Begini Alur Antar-Jemput Penonton Piala Dunia U-17 di Stadion GBT Surabaya

Surabaya, Kabarxxi.com – Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggelar simulasi alur Shuttle Bus bagi penonton Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Kamis, guna memastikan kelancaran penurunan dan penjemputan penumpang.

“Simulasi ini kedua kalinya digelar, jadi ini memastikan alur dan waktu kedatangan dan pembongkaran penumpang,” kata Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung saat ditemui wartawan di Stadion GBT.

Menurut dia, adapun potensi yang dapat menghambat ialah penumpukan para penumpang jika datang di jam yang bersamaan.

“Kalau kami lihat dari perkiraan kondisi di lapangan, yang menghambat adalah penonton jika datang pada jam-jam yang berbarengan,” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat untuk datang ke lokasi shuttle bus tidak terlalu berdekatan.

“Meskipun begitu, jika shuttlenya sudah mencapai 70 persen, akan kami berangkatkan,” ucap Tundjung.

Dengan adanya simulasi, lanjutnya, dapat meminimalisir potensi-potensi gangguan yang bisa terjadi.

“Saya harapkan nantinya juga berjalan dengan lancar, tapi minimal ini sudah kami simulasikan,” tuturnya.

Dalam simulasi itu, katanya, disiapkan 30 jalur dengan tiga baris di titik parkir shuttle bus untuk membawa balik penonton.

“Kami siapkan kurang lebih ada 30 jalur dengan tiga baris di sini sehingga nanti bisa lebih cepat lagi saat pemulangan dan kembali ke tempat semula,” ujarnya.

Estimasi waktu terjauh, lanjutnya, sekitar satu jam untuk yang terjauh dan setengah jam di tempat terdekat.

“Saya harapkan teman-teman bisa mengatur waktu keberangkatannya,” katanya.

Beberapa lokasi penjemputan yang ditetapkan antara lain Balai Kota Surabaya, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Terminal Osowilangun, UPT Uji Kendaraan Bermotor (KIR) Tandes, dan kawasan Ciputra World.

Jam operasional kendaraan antar jemput itu mulai dibuka pada pukul 12.00 WIB dan berakhir di pukul 22.00 WIB. Masing-masing angkutan yang disediakan punya kapasitas sekitar 60 bangku.

Tundjung menyebut penumpang tidak perlu membayar tarif penggunaan kendaraan antar jemput, sebab fasilitas tersebut disediakan untuk memudahkan para penonton mengakses lokasi pertandingan.

Terlebih ada larangan bagi para penonton untuk membawa kendaraan bermotor masuk dan parkir di area GBT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *