Asrul Azis Taba. 

Dalam dakwaan, KPK menyebut perkara tersebut menimbulkan kerugian negara setidak-tidaknya Rp 622,09 miliar. (*/red)

BGN Ungkap Sejumlah Kasus Keracunan MBG Sudah Naik Penyidikan Polisi

By On September 05, 2026

Kepala BGN, Sudaryono bersama Jajaran Pimpinan BGN saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis, 03 September 2026. 

JAKARTA, KabarXXI.Com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyebut, pihaknya menyerahkan temuan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada aparat penegak hukum. 

Dia memastikan aparat menyelidiki SPPG yang diduga menjadi penyebab keracunan MBG. 

"Jadi gini, pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum," ujar Sudaryono kepada wartawan usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 03 September 2026. 

Menurutnya, sejumlah dapur yang menyebabkan keracunan MBG diselidiki oleh pihak Kepolisian. 

Dia menyebut, ada yang sudah naik ke penyidikan. 

"Sejauh ini laporan yang kami terima dari Kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan," tuturnya. 

"Nah, apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan. Gitu kira-kira," imbuhnya. 

Sudaryono mengatakan, pihaknya tengah beres-beres tata kelola MBG dari kepemimpinan sebelumnya. 

Dia mengaku drop saat mengetahui ada temuan kasus keracunan baru-baru ini. 

"Kami pastikan kami berusaha keras, ya, bagaimana.. Kami tadi sudah, sudah jelaskan juga di dalam. Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80-90% tuh karena tidak taat SOP," ujanya. 

Sudaryono mengaku terpukul dengan temuan keracunan MBG di sejumlah wilayah. 

Dia berjanji akan memperbaiki tata kelola MBG secara menyeluruh. 

"Beberapa hari terakhir ini kemudian tersebar berita adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam, kemudian tadi di mana? Di Lasem ya, ini di Rembang ya. Ini tentu saja kami sangat, sangat terpukul sebetulnya. Tapi ini dan kami tidak boleh menyerah. Insya Allah ini kami, kita perbaiki semua tata kelolanya," pungkasnya. (*/red)

Menyoal Alat Sensor Keracunan dalam Program MBG

By On September 05, 2026

Ratusan santri dari salah satu Ponpes di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, diduga mengalami keracunan saat menyantap menu MBG. 

Oleh: M. Iqbal Nurmansyah 

Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memunculkan pertanyaan mendasar tentang keamanan pangan dalam program berskala sangat besar ini. 

Salah satu masalah fundamental program tersebut ialah kecepatan implementasi yang melebihi kesiapan sistem keamanan pangan. 

Dengan kondisi tersebut, pemerintah saat ini mengejar berbagai strategi untuk meningkatkan sistem keamanan pangan. Salah satu respons terbaru datang melalui teknologi. 

Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan sensor uap makanan agar dapat diproduksi secara massal. 

Teknologi yang masih berupa prototipe tersebut dirancang untuk menangkap dan menganalisis senyawa yang menguap dari makanan sehingga perubahan kualitas atau indikasi kontaminasi dapat diketahui sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat. 

Inovasi semacam ini tentu patut diapresiasi. Teknologi dapat menjadi instrumen tambahan untuk meningkatkan keamanan pangan. 

Namun, persoalannya muncul jika teknologi tersebut kemudian ditempatkan sebagai jawaban utama terhadap kasus keracunan MBG. 

Dalam keselamatan pangan, menemukan makanan yang sudah tidak aman sebelum diberikan kepada anak memang lebih baik daripada menemukannya setelah anak mengalami keracunan. 

Akan tetapi, jauh lebih baik lagi jika makanan tersebut sejak awal tidak pernah sampai pada kondisi tidak aman. Dengan kata lain, tantangan terbesar MBG bukan semata bagaimana mendeteksi makanan bermasalah di ujung proses produksi. 

Tantangannya adalah bagaimana membangun sistem yang mencegah bahaya sejak bahan makanan datang ke dapur hingga makanan akhirnya dikonsumsi. 

Jangan Hanya Jaga Pintu Terakhir

Bayangkan sistem keamanan pangan sebagai beberapa pintu yang harus dilewati sebuah bahaya sebelum akhirnya mencapai konsumen. 

Jika enam pintu pertama terbuka lebar, memasang penjaga yang sangat canggih di pintu ketujuh tentu membantu. Namun, kita tetap memiliki sistem rapuh. 

Dalam ilmu keselamatan, pendekatan ini dapat dijelaskan melalui Swiss Cheese Model. Model yang awalnya banyak digunakan dalam kajian keselamatan kemudian dikembangkan untuk menjelaskan kejadian penyakit akibat pangan. 

