Kontraktor Bungkam, Retak Muncul Tanggung Jawab Proyek Dipertanyakan

Pangkalpinang, kabarxxi.com — Upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan awak media kepada Ari, selaku kontraktor pelaksana pembangunan gedung penunjang layanan kesehatan di RSUD Depati Hamzah, hingga kini belum membuahkan hasil. Dua pertanyaan kunci yang diajukan—terkait penyebab teknis retakan dini bangunan dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)—tidak mendapat jawaban. Sikap bungkam ini justru memperbesar tanda tanya publik. Kamis (26/2/2026).

Dalam proyek pemerintah, kontraktor bukan sekadar pihak teknis, melainkan aktor utama yang memikul tanggung jawab langsung atas mutu pekerjaan. Ketika temuan lapangan menunjukkan keretakan dini, minimnya informasi proyek, dan dugaan pelanggaran K3, klarifikasi dari pelaksana menjadi krusial untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Ketidakhadiran penjelasan resmi membuka ruang spekulasi: apakah persoalan ini murni teknis, atau ada problem pada governance dan compliance pelaksanaan kontrak?

Sikap diam pelaksana juga berimplikasi pada aspek risk management. Tanpa penjelasan teknis—misalnya terkait metode kerja, mutu material, atau hasil uji—publik sulit menilai apakah retakan tersebut termasuk cosmetic defect atau indikasi early structural distress yang membutuhkan tindakan korektif segera. Dalam konteks fasilitas kesehatan, ketidakjelasan ini menyentuh ranah public safety.

Awak media menegaskan bahwa ruang klarifikasi tetap terbuka. Prinsip keberimbangan dijaga, dan setiap penjelasan dari pihak kontraktor akan dimuat secara proporsional. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons yang menjawab substansi pertanyaan. Situasi ini menambah tekanan moral agar pihak-pihak berwenang memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi.

Di mata publik, diamnya pelaksana bukan jawaban, melainkan sinyal bahwa pertanyaan-pertanyaan mendasar masih menggantung. Pada akhirnya, proyek yang dibiayai uang rakyat menuntut satu hal sederhana: penjelasan yang transparan dan tanggung jawab yang jelas. Jika itu tak segera hadir, maka sorotan investigatif akan terus menguat—seiring waktu yang berjalan dan retak yang tak bisa disangkal.(Red*/syl)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *