Bangka Tengah, Kabarxxi.com – Kebakaran hebat melanda area SPBU Kejora, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (16/2) sekitar pukul 15.00 wib. Dua unit kendaraan yang diduga kuat merupakan mobil pengerit BBM subsidi jenis Pertalite hangus terbakar. Satu unit Suzuki APV dilaporkan terbakar habis, sementara satu unit Toyota pickup mengalami kebakaran pada bagian depan. Senin (16/2/2026).
Dari hasil pantauan di lokasi dan dokumentasi visual, ditemukan tangki modifikasi berkapasitas besar di dalam Suzuki APV yang terbakar. Temuan ini memperkuat dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Junai, selaku penanggung jawab SPBU Kejora, yang membantah bahwa kendaraan tersebut adalah mobil pengerit.
“Secara resmi kami tidak mengetahui kendaraan itu sebagai mobil pengerit. Saya juga tidak mengenal siapa pemilik dua mobil yang terbakar,” ujar Junai kepada wartawan. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak SPBU dan menyebut insiden tersebut sebagai musibah.
Namun, pernyataan itu menuai tanda tanya besar. Pasalnya, sistem barcode MyPertamina saat pengisian BBM subsidi secara otomatis menampilkan data pemilik kendaraan serta kapasitas maksimal tangki. Petugas pengisian di SPBU dinilai mustahil tidak mengetahui adanya kejanggalan saat mengisi Pertalite ke kendaraan dengan kapasitas tidak wajar.
Sejumlah saksi di lokasi juga mengaku tidak ada satu pun pihak yang bisa memastikan kepemilikan dua kendaraan tersebut. Kondisi ini dinilai ironis, mengingat seluruh transaksi BBM subsidi tercatat secara digital dan seharusnya mudah ditelusuri.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Bangka Tengah dan Pangkalpinang yang tiba di lokasi menyebut api cepat membesar akibat bahan mudah terbakar. “Kami menerima laporan dan langsung meluncur. Api berhasil dipadamkan, namun satu mobil sudah terbakar total. Dugaan awal, api dipicu bahan bakar di dalam kendaraan,” ujar salah satu petugas Damkar.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi aparat penegak hukum terkait langkah penindakan, termasuk pertanggungjawaban pemilik SPBU berinisial Wly, serta dugaan kelalaian dan pembiaran oleh petugas pengisian. Publik mendesak penegakan hukum tegas agar subsidi negara tidak terus disalahgunakan dan keselamatan masyarakat di area SPBU terjamin. (Red*/Tim)
(Syahrial)