Sebuah studi dalam jurnal Food Control oleh da Cunha mengembangkan sistem pertahanan keamanan pangan ke dalam tujuh lapisan: fasilitas yang memadai; pelatihan; bahan makanan dan air yang aman; kebersihan lingkungan; kebersihan personal dan makanan; pengendalian suhu makanan; serta kontrol dan sistem pengawasan. Setiap lapisan berfungsi sebagai penghalang agar bahaya tidak sampai menimbulkan kerugian. 

Disebut Swiss cheese karena setiap lapisan yang bisa tidak sempurna. Seperti lembaran keju Swiss, selalu terdapat “lubang”. Seorang petugas mungkin sudah mendapatkan pelatihan tetapi suatu hari lalai mencuci tangan. 

Lemari pendingin tersedia tetapi suhunya tidak terpantau. Bahan makanan berkualitas baik tetapi proses distribusinya terlalu lama. 

SOP tersedia tetapi pengawasan lemah. Satu kesalahan belum tentu menyebabkan keracunan karena seharusnya masih ada lapisan perlindungan berikutnya. 

Masalah terjadi ketika “lubang” dalam berbagai lapisan tersebut berada pada posisi yang sama sehingga bahaya dapat menembus seluruh sistem. 

Studi tersebut bahkan menemukan efek berantai: kelemahan pada kontrol administratif, seperti fasilitas dan pelatihan, dapat memengaruhi perilaku keamanan pangan pada lapisan berikutnya. 

Dalam kerangka ini, sensor makanan tetap dapat memiliki tempat. Namun, posisinya lebih tepat sebagai lapisan tambahan di bagian akhir, bukan sebagai pengganti lapisan-lapisan sebelumnya. 

Keracunan Terjadi Jauh Sebelum Sensor Bekerja

Dari Swiss Chesee Model kita dapat berkaca bahwa masalah keamanan makanan dapat dimulai bahkan sebelum proses memasak. 

Apakah bahan baku berasal dari pemasok yang memenuhi standar? Apakah air yang digunakan aman? Bagaimana penyimpanan bahan makanan? Apakah terjadi kontaminasi silang? 

Setelah itu, masih ada persoalan kebersihan dapur, sanitasi peralatan, kebersihan tangan petugas, proses memasak, waktu makanan dibiarkan pada suhu ruang, pengemasan, hingga distribusi. 

Artinya, ketika sensor akhirnya mendeteksi makanan sudah mengalami perubahan kualitas, sebagian besar sumber daya sebenarnya telah dikeluarkan. 

Bahan sudah dibeli. Petugas sudah bekerja. Makanan sudah dimasak. Energi sudah digunakan. Makanan mungkin sudah dikemas dan bahkan telah dikirim ke sekolah. 

Jika kemudian seluruh makanan harus dibuang, sensor memang berhasil mencegah konsumen memakannya. Namun, sistem tetap menghasilkan kerugian ekonomi berupa bahan pangan, tenaga, energi, dan biaya distribusi yang terbuang. 

Karena itu, pendekatan yang hanya berfokus pada deteksi akhir berpotensi menjadi mahal. Seharunya pencegahan kontaminan dilakukan sedini mungkin. 

Hal tersebut tentu lebih baik daripada menemukan produk yang sudah terkontaminasi di ujung rantai produksi. Situasi terkini menunjukkan, persoalan keamanan MBG tidak dapat dipandang sebagai insiden yang berdiri sendiri. 

BGN sendiri mengakui perlunya penguatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur setelah berbagai insiden keamanan pangan. Ketika kasus terjadi, dapur terkait dapat dihentikan sementara, sampel makanan diperiksa, dan investigasi dilakukan untuk mencari penyebab. 

Lebih jauh, hingga 10 Agustus 2026, BGN menyatakan telah menutup ratusan dapur MBG yang dinilai tidak layak. Fakta bahwa ratusan dapur sampai harus ditutup karena persoalan sanitasi justru memberi pesan penting: persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan menambahkan alat di meja pemeriksaan akhir. 

Yang terlebih dahulu perlu dipastikan adalah apakah seluruh dapur memang memiliki prasyarat untuk menghasilkan makanan aman secara konsisten. Hal-hal tersebut memang tidak secanggih sensor uap. 

Namun, justru di sanalah fondasi keamanan pangan dibangun. Jika Swiss Chesee Model diterapkan secara sederhana pada MBG, prioritas kebijakan dapat dimulai dari tujuh lapisan. 

Pertama, memastikan fasilitas dapur memadai. Kedua, memastikan seluruh pekerja mendapatkan pelatihan dan pendidikan keamanan pangan secara berkala, bukan sekadar satu kali sebelum dapur dibuka. 

