Bateng, kabarxxi.com – Insiden terbakarnya satu unit sepeda motor setelah selesai mengisi BBM jenis pertalite di SPBU desa Perlang, kecamatan lubuk besar, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (7/2/2026) sore, menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan dan pengawasan SPBU.
Peristiwa yang dipicu percikan api saat mesin motor dinyalakan itu bahkan disertai suara ledakan, memicu kepanikan pengunjung yang berada di lokasi.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial tiktok, memperlihatkan kobaran api menyembur disertai asap tebal di area pengisian BBM. Sejumlah pengendara terpaksa menghentikan aktivitas dan menyaksikan detik-detik mencekam di SPBU tersebut. Meski api berhasil dipadamkan menggunakan APAR oleh petugas SPBU, insiden ini meninggalkan pertanyaan besar: seberapa siap SPBU dalam menjamin keselamatan konsumen?
Peristiwa ini menyingkap dugaan lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Pengisian BBM seharusnya dilakukan dengan pengawasan ketat, termasuk memastikan mesin kendaraan mati total, tidak ada sumber api, serta pengendalian aktivitas berisiko tinggi. Fakta terjadinya percikan api hingga ledakan menimbulkan dugaan kuat bahwa prosedur ini diabaikan atau dijalankan sekadar formalitas.
Lebih jauh, insiden ini juga kembali membuka isu lama soal maraknya aktivitas pengerit BBM di sejumlah SPBU. Dugaan pembiaran terhadap praktik tersebut dinilai menciptakan situasi berbahaya, baik dari sisi keselamatan maupun ketertiban distribusi BBM bersubsidi. Aktivitas pengisian berulang dengan wadah tidak standar berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama jika tidak diawasi dengan disiplin tinggi.
Sorotan tajam juga mengarah pada lemahnya pengawasan aparat penegak hukum (APH). Jika pengawasan berjalan efektif, praktik berisiko dan pelanggaran prosedur di SPBU seharusnya dapat dicegah sejak dini. Insiden ini menjadi cermin buruk koordinasi antara pengelola SPBU, Pertamina sebagai penanggung jawab distribusi BBM, dan APH sebagai pengawas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak APH dan Pertamina terkait penyebab kejadian, evaluasi SOP, serta langkah konkret pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Insiden ini bukan sekadar kebakaran, melainkan peringatan serius tentang rapuhnya sistem keselamatan publik. (Red*/syahrial)