Ketiga, memastikan bahan baku dan air aman, termasuk sistem pemasok yang dapat ditelusuri. Keempat, menjaga higiene lingkungan, termasuk sanitasi dapur, pengendalian limbah, dan hama. 

Kelima, memperkuat higiene personal dan penanganan makanan. Keenam, memastikan suhu makanan aman sejak penyimpanan, proses memasak, hingga distribusi. 

Ketujuh, membangun sistem kontrol dan pengawasan yang mampu menemukan kegagalan sebelum berujung pada kejadian keracunan. 

Baru setelah semua itu berjalan, sensor uap BRIN dapat menjadi lapisan tambahan yang bernilai. Dengan posisi seperti itu, teknologi bukan menjadi “obat” bagi sistem yang rapuh, tetapi alat yang memperkuat sistem yang sudah bekerja. 

Tidak perlu sinis terhadap keinginan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki MBG. Indonesia masih membutuhkan inovasi untuk mengelola program sebesar ini. 

Sensor, sistem digital, pelacakan rantai pasok, pemantauan suhu otomatis, hingga analisis data dapat membantu mengurangi risiko. 

Namun, teknologi sering kali menawarkan daya tarik politik dan administratif karena ia mudah terlihat.  

Sebaliknya, pelatihan pekerja, perubahan perilaku, inspeksi rutin, budaya keselamatan, dan kepatuhan terhadap SOP jauh kurang menarik untuk difoto. 

Padahal elemen-elemen itulah yang menentukan apakah makanan aman setiap hari. Karena itu, pertanyaan kebijakan yang perlu diajukan bukan “seberapa cepat sensor BRIN dapat diproduksi massal?” 

Pertanyaan yang lebih penting ialah: mengapa makanan bisa menjadi tidak aman sebelum mencapai sensor tersebut? 

Sensor uap boleh menjadi salah satu lapisan perlindungan MBG. Tetapi jangan sampai kita sibuk membangun alarm yang mampu berbunyi ketika makanan sudah rusak. 

Sementara lubang-lubang pada enam lapisan sebeslumnya tetap dibiarkan terbuka. 

BGN juga tak perlu terburu-buru memproduksi massal sensor tersebut, mulailah dari skala kecil berbarengan dengan perbaikan sistematis lainnya. 

Dalam program pangan berskala nasional, keselamatan tidak dibangun dari satu alat canggih di ujung proses.

Keselamatan dibangun dari serangkaian pekerjaan yang sering kali terlihat sederhana dan membosankan—air bersih, dapur yang layak, suhu yang terjaga, tangan yang bersih, pekerja yang terlatih, serta pengawasan yang konsisten. 

Justru karena jutaan anak bergantung pada program ini, pekerjaan-pekerjaan “membosankan” itulah yang tidak boleh dilewati. 

Penulis adalah Dosen kebijakan kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Sumber: kompas.com

Pemasangan Bronjong Pinggir Sungai Air Tampulan Jalan Provinsi Sumbar Kumpulan Padang Sawah Diduga Tanpa Galian dan Pengawasan

By On September 05, 2026

SUMBAR, KabarXXI.Com - Pemasangan Bronjong di tepi sungai Air Tampulan Batu Hampar Nagari Koto Kaciak Barat diduga tanpa galian dan tanpa pengawasan dan plang merek. Padahal pemasangan Bronjong tersebut memakai uang negara, anggaranya berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar). 

Lebar bronjong yang dipasang tersebut diduga agak teralu kecil lebarnya. Tentunya kekuatanya kurang bagus. Padahal apabila air besar, air tersebut lansung menumbuk Bronjong tersebut. Kalau pemasanganya tanpa galian yang dalam alhasil kekuatanya sangat diragukan. 

Warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media ini, Sabtu, 05 September 2026 mengatakan, pemasangan bronjong tersebut tanpa galian. Kalau ada galian tentunya digali dengan exsapator. 

"Namun kami di sini tidak pernah melihat exsapator bekerja dan anehnya lagi pengawas pun tidak pernah kami melihatnya di sini," ujarnya.

Salah seorang warga berinisial KT menambahkan, pemasangan bronjong tanpa galian, hanya digali sama cangkul yang dikerjakan manusia.

"Setahu saya pemasangan bronjong biasanya sebelum dipasang harus digali dulu agak dalam baru dipasang bronjong. Supaya kekuatanya sangat kuat dan bagus. Namun ini digali sama cangkul oleh manusia, tentunya kekuatanya tidak ada. Untuk itu, kami meminta kepada Pemprov supaya proyek ini diawasi, dan supaya berjalan dengan semestinya," ucapnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *